Dibalik Cerdasnya Si Kancil, Ada Licik Bersemayam

ilustrasi kancil dan buaya di tepi sungai

Palembang, gesahkita.com–Cerita cerita  hewan atau fabel bagi para orang tua, sebelum memasuki era internet dan android  selalu rajin dijadikan suguhan cerita pada anak anak mereka akan suri tauladan yang baik dari sebuah kisah hewan.

Baik itu disampaikan secara bersahaja dengan membeli buku buku cerita bergambar kemudian dibacakan ceritanya di rumah saat bercengkrama. Adalagi yang membuat jadwal sendiri berkunjung ke perpustakaan publik sekitar dan pojok pojok baca. Mungkin juga hadir pada setia pertunjukan “storytelling’ yang biasa nya dilakukan para pegiat literasi di daerahnya masing masing.

 

Sebelum kita lanjut, menurut KBBI online fabel /fa·bel/ n Sas cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti)

Sebut saja kisah  kancil dan buaya, disitu betapa para orang tua sangat berkeinginan anak anak nya menjadi cerdas seperti kancil. Cerita sederhana memang, akan tetapi kecerdikan si kancil bisa mengecoh demi cari selamat terhadap musuh musuh dan ancaman dari luar tanpa disadari dan setiap saat bisa bahayakan dia.

Dalam hayal dan imaginasi prematur yang sedang mau ditumbuhkan  pada usia itu, yang serbah menyerap menerimah warna dari maksud cerita apa saja yang masuk, ya jika sebatas pengenalan nama nama hewan yang cerdas itu yang tergambar pada sosok  kancil is fine aja dan sangat baik itu.

Masih mengandalkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cerdas/cer·das/ a 1 sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yang — lagi baik budi

 

Akan tetapi maksud cerita dibalik cerdasnya kancil itu, ada sisi sisi negatif nya yang tentu saja semua orang tua pasti tidak mau jika sampai sampai  anak anak mereka meniru dan mencontohnya.

 

Sehingga gaya berfikir dan bertindak demi sebuah keselamatan ketika benar benar usia sudah  mapan, sadar atau tanpa sadar cerita cerdas nya si kancil itu sebenarnya suguhan kelicikan nya si kancil dimaknai memiliki kontribusi yang kuat ketika kita menemukan kelicikan kelicikan itu pada diri kita, Waulahualam bisawaf.

 

Lalu kata KBBI lagi Kelicikan adalah, 1. kepandaian memutarbalikkan perkataan; kecurangan; keculasan. Contoh: ia terpaksa menggunakan ~ nya untuk menjebak lawannya

 

Sebut saja harimau  berhasil ia kecoh dengan kecerdasan produksi cerita dari mulut sang kancil, tentu  terkesan  mengada ada. Betapa tidak bahwa ular yang sedang tertidur diangap  mahkota sehingga akan menambah kesan kehebatan raja hutan sungguhan jika harimau mau mendengar saran si kancil untuk melilitkan ular itu ke tubuhnya. Hebatnya kemampuan Si kancil itu  dalam perkara bujuk membujuk ini banyak diakui dan dicontoh

 

Selain kecerdasan sang kancil, bukan kah maksud dari cerita itu juga menyampaikan akan ketokohan harimau gampang dicerna jika tabiat dan paras terpancar kegagahannya sebutan raja hutan itu karena miliki kegilaan  akan pujian, kemudian  dia terjebak pujian pujian itu, sehingga berujung pada naas nya predator rimbah dalam kisah ini..

 

Pase kedua pada saat dia (si kancil) dalam pelarian, ia kehausan mau minum disungai, tanpa dia sadari sebelumnya ternyata sungai itu dihuni buaya buaya yang tak kalah buas nya dengan harimau. Si kancil gunakan senjata ampuh lagi dengan produksi cerita “ngeles” ketika mulut buaya sudah mencengkram sebelah kakinya. Ia berhasil buat buaya itu percaya akan kisahnya dan  dia yakinkan buaya dengan mengarang cerita dengan berdalih (1) tak baik makan sendiri jika tidak bersama sama dengan teman sesama bangsa buaya, (2) dia bohongi dengan membuat tipuan, dinyataknya bahwa tubuh nya sangat besar dan daging nya banyak maka akan sia sia jika dimakan sendiri oleh sang buaya itu sendirian, singkatnya buaya itu mengajak teman teman nya. Dan (3) setelah puluhan buaya buaya itu datang dia berhasil juga mengecoh para buaya itu untuk berjejer(bukan antri) untuk dia enak menghitungnya.

 

Artinya apakah ada seperti itu fondasi kehidupan manusia ini ketika menerima semua jenis ancamannya (live thread), maksudnya tingkatan ketergantunagn (depedency level), mulai sekedar bertahan hidup (sesuap nasi) hingga paling tinggi membangun istana dan dinasty? Sehingga jika tidak licik dan cerdas maka tidak bisa bertahan dan membangun istana dan menegakan dinasty? Tetap rasa rasa nya kembali pada diri masing masing lah. Tetap kita berkeyakinan bahwa ada kehidupan sesudah hidup.(asj)

#yukmenjadipegiatliterasi, #yukdukungpojokbaca

 

 

 


Info Covid-19 Propinsi Sumatera Selatan


TOTAL POSITIF

736

ORANG

Positif

TOTAL SEMBUH

102

ORANG

Positif

TOTAL MENINGGAL

25

ORANG

Positif

Sumber Data: Kementerian Kesehatan & JHU melalui API Kawal Corona Baca disini untuk pasang di Wordpress

Leave a Reply

Please Login to comment