Ali Goik Rilis Album Berbasis Budaya Sumsel, “Pesan Damai Simbur Cahaya”

Cover Albuml Pesan Budaya Simbur Cahaya

Palembang, gesahkita.com–Mohamad Ali didalam dunia gerakan dan kebudayaan dikenal dengan Nama Ali Goik, tanggal 27 Desember 2019 ini akan merilis album Pesan Damai Simbur Cahaya.

Dikatakan Ali Goik “Pesan Damai Simbur Cahaya” sebagai Tema Albumnya  hal ini semata mata disebabkan karena keprihatinanannya akan kebudayaan yang ada di Sumsel terutama nilai nilai Simbur Cahaya yang lambat laun mulai menghilang dan termakan oleh kemajuan Zaman.

Simbur Cahaya sendiri adalah Undang undang yang dipakai didalam pemerintahan marga sebelum marga dibubarkan, Simbur Cahaya di kodifikasi oleh Ratu Sinuhun yang mengumpulkan aturan aturan adat yang tadinya lisan menjadi tertulis dan tertuang didalam kitab Undang Undang Simbur Cahaya.

Menurut Ali didalam album ini ada 4 Kabupaten Kota yang terwakilkan didalam album ini, diantaranya Ogan Komering Ilir yang diwakili oleh Kecamatan Pedamaran dengan lagu Berambak, Kabupaten Ogan Ilir  diwakili oleh kecamatan Tanjung Raja dengan lagu Kenceran dan Lungguk Kojaman Kabupaten Banyuasin diwakili oleh Kecamatan Banyuasin II judul lagu Sungsangku Bersih dan Pasir Hitam Sungai Sembilang dan Kota Palembang Sendiri lagu Tam Tam Duku.

Pria yang semenjak kecil tertarik dengan seni dan budaya ini mengungkapkan, Jika Irama Batanghari Sembilan dan sastra tutur ia mulai tertarik dan konsent untuk belajar tahun 2007 silam.

Ali Goik saat Mangung Acara Walhi Sumsel beberapa waktu lalu

Menurut Ali masuk nya  Tam Tam Duku dalam album ini karena merupakan permainan tradisional asli Sumsel  yang mengandung ajaran, kebersamaan kehidupan sosial sehari hari.

” Ada juga ajaran bagaimana membuat  strategi dan kekompakan antar tim”, bebernya.

” Bagi yang pernah masa kecilnya memainkan atau setidaknya didendangkan dengan irama,  lirik dan ritme Tam Tam Duku setidaknya membawa suasana yang ngangenin”, imbuhnya.

” Secara Budaya setelah dewasa baru sadar ada unsur pendidikan dan nilai nilai budaya yang jadi kebanggaan kita”, ucapnya.

Lebih sedikit detail Ali bercerita tentang permainan anak Tam Tam Duku dengan beranggotakan minimal 6 orang anak ini.

“Lalu mereka berbaris saling berpegangan bahu setelah lagu selesai masuk kedalam lubang antara dua tangan yang saling berpegangan”, lanjutnya.

“Nah dari gerakan dan berbaris itu sendiri nilai nilai kompak bersatu untuk tujuan itu pun sudah ada sebenarnya ditanamkan semenjak anak anak”, ungkapnya.

Begitupun Ratu Sinuhun pada masa nya membukukan aturan aturan yang ada dalam kehidupan masyarakat menjadi kitab undang undang “Simbur Cahaya”, tentunya berangkat dari ketiadaan aturan yang mengikat dan membatasi gerak laku masyarakat sosial kala itu.

“Mudah mudahan lagu yang dikemas didalam album tembang Damai simbur Cahaya dapat menjadi semangat baru bagi Keempat kabupaten kota di Sumsel ini”, tandanya.

“InsyaAllah kita sedang membangun komunikasi dengan Kabupaten lainnya di Sumsel dan semata demi melestarikan kebudayaan permainan anak anak anak yang mulai langka dimainkan karena digerus oleh game Online”, harapnya.

 

“Bantu Doanya ya mas semogah dimudahkan dengan karya seni ini program pelestarian budaya tradisional kita Sumsel dapat manfaat ganda dimana kita bisa  menjaga alam serta lingkungan agar menjadi asri dan sustainable”, pungkasnya.

Berikut Lirik Lagu “Tam Tam Duku” dan “Pesan Damai Simbur Cahaya”, yang terdapat dalam Album ‘Pesan Damai Simbur Cahaya’

*Tam Tam Duku

Uji yai Mak ini Ari

Lah berubah galo

Maenan lamo

Mulai dilupoke

Dulu maen Cak engkleng

Tam tam duku

Pung Alung Alung

Mak ini Ari …

Maen mobil legen

Tam tam duku

Seleret tanggal limo

Patah tembeng patah paku

Tarek dendeng tanggal satu

 

*Pesan Damai Simbur Cahaya

Banyak Ragam Suku Di Sumatera Selatan

Walau berbeda tetap dalam kesatuan

Permusuhan jadi pantangan

Kekerabatan itu yang utama

Soal besar slalu dikecilkan yang kecil dihapuskan

Tepung tawar jadi penangkal

Angkan angkan sbagai pengikatnya

Inilah sumatera Selatan

Hidup Damai walau dalam perbedaan

Kerukunan slalu dijaga

Simbur cahaya sebagai pengikatnya

Edited and Published By: Arsyam Jaridun

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of