Buntut Kasus Bullying Kepsek Dicopot


Malang, gesahkita.com– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) segera menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkait kasus bullying siswa SMPN 16 Kota Malang.

Rakor yang akan digelar Kamis (13/2020) besok ini merupakan buntut dari kasus perundungan atau bullying yang menimpa MS, 13 tahun, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPAI, Retno Listyarti, saat berkunjung ke Malang Rabu (12/2/2020). Rakor juga akan melibatkan OPD terkait, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Ia mengatakan, pemenuhan hak rehabilitasi terhadap anak, baik korban maupun tersangka, harus benar-benar diperhatikan. Ia juga memastikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Malang Kota melakukan pemeriksaan sesuai peradilan anak.

“Kota Malang ini kota layak anak dengan level madya, itu tinggi loh dan untuk naik ke utama ini butuh proses. Barangkali bukan berarti dengan zero masalah,” katanya.

Pemkot Malang kata dia harus membuktikan profesionalismenya atas kasus ini. Bahkan, penyelesaian kasus ini bisa jadi sebagai salah satu dasar penilaian dan pertimbangan ke depan, apakah Kota Malang layak naik level.

Kehadiran Retno ke Malang tidak hanya menangani kasus bullying siswa. Ia ingin memastikan kepada korban serta pihak Dinas terkait.

Ia meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi anak untuk mendapatkan haknya.

Polisi telah menetapkan dua tersangka atas kasus ini. Ada 23 orang yang sudah diperiksa untuk proses penyidikan.

Polresta Malang Kota akan segera melakukan rekonstruksi. Jika terbukti bersalah, tersangka anak itu akan dikenai pasal 80 (2) UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun pidana.

Rakor yang bakal dilaksanakan besok antara KPAI dengan Pemkot Malang ini akan membahas soal kasus bullying siswa. Diharapkan ke depan tidak ada lagi kasus serupa, sehingga anak bisa mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat ikuti proses belajar mengajar.

 

Kepala Sekolah Dicopot

Sebelumnya dikabarkan Kasus perundungan atau bullying siswa di SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur yang menimpa MS, 13 tahun, berujung pencopotan jabatan Kepala Sekolah.

Walikota Malabg Setiaji

Wali Kota Malang, Sutiaji, menjelaskan tidak hanya kepala sekolah yang diberikan sanksi, tapi juga Wakasek dan guru lainnya.

“Kepala sekolah sudah ditarik, sudah dibebastugaskan. Termasuk Waka. Gurunya nanti akan kami beri peringatan,” tegasnya, Senin (10/2/2020).

Sanksi tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan. Selain itu pemberian sanksi juga merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN.

“Aturannya sudah jelas semua,” imbuh Sutiaji.

Tak hanya pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Malang Zubaidah juga harus bertanggungjawab atas sikapnya yang mengeluarkan statemen yang tidak sesuai dengan kejadian di lapangan.

“Kepala Dinas sudah kami lakukan peringatan. Sudah kami beri batas waktu. Pelanggaran kepala dinas itu hanya ceroboh membuat statemen karena informasi yang didapat dari sekolah tidak dianalisa terus membuat statement itu,” ujar orang nomor satu di Kota Malang itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, MS menjadi korban bullying oleh 7 temannya pada 15 Januari 2020 lalu. Akibatnya, korban harus dirawat di rumah sakit bahkan harus telah kehilangan satu jarinya karena harus diamputasi.

Kini, pelajar korban bullying di Kota Malang itu tengah menjalani proses pemulihan fisik dan psikisnya. Polisi telah menaikkan status atas kasus ini menjadi tahap penyidikan.(pur/TI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini