Di Pedamaran Tradisi ‘Berambak’ dan Lestarikan Purun Warnai Hari Lahan Basah Sedunia

 

Camat Pedamaran serahkan simbolis tugas adat

Kayuagung, gesahkita.com–Sosialisasi dan peringatan hari lahan basah Sedunia yang jatuh pada tanggal 2 Februari, untuk mensosialisasikan peringatan lahan basah tersebut Purun Institut, mengajak masyarakat Pedamaran untuk menjaga dan merawat lahan basah yang ada di Pedamaran.

Kegiatan tersebut dikemas dengan bentuk lomba mewarnai yang diikuti oleh paud TK dan SD dari seluruh Kecamatan Pedamaran dan sosialisasi hari lahan basah Sedunia di Balai Desa Pedamaran 3.

Dalam peringatan hari lahan basah sedunia ini, Syarifudin Goeshar selaku direktur Purun mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk melestarikan dan menjaga wilayah Lebak yang menjadi lokasi Purun tetap lestari. Diketahui sebagai bahan baku pembuatan tikar yang menjadi tradisi masyarakat Pedamaran secara turun temurun dengan tradisi berambaknya.

“Jadi indikator jika lahan basah kita masih ada bisa dilihat dari keberadaan purun di Wilayah ini”, paparnya.

Camat Pedamaran H.Hercules,S.ip hadir pada acara ini dan apresiasi kepada Purun Institute yang sudah beberapa tahun ini getol (rajin) mempertahankan kearifan lokal yakni tradisi dan menyelamatkan adat serta lingkungan.

Camat juga menyerahkan tugas kepada pemangku adat kecamatqn untuk menjaga kearifan lokal.

“Jadi harapan saya untuk kita semua ayo kita jaga tradisi Pedamaran ini untuk menjaga kearifan lokal terutama menjaga tradisi berambak dan lelang Lebak lebung”, ajaknya.

Selain itu camat Pedamaran akan berupaya membuatkan payung hukum untuk menjaga area area yang menjadi objek purun dan lokasi Lebak lebung,

” Sehingga masyarakat Pedamaran dapat tenang mengelola lahan dan tidak merasa was was didalam beraktifitas mengambil purun dan melakukan tradisi Lebak lebung yang sudah dilakukan secara turun temurun sebagai kearifan lokal di Pedamaran”, tandasnya.(ag/asj)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of