Istrimu Tulang Rusukmu

  • Bagikan
Ilustrasi

Menikah sakral di musim cerai, Heboh,,!

Palembang, gesahkita.com–“Saya terima nikah nya dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai”, jawab Buya. “Bagaimana para saksi..?”, tanya tuan khotib kepada para saksi dari kedua mempelai sambil menoleh kekiri dan kekanan, pertanyaan nya ditujukan kepada yang menjadi saksi ditunjuk dari utusan pengantin perempuan dan pengantin laki laki. “Sah..! “, ujar saksi dari pengantin perempuan. “Sah …!”, ditimpal oleh saksi dari pengantin laki-laki. Dilanjutkan oleh semua yang menyaksikan peristiwa sakral itu, “Alhamdullilah…!”.

Tanpa menunggu waktu lagi, Tuan Khotib langsung menyerocoskan doa doa nya sebagai doa pernikahan akad nikah. Dalam hati, Buya Sang Rantau merasa hal luar biasa lega, walaupun di dada nya masih bergemuru dan berdegup kencang, terus mengalir ke rongga tenggorakan nya yang begitu kering terasa. Tampak di bibir rona pucat gelap terberkas, ya memang dari warna kulit nya agak gelap sedikit tapi manis. Kendatipun demikian dia tidak pernah lupa apa yang dinasehati oleh Maulana dan pesan titip doa dari Arsyam, juga dorongan keyakinan dari sahabat semenjak kecil nya Rendy. Tuan Khotib satu per satu menuntaskan rangkaian acara nya, mulai pembacaan janji nikah, tanda tangan surat nikah pemeriksaan dokumen nikah, penyerahan cincin nikah dan emas kawin, surat surat pernyataan, dst. Dia melanjutkan dengan nasehat pernikahan, “nak Buya nikah itu adalah sebuah keharusan dan wajib hukum nya bagi yang sudah memenuhi syarat dan hendak nya sekali saja dalam seumur hidup”, dia mengawali nasehat nya. Dia melanjutkan dengan beberapa pesan pesan dalam Alquran dan Hadist saheh. Beberapa analogy dan kiasan kiasan dia utarakan disitu. “Istri mu ini terbuat dari tulang rusuk mu, jadi yang nama nya tulang rusuk itu bengkok tidak lurus harus diluruskan, dan juga dia keras dan rapuh harus dilembutkan dengan kasih sayang mu”, jelas Tuan Khotib.

Baca Juga :  Ta'awudz Dan Perisai Perilaku Iblis
Ilustrasi

Ditambahkan nya, “kalian nanti nya akan mendapatkan keturunan dari buah cinta kalian, mencari lah rezeki yang halal dan barokah, ingat rezeki yang akan engkau pungut itu kalau sudah menikah, adalah rezeki milik anak istrimu, jadi jangan kau ambil rezeki yang tidak halal”

Arsyam yang dari tadi sibuk mengambil foto foto secara diam diam dia mencatat tahapan demi tahapan sedetil-detil nya dia mengingat dan menghapal tidak lupa membanding bandingkan nasehat dan ceramah dari Tuan khotib. Yang menjadi kepikiran terus bagi Arsyam, “dimana sakral nya nikah?”. “Apa cuman heboh heboh saja..?, dia gerutu dalam hati. Dia teringat seorang teman pernah bercanda, “nikah 60 juta hanya untuk seonggok daging”. Kacau juga tu teman emang daging apaan..!”, dia ketewa dalam hati. Tiba-tiba perhatian Arsyam mengarah ke nasehat nikah Tuan Khotib lagi karena anology nya berkembang. “Nikah sepasang anak manusia untuk menuju bahtera rumah tangga selama nya, tentu tidak sama dengan sepasang pilkada, pimpinan daerah, baru beberapa hari sudah tegah nya suami gencet istri..”, jelas Tuan Khotib. “Itukan KDRT..”, canda nya. “Waduh..!ini Tuan Khotib nyamar jadi khotib kali ya..”, pikir Arsyam. “Sebentar lagi ada 8 daerah melakukan akad nikah sama seperti kalian saat ini..”, terang nya. Dia melanjutkan,“Selang beberapa bulan pasti mereka juga akan bercerai…entah apa alasan nya kasihan kan, itu sia sia jadinya..”. Arsyam, terus menyimak ucapan Tuan Khotib, kelebihan dia orangnya sangat kritis diksi, “ ini Tuan Khotib salah pilih kata atau… ? “Lagian gak semua suami lakukan itu kok..”, bantah dia dalam hati.

Baca Juga :  Pelengkap Kisah

Selanjut nya Tuan khotib mengulangi lagi,” ingat ya “bercerai”, “tercerai” dan “mencerai” itu beda..!”. Dia memberi misal, “ Jokowi dengan Ahok DKI itu “bercerai” karena ambisi positif…”. “Nah coba kita ungkap yang dekat dekat kita…!”, pinta nya. “Banyak kan yang mana, “bercerai”. “tercerai atau “mencerai…?”, tambahnya. Arsyam hanyut dalam ceramah Tuan Khotib mengingat kejadian “perceraian” dekat dekat kita…!” “Tuan Khotib apatis…,”gumam nya. “Bukan kah hidup itu pilihan…lah kalau itu jalan yang terbaik biarkan saja…itu lah jalan yang mereka pilih…Non of our business, don’t wanna give shit on it..”, pikir nya.

“Apa lagi yang nama nya kepala daerah itukan jabatan politik tekadang lebih menonjol dari pada jabatan publik….kita bisa apa..!”, pikir nya lagi. “Coba kamu kenal gak sama Buwas dan Jokowi…pasti kamu kenal kan tapi mereka kenal gak sama kamu..?”, dia ingat canda nya dari teman nya, “Benar juga gak usah banyak ungkit urusan orang lebih baik diam seperti batu …hahaha..diapaian aja mau…apa lagi yang nama nya ikut campur….waduh terlalu…!!!”. “Eh…tapi benar juga ya jangan hayal manis manis nya aja pahit juga perlu dihayal..” Tiba-tiba, “mang…. mang…! Ooojek mang….! oo iyo kemano dek..?, tanya Arsyam.

Baca Juga :  (NDEPROK) Dalam Kondisi Tertentu, Terkadang Kita Harus Mengalah Untuk Menang

ML, 09/15

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan