Raja Diesel Isuzu Panther Tak Berani Berubah Wujud

  • Bagikan
Masih segar dalam ingatan kita  Iklan Isuzu Panther tahun 1990 an. Seorang pria dengan logat Bali

JAKARTA, GESAHKITA COM–Masih segar dalam ingatan kita  Iklan Isuzu Panther tahun 1990 an. Seorang pria dengan logat Bali nya bercerita tentang keunggulan Isuzu Panther era itu. Bicara lebih kurang seperti berikut ini,

” Waktu itu saya ke Bali, Berdelapan, Hujan Lebat, Pakai Panther, Bebas Dempul, Jalannya Rusak, Dari Jakarta Sampai Bali, Cuman Empat Puluh Empat Ribu, Hemat Bukan..?”.

Memang legendaries kendaraan Multi-Purpose Vehicle (MPV) di Indonesia, Isuzu Panther yang sekaligus menjadi andalan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sejak tahun 1990-an silam belakangan mulai mengalami kemunduran.

Bahkan di tahun 2019 ini saja, mobil yang terkenal dengan sebutan ‘rajanya diesel’ saja terancam ‘disuntik mati’ akibat terbentur regulasi pemerintah mengenai standar gas emisi buang yang harus menggunakan standar emisi Euro4.

Sebelumnya di tahun 2016 lalu, Isuzu berencana untuk membuat Panther generasi terbaru dan kabar tersebut pun sempat beredar kencang. Namun hingga berakhirnya tahun 2016, kabar tersebut pun mengendap.

Baca Juga :  Suzuki Ertiga Sport vs Mitsubishi Xpander Sport, Unggul Mana?

Hal ini pun diungkapkan sendiri oleh General Manager Marketing Division PT IAMI, Attias Asril yang mengatakan bahwa di tahun 2016 lalu, sebenarnya telah ada konsep desain untuk pembuatan Panther baru, namun akhirnya hal tersebut belum dapat terealisasi.

“Sebenarnya waktu itu kami telah punya blue print gambar untuk desain new Panther. Bahkan dua tahun belakangan ini, infonya pun sudah beredar. Namun, dalam beberapa tahun ini, tren pasar untuk segmen mobil medium MPV mengalami penurunan dan mulai beralih ke SUV,” ucap Asril, seperti dilansir laman Viva News.

Selain tren pasar yang menurun, menurut Asril, regulasi Euro4 juga menjadi salah satu yang membuat Isuzu Panther terancam untuk ‘disuntik mati’. Sebab, kedua hal tersebut membuat pihaknya berpikir dua kali apakah tetap akan kembali menjual Panther atau tidak. Apalagi investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan mesin agar dapat menyesuaikan regulasi yang dibutuhkan terbilang tidak sedikit.

Baca Juga :  Mitsubishi Airtek Meluncur Model SUV

“Kedua hal ini tentunya kami perhitungkan betul, apalagi kalau dengan investasi baru serta market MPV yang saat ini cenderung mengalami penurunan. Katakanlah untuk tahun 2021 nanti harus ganti engine lagi. Tentunya secara investasi bakal cukup besar sehingga membuat harganya akan sangat tinggi sekali, bahkan bisa saja harganya di atas harga SUV,” terang Asril lagi.

Faktor inilah yang akhirnya membuat Isuzu dengan sangat berat hati tidak memasukkan nama Panther ke dalam strategi bisnis jangka panjang mereka. “Sungguh sangat tidak memungkinkan, apalagi dengan situasi yang tengah kami hadapi saat ini. Bahkan hingga hari ini pun masih kami jalankan terus, dan mungkin bakal terbentur di regulasi Euro4 nantinya. Kalau kami sudah tidak punya engine lagi, baru bisa berhenti,” ungkapnya.

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan