Ternyata Pelaku Body Shaming Bisa Dibuih 9 Bulan-6 Tahun Penjara, Ini Kata Polisi

  • Bagikan
Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Polisi menegaskan perbuatan mengejek bentuk fisik seseorang atau ‘body shaming’ atau ‘ngebully secara fisik’ dapat dipidanakan. Ancaman pidana kurungan penjaranya pun mulai dari hitungan bulan hingga tahunan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, bentuk perbuatan pidana dibagi menjadi dua kategori. Pertama dengan cara tidak langsung melalui transmisi narasi di media sosial, kedua secara langsung melalui perkataan atau hinaan di media sosial ke korban.

“Body shaming dikategorikan menjadi dua tindakan. Tindakan yang seseorang mentransmisikan narasi berupa hinaan, ejekan terhadap bentuk, wajah, warna kulit, postur seseorang menggunakan media sosial. Itu bisa dikategorikan masuk UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3, dapat diancam hukuman pidana 6 tahun,” papar Dedi di Mabes Polri, beberapa waktu lalu, pada detik dot com.

“Kalau yang secara konvensional itu hanya diketahui sedikit orang. Tapi ketika di ITE, begitu penghinaan disampaikan, langsung diviralkan, itu jutaan orang langsung bisa melihat,” terang Dedi.

Baca Juga :  Buntut Kasus Bullying Kepsek Dicopot

Dedi menuturkan, body shaming memungkinkan mengganggu psikologis korbannya. Bahkan mendorong perilaku bunuh diri.

“Ini bisa mengganggu secara psikologis. Anak itu yang posturnya kurang ideal di-bully, akan menjadi tidak PD (percaya diri), takut keluar rumah, kemudian tidak mau bersosialisasi. Ya bisa mengindikasi upaya bunuh diri. Riset seperti itu sudah dilakukan di Amerika dan beberapa negara maju,” tutur Dedi.

Dedi menyampaikan tindak pidana body shaming bersifat delik aduan. Namun, dalam penanganannya, kepolisian juga menggunakan pendekatan mediasi.

“Delik aduan, harus laporan,” tegas dia.

“Langkah progresifnya dalam penegakan hukum penanganan body shaming ini mempertemukan kedua pihak. Kami mencoba untuk menggunakan pendekatan yang lebih humanis. Artinya kami menawarkan agar pelapor dan terlapor duduk bersama untuk saling koreksi,” ujar Dedi menambahkan.

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan