Hikmah Nuzulul Quran Mushalah Baitul Makmur, Bukit Baru 2019

  • Bagikan
Ustad Isnandi saat beri Ceramah
Ustad Isnandi saat beri Ceramah

Bulan Ramadan merupakan bulan keberkahan untuk umat Muhammad, semua alam Semesta menyaksikan dan mengumandangkan dalam gerakan dan kepakan sayap burung burung, desir angin pada daun daunan seolah berteriak dan berbisik.” Bulan Ramadan keberkahan untuk umat Muhammad”, tutur Al Ustad Drs. H Risnandi, M.Pdi pada acara Nuzulul  Quran Musholah Baitul Makmur, Kamis 23/05

 

Acara yang dikemas secara sederhana oleh pengurus musholah Baitul Makmur, Jalan Macan Lindungan, Perumahan Griya Cipta Sejahtera, RT 10 RW.05 Kelurahan Bukit Baru, Ilir Barat I Palembang. Rangkaian acara tertata secara singkat saja yang pandu sdr Junaidi sebagai Pertokol.

 

Dibuka oleh pembacaan Kitab Suci Al Quran oleh Al Ust Aimi, M.Pdi yang tak asing bagi seluruh Jamaah dengan kekhasaan sang Juara Tilawah Quran se Kabupaten OKI ini.

Dari Kanan ke Kiri, Ust Aimi, Pak RT, Pakde Sugiono

Selanjut nya kata sambutan mewakili ketua pengurus musholah Baitul Makmur oleh Pak de Sugiono panggilan akrab para warga memanggil nya. Seperti biasa ucapan ucapan terimakasih nya  pada warga dan Jamaah terkhusus pada Al ustad yang sudah relakan waktu nya untuk mampir ke Musholah dan pak de sampaikan permintaan nya secara singkat untuk berikan pada para hadirin seputar hikmah Nuzulul Quran sehingga kesan hikmah menambah ketaqwaan para warga dan Jamaah sekalian.

Acara yang ditunggu tunggu para Jamaah tibalah giliran Al ustad Drs. H Risnandi, M.Pdi, untuk sampaikan hikmah hikmah yang bisa dipetik seputar Nuzulul Quran.

 

Bulan Ramadan merupakan bulan keberkahan untuk umat Muhammad, semua alam Semesta menyaksikan dan mengumandangkan dalam gerakan dan kepakan sayap burung burung, desir angin pada daun daunan seolah berteriak dan berbisik.” Bulan Ramadan keberkahan untuk umat Muhammad”, ucap Al ustad Drs H Risnandi, M.Pdi

Baca Juga :  Nilai Edukasi Sastra Tutur ‘Dempo Awang’ Lahirkan ‘Tanampo Sakti’
para jamaah Antusias dengar Ceramah

Para hadirin diminta dan diingatkan untuk berhati-hati bulan puasa menahan lapar tetapi nanti cuman dapat lapar nya saja tetapi tidak menjaga telingah, mata serta ucapan.

 

“Sekedar saran kalau bisa dak usah nonton tv pada saat puasa”, dan apa lagi nonton youtube ati ati keno galak muncul wong bekutang bae”, canda nya.

“Barang barang teknologi semacam ini terkadang kendalikan kito”, artinya banyak Mukdoratnya”, tegas Ustad.

“singgo nyo abis waktu berjam jam ngagoki hp quran baru 2 ayat la tekuap”, tambah dia.

Alquran dengan ayat yang pertama Ikrak, baca lah kita harus membaca bermakna juga memahami maksud semua hal apakah kebajikan akan sesuatu atau mudaratnya yang ada itu maksud nya.

Al ustad selanjut nya menceritakan tentang peristiwa turun nya Alquran dalam satu malam yaitu dari Laufuz Mahfuz  ke Baitul Izza, selanjutnya dari Baitul Izza itulah Alquran itu turun berdasarkan peristiwa yang dilalui oleh Sang Rosu SAW.

 

“Nah jika kita membaca Alquran di rumah kita atau di masjid serta Musholah maka kita sama saja seperti membaca Alquran di Baitul Izzah”, terang Ustad.

 

Selanjut nya Ustad Isnandi menjelaskan mengenai Lailatul Qadar yang menurut Imam Syafei akan turun pada 17 Ramadan dan menurut Imam imam lain Lailatul Qadar akan turun pada malam malam ganjil, seperti malam 21, 23, 25 dan 27 serta malam 29.

Baca Juga :  Disdik Palembang Liburkan Sekolah Mulai 17 -- 28 Maret 2020

 

“Mari kita tingkatkan ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini, khususnya pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadhan. Semoga kita semua mendapatkan keutamaan Lailatu Qadar,” imbuh dia lagi.

Dari Kanan ke Kiri, Sempat Ketangkap Kamera Purnomo, Hamid, Kasmir

 

kemudian pada tiap akhir pesan tausyiyah nya sang Ustad mengakhiri dengan kalimat Baca lah dan  bacalah yang maksudnya kita harus belajar terus demi meningkatkan ketaqwaan kita dan akan menambah amal amal kita, serta bersesuaian dengan Makna ayat saat Nuzulul Quran “ Ikrak yang artinya Bacalah, Belajarlah Berfikirlah ”.

 

Seperti ilustrasi cerita dia sampaikan selanjut nya,” semisal bacaan sholat saja, saat usia 30 bacaan ayat pendek yang dibaca 3 ayat, kemudian umur 40 tahun 3, pada saat usia 50 bacaan ayat nya 3 ayat itu saja, umur 60, dan 70 pun begitu artinya kita tidak nambah nambah”.

 

 

“Kurang nya perhatian kita pada bacaan kita karena ini modal kita, dan yang dihisab nanti yang pertama kali sholatnya kita’, tegas ustad.

 

Ilusterasi Syehk Kondang, Syehk Abdul Jabir mencium kaki anak hapis Quran yang lahir kurang bulan yang atas kehendak Allah anak ini mampu menjadi hapis 30 Jus.

 

“ Ada lagi tahun tahun kemarin’, tambah Al ustad, “ seorang Anak hapis Quran yang bisa buat Abdul Jabir menangis, ketika ditanya apa nak motivasi kamu menghapal Alquran dan dijawab sang Anak yaitu dia ingin kedua orang tua nya masuk surganya Allah.

Baca Juga :  Seluk Beluk Tentang Kartu Keluarga (KK), Ini Tata Cara Nya

 

“Beli quran jangan ditawar, buku tuntunan sholat, buku tuntunan wudhu dan baca lah…!”, imbuh Al ustad Risnandi.

 

Lagi lagi sang Ustad mengingatkan bahwa yang pertama diperiksa amalan sholat sudah benarkah bacaan bacaan sholat kita? Baca Artinya resapi hingga akan lahir kekhusukan itu.

anak anak Kompleks tak luput perhatian Habsah, Nabilah, Nabilah Queen

“Ingat Kebun, mobil, harta tidak akan dibawak mati semua tinggal. Pakaian bagus akan tinggal mobil banyak akan tinggal”, terang dia.

 

“ Bapak bapak punya 100 hektar kebun sawit, tidak selembar daun sawit pun akan dibawak mati”.

“Bapak bapak punya 100 hektar kebun karet dan tidak selembar daun karet pun akan dibawak mati”.

 

“ Bapak punya 5 mobil bagus bagus tidak seujung kunci mobilpun dibawak mati”, jadi tegas nya, “ hanya amal kebajikan.

 

“ Pada saat dalam kubur orang orang yang beramal soleh akan didatangi dan dilindungi oleh amal amal kebaikan selama di dunia, jadi kubur nya akan terang benderang pada masa penantian itu”, ucap Al Ustad Risnandi, M.Pdi.

Demikian Redaksi Gesahkita.com mengucapkan dan mengajak Kita semua untuk menghilangkan kamunflase  duniawi semata, sadar lah kita semua khalifah muka bumi  dan setelah sholat kekhalifaan Anda dan kita akan dipertanyakan nanti nya. Apakah kita sungguh sungguh tulus hanya Azza wajalah yang maha mengetahui.

 

Semogah kita selalu menjadi manusia manusia yang patuh pada perintah Sang Khalik dan menuruti tuntunan Sang Rosull SAW  hingga akhir zaman. Amiin Ya Rabbal Alamin

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan