Kultum Ustad Abdul Aziz Baitul Makmur Bukit Baru Palembang

  • Bagikan
Ustad Abdul Aziz saat Tausyiah
Ustad Abdul Aziz saat Tausyiah

Palembang, gesahkita.com–“Apabila bacaan Alfateha nya Si Imam kurang lurus, maka sholat nya tidak syah”, maka penting mengetahui syarat syarat menjadi Imam dalam sholat itu”, begitu diungkap Al Ustad Abdul Azis, S.Ag dalam tausyiah nya ketika mengisi Kuliah Tujuh Menit ( Kultum)

Saat ramadhan ke 22 di Perumahan GCS Bukit Baru Palembang,Selasa, 28/05/19

Dalam catatan redaksi Al Ustad Abdul Azis merupakan Imam langganan sering relakan waktu nya selain memang sudah terjadwal dan familiar dengan warga dan jamaah Musholah Baitul Makmur, jalan Macan Lindungan, ILir Barat I Palembang.

“Alhamdullilllah 10 hari ke 3 tahap akhir, Sap sap  masih penuh tahap rahmatan lil alamin, mudah mudahan semua jamaah dapat ampunan oleh Allah Subnannahu Ta’ala Amiiin Ya Rabbal ‘ Alamin”, Sang Imam membuka ceramahnya.

 

“ Memang Bapak Ibu’, lanjut dia, “semua yang bagus biasanya diujung nya dan Bapak ibu bersyukur telah menjalankan semogah Istiqomah”.

 

Dia selanjutnya memberi gambaran untuk menjadi juara itu selalu banyak godaan dan cobaan. Pada piala champion misal nya betapa hebat nya Al Barca sebutan Barcelona pada awal awal babak penyisihan diprediksi sebagai calon pemenang karena hebat nya kekompakan serta skill persona pemain.

Baca Juga :  Mendadak Warga Pancur Pungah Disambangi Bupati dan wakil Bupati Oku Selatan, Mengapa?

 

“Namun itu tidak menjamin yang sesungguh nya dilihat itu pada akhirnya pada babak final nya apakah kita dalam husnul khotimah”, terang nya. “ Maka itu lah Bapak ibu patut  bersyukur masih bercokol menanti Lailatul Qadar dan melengkapi Amalan amalan pada bulan Ramadhan ini. Yang salah satu keuntungan nya tidak ada pada bulan bulan lain janji Allah hanya pada bulan Ramdhan ini saja yaitu shalat taraweh”, tutur Aziz.

 

“Bukan hanya itu saja Bapak Ibu sekalian amal pahala kita dilipatkan, shalat sunnat pahala nya seperti shalat wajib dan shalat wajib ditingkatkan 27 kebaikan dan apabilah semua itu kita kerjakan maka amal pahala kita berlimpah baru Allah SWT akan mmberikan kita ampunan maka 10 hari ke 3 itu disebut 10 hari pengampunan”, imbuh Dia.

Para Jamaah Larut Dalam Tawadhu Dengarkan Kultum

Selanjut nya Ust Abdul Aziz menjelaskan terkait sholat yang memang beredar perbedaan di masyarakat misal nya soal Doa Qunut.

 

“Ibadah itu Bapak Ibu khendaknya sesuai dengan keyakinan kita, misal qunut, ada yang biasa memakai qunut ada yang tidak biasa”, tambahnya. “ Setelah dibaca dicari pokok persoalan ini maka Doa Qunut itu hampir mendekati Wajib”, jelas Aziz.

Baca Juga :  Tentang Ahlul Quran Dan Safaat Nya

 

“Maka Imam itu bertanggung jawab pada makmum, jika makmum salah maka makmum tidak berdosa tetapi jika Imam salah maka semua dosa para makmum Imam yang menanggung nya”, “ Jadi, “lanjut  Abdul Aziz, “ Saya lebih baik memilih jadi makmum karena takut salah’, candah nya.

 

“ Ada lagi soal bacaan Alfateha, apabila bacaan surat Alfateha nya kurang lurus, maka sholat nya tidak syah Bapak Ibu betapa penting nya bacaan Alfateha dalam shalat kita, “ujarnya.

 

Selanjut nya Ustad Abdul Aziz menjelaskan syarat lain dan yang harus diperhatikan ketika menjadi Imam dalam shalat dia menyampaikan ketika seorang dibenci masyarakat maka shalat nya batal.

Ustad Abdul Aziz juga menyinggung soal Malam Lailatul Qadar atau malam kemuliaan, yaitu malam lebih baik dari 1000 bulan.

“ Ketika kita bertemu satu malam saja maka amal ibadah kita seperti beribadah selama 1000 bulan yang dijanjikan dalam Firman Nya, sama dengan 83 tahun tahun lebih dari beberapa bulan Bapak Ibu sekalian”, jelasnya. “Coba jika kita bertemu 10 malam maka usia kita sama seperti 830 tahun bribadah di dunia sama seperti usia para nabi sebelum nabi Muhammad SAW, Masya Allah”, imbuhnya.

Baca Juga :  LAZIS NU Sumsel Gelar Lokakarya, Bangun Sinergi Bangkitkan Ekonomi di Era New Normal
Ketangkap Kamera dari kiri ke kanan sdr Karnadi, Fitri dan ang Uci saat Kultum

Terakhir Ustad Abdul Aziz juga menjelaskan tentang salah satu Firman Allah SWT tentang kesia sia an dalam Bulan Ramadan.

Jangan lah kamu seperti perempuan tua ,yang memintal benang nya, sesudah dipintal benang itu, Kemudian diuraikan kembali”.

Dia menjelaskan maksudnya bahwa bulan ramadan dimana kita mendidik dan melatih diri kita terbiasa dengan hal hal yang baik, mulai dari amal pahala yang kita kumpulkan hingga meemperhatikan hal hal atau rambu rambu yang membatalkan puasa kita juga bisa diimplementasikan ketika kita berpisah dengan Ramadan nanti.

 

“Mudah mudahan kita tidak dimaksud dalam firman Allah tersebut bapak Ibu Amiin Ya Rabbal ‘Alamin”, Ustad Abdul Aziz, S.Ag Menutup Kultum nya kali ini.

 

 

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan