Mengancam Wartawan Kepala Desa Melilian, Dilaporkan Ke Polisi

  • Bagikan
Ilustrasi anti kekerasan kuli tinta

 

Muara Enim, gesahkita.com–Sangat di sayangkan di zaman yang sudah canggih saat ini masih saja ada yang merendahkan profesi. Kali ini profesi wartawan menerima hinaan yang dilakukan oleh seorang kepala desa, Desa Melilian Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Mumaidi, pada hari Rabu(21/08/19),

Ilustrasi anti kekerasan kuli tinta

Sekitar pukul 16:00 Wib, diduga telah melecehkan profesi seorang jurnalis . Pasalnya, saat kedua Jurnalis yang tengah akan memantau dan mengabadikan salah satu proyek anggaran Dana Desa (DD), wilayah Desa Meliian tersebut, justru keduanya diduga mendapatkan pelecehan dari oknum Kades dan beberapa perangkat desa tersebut.

Menurut keterangan Fauzi Ishkak ,Wartawan Merdeka News yang didampingi rekannya Ali Saiin , mengatakan bahwa kita selaku pengontrol sosial penyambung lidah masyarakat telah dilecehkan oleh oknum Kades Melilian yang bernama Muhmidi. Bukan hanya dilecehkan saja, Alat kerja kita seperti HP juga dirampas oleh beberapa perangkat desa suruhan oknum Kades tersebut.

Baca Juga :  Siti Sundari : Perkuat Ekonomi Baru Formula Menghasilkan Produk Politik Berkualitas

Lanjut Ishak dan Ali Saiin, Oknum Kades tersebut, tidak hanya melecehkan profesi wartawan saja, Namun ia juga mengancam kita apabila memberitakan terkait buruknya pekerjaan proyek yang menggunakan Dana Desa (DD), ” Awas jika kamu beritakan buruk dana desa kamu bakal Saro atau Susah,” ujar oknum Kades Melilian.

Dikatakan nya, karena kami merasa terancam oleh oknum Kades dan beberapa perangkat saat kami bertugas guna mengontrol sosial terkait dugaan buruknya realisasi penggunaan anggaran dana desa didesa Melilian Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut, kami pun atas kejadian perbuatan yang tidak menyenangkan oleh oknum

Kades dan beberapa perangkat desa itu melaporkan hal ini kepihak Kepolisan sektor Gelumbang Polres Muara Enim, yakni dengan berdasarkan Laporan nomor LP: B./93/VIII/2019/Sumsel/Res/M.Enim, Tentang perbuatan tidak menyenangkan dalam Pasal 335 KUHP. ” Ya , atas kejadian perampasan kamera /HP milik kami sebagai jurnalis oleh oknum Kades Melilian tersebut, Hal ini telah kita laporkan kepihak Polsek Gelumbang karena kmai juga merasa terancam,” ungkap mereka, pada Kamis (22/08/19).

Baca Juga :  Pemdes Air Senggeris Selesai Bangun Posko Dan Siapkan Rumah Isolasi Mandiri

Dalam menjalankan tugas kewartawan di atur dalam Undangan undang Republik Indonesia NO 40 Tahun 1999 Tentang Pers di atur Bab Vlll Ketentuan Pidana Pasal 18 (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi Pelaksanaan Ketentuan pasal 4 ayat(2) dan ayat(3) di Pidana dengan Pidana Penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 ( Lima ratus juta rupiah ).

Semenatara oknum Kepala Desa (Kades) Mumaidi ketika dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak aktip .

Sementara dasar laporan dari pihak pelapor kepihak Polsek Gelumbang yakni pihak pelapor bernama Fauzi ishak Bin Muhamad Darpai, dengan laporan yang telah ditanda tangani A/N Kepala Kepolisian Sektor Gelumbang melalui anggota jaga regu A , Brigpol Ardiansyah untuk segala menindak lanjuti dan melakukan pemeriksaan serta Kepada Kejari Muara Enim,Inspektorat, Dinas PMD dan Bupati Kab.Muara Enim agar mengambil tindakan tegas di duga ada tindak Pidana Korupsi sehingg hal ini bisa terjadi dan tidak terulang lagi kepada yang lainnya.(tim)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan