News  

“Tak Mau Dicap Diri Tak Kenal Sanak”, Pesan Milad Broyot Teluk Kijing Muba

Ibu ibu IKBTKM pose bareng di sebuah gazeboo, lebak gelora pemancingan resto bukit besar Palembang

Palembang, gesahkita.com- ikatan keluarga Broyot Teluk kijing Muba (IKBTKM) dan Persatuan Amal Kematian (PAK) IKBTKM melangsungkan acara ulang tahun ke 2 tahun, di lebak Gelora Pemancingan resto, Bukit Besar Palembang, Sabtu, 31/08/19

Acara berkumpulnya ratusan broyot sanak saudara perantau dari Desa Teluk Kijing, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin ini merupakan rutin diadakan tiap tahunnya ungkap Asrori, selaku Ketua IKBTKM dalam kata sambutannya.

Ibu ibu IKBTKM pose bareng di sebuah gazeboo, lebak gelora pemancingan resto bukit besar Palembang

Dia memberi apresiasi kepada Panitia dan partisipasi dari sanak sanak broyot yang sudah hadir dan wujudkan acara silahturahmi ini.

“Alhamdullilah hari ini kami. IKBTKM dan PAK IKBTKM sampaj pada usia 2 tahun, banyak pencapaian kami sudah lakukan dan bisa ngumpulkan sanak sanak yang datang jauh dari penjuru nusantara, ada yang dari Pulau Jawa Kalimantan dan lain sebagainya”, ungkap dosen salah satu akademi kesehatan negeri di kota pempek ini.

Bung Asrori ketua IKBTKM saat terimah laporan dari ketua Panitia Ulang tahun IKBTKM dan PAK IKBTKM, Drs. Muazim Mirza

Bupati Banyuasin, H Askolani, SH MH, selaku bagian penasehat dalam perkumpulan ini, melalui juru bicara keluarga Sirojudin, S.Sos mengatakan kegiatan baik ini perlu dijaga dan dilestarikan karena tali silahturahmi dengan siapa pun harus tetap terpelihara begitu lah yang diajarkan dari orang tua tua dahulu memperkenalkan diri satu sama lain, memupuk tali persaudaraan. Yang tua menyayangi yang muda dan yang muda menghormati yang tua.

” Jadi Pak Bupati belum sempat bersama sama kita hari ini,
Karena padat nya agenda dan tugas tugas pekerjaan, beliau berpesan untuk menyampaikan salam hormat dan sayang pada kita semua dia apresiasi kita semua karena tetap menjaga nilai leluhur kita”, beber Sirod.

Margaretha Hasuni, Kepala Desa, Desa Teluk Kijing II turut hadir mewakili warga yang ada di Desa Teluk Kijing menyampaikan rasa bangga dalam pidato singkat nya seraya berucap selamat Milad kepada semua hadirin saling berkumpul dan bersilahturahim.

Pak Kades Margareta (ditengah) saat jumpa didampingi cek dan kupik di Milad IKBTKM

:”Jadi sebagai pemerintah Desa TelukKijing saya sangat bangga dan senang hati dengan ada nya kegiatan ini, saya salut dan apresiasi ketua IKBTKM dan PAK IKBTKM serta Panitia sudah berhasil kumpulkan sanak dulur disini’, ucap Pak Kades yang merupakan putra tokoh Musi Banyuasin, (Alm) H Hasuni ini.

Drs. Muazim Mirza, selaku Ketua Panitia dalam laporan singkatnya mengucapkan syukur dan terimakasih atas partisipasi dari semua pihak yang telah support terlaksana nya acara ini, baik itu berupa pemikiran, saran dan materi.

“Alhamdullillah acara ini sukses semua berkumpul yang tadi nya belum kenal sekarang jadi kenal”, ucap pria yang bekerja di salah satu BUMN di Palembang ini.

” Jadi selain acara ramah tamah, kita juga siapkan acara makan bareng, perkenalan diri ada juga hiburan musik plus door prize sebagai kenang kenangan atau cindra mata”, imbuh Anang Azim Mirza.

H Armamsyah, SE MM dari kiri dengan pengurus IKBTKM saar pose pada acara Milad IKBTKM, lebak gelora pemancingan resto

Profesional keuangan dan perbangkan yang merupakan kelahiran Desa Teluk Kijing turut singgahi kegiatan perkumpulan komunal ini. Dirinya menyampaikan rasa senang hati bisa bertatap langsung dengan broyot dulur semasa kecil saat di kampung.

“Ya saya mendukung dan berharap tetap terpelihara temali persaudaraan ini”, ungkap H Armansyah, SE MM.

Zaura Sahman yang akrab dipanggil Cek Zaura turut hadir bersama kalangan ibu ibu lain nya menyampaikan ungkapan kesan dan rasa senang hati, ” Wow Alhamdullilah jika selama ini kita membaurnya via grup grup Whatsapp dan facebook saja, saya sampaikan salut buat panitia, terimakasih dari Cek mu ya..!”, ucap perempuan yang aktip dengan giat Posyandi dan PAUD ini.

 

Ada lagi tokoh kalangan perantau yang cukup lama tinggalkan sanak dulur dulur nya disini. Dalam ramah tamah singkat dia bercerita bahwa hampir seluruh wilayah nusantara ia sempat singgahi.

Letkol Ali Sabhan saat sampaikan sepata kata pada Milad IKBTKM

Hingga terakhir tanah Borneo atau kalimantan dia jadikan pijakan lalu ia diberi kesempatan balik lagi ditanah Melayu Sumatera Selatan. Pria yang masih aktif di jajaran perwira menengah TNI di Kodam II Sriwijaya ini tak luput dari kerinduan akan perjumpaan dengan sanak saudara nya.

“Saya mendukung kegiatan serupa di masa masa akan datang”, ucap Ali.

” Jika bukan kita kita ini yang mengawali pertalian ini siapa lagi..!”, pungkas pria yang bernama lengkap Letkol Ali Nabhan, SH

Dari pantauan awak gesahkita.com acara ini juga ditutup oleh Ir H Mansyur Madrun, MSi salah satu ASN yang sedang mengabdikan dirinya di salah satu dinas Kota Palembang.

Ir H Mansyur Madrun, MSi bersuafoto berlatar para undangan di Lebak Gelora Pemancingan, Bukit Lama Palembang

Ketika ditanya soal kesan dan pesan moral diadakan acara dan perkumpulan seperti ini, diri berujar ini bagian dari nasehat ‘tetua’ ( red orang orang yang dihormati) di kampung nya. Orang tua akan malu jika anak nya tidak saling mengenal.

” Takutnya nanti dicap diri tak kenal sanak”, ucap nya.

Dia mengulang dengan dialeknya, ” agek dikateke urang dak tau sanak”, pungkas Pak Haji Mansyur Madrun.

Penulis Silok
Editor : AS Jaridun

banner selamat menunaikan ibada puasa

banner selamat menunaikan ibada puasa

banner selamat menunaikan ibada puasa

hari santri nasinonal

Tinggalkan Balasan