Jenis Penyakit Akibat Kabut Asap, Sesak Nafas Salah Satu Nya

  • Bagikan
ilustrasion (credited shutterstock)

Palembang, gesahkita.com-Asap singkatan dari As Soon As Possible. Tapi asap yang jadi momok bagi kita kita yang tinggal di Sumatera dan Kalimantan ini adalah sisa sisa hutan terbakar baik dengan cara sengaja maupun tidak sengaja.

Kali ini kita tidak sedang mau ngebahas soal hutan dibakar itu loh ya. Yang kita akan berbagi kali ini soal ancaman kesehatan, tepatnya penyakit penyakit apa saja yang bisa timbul akibat Asap ini.Untuk lebih jelasnya simak yuk berikut ini:

Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Ribuan orang dilaporkan terkena infeksi saluran pernafasan (ISPA)  atas sejak kabut asap menggelayut di langit Sumatera. ISPA sejatinya  disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh kabut asap. Tapi polusi udara yang parah, ditambah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh bisa mengakibatkan gangguan pernafasan atau dengan kata lain mempermudah terjadinya ISPA. Kemampuan paru dan saluran pernafasan mengatasi infeksi berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.ISPA selama ini banyak menjangkiti anak-anak dan kaum lansia.

Baca Juga :   Anda Sudah Tahu Tentang Fakta Menstruasi Pertama (Menarche)

Asma

Selain genetik, penyakit Asma juga disebabkan oleh buruknya kualitas udara. Kabut asap yang saat ini merajalela membawa partikel berukuran kecil yang masuk melalui saluran pernafasan dan menyebabkan gangguan  layaknya asap rokok. Penduduk yang mengidap Asma, terutama anak- anak, adalah kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap ancaman kabut asap.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik

PPOK menggabungkan berbagai penyakit pernafasan semisal Bronkitis. Menurut Yayasan Paru-paru Kanada, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan bisa berakibat fatal pada penderita PPOK, karena mengurangi/memperburuk kinerja paru-paru. Semakin lama pasien terpapar kabut asap, semakin besar juga risiko kematiannya.

Penyakit Jantung

Kabut asap membawa partikel mini bernama PM2.5 yang dapat masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernafasan. Sebuah studi oleh California Environmental Protection Agency tahun 2014 membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama menggandakan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

Baca Juga :  Udara Lahan Konsesi , WALHI Hadiahi Gubernur Sumsel Masker

Iritasi

Dalam bentuk yang paling ringan, paparan kabut asap bisa menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung serta menyebabkan sakit kepala atau alergi. Asosiasi Paru-paru Kanada mengingatkan, masker wajah tidak melindungi tubuh dari partikel ekstra kecil yang dibawa kabut asap.

Sekarang sudah pada tau ya sebagai informsi awal akibat asap dan penyakit yanv akan ditimbulkan nya. Maka ada baiknya sedia payung sebelum hujan semoga kabut asap ini akan cepat berakhir dan kita semua serta saudara kifa akan terhindat dari penyakit penyakit itu.(asj/akn)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan