Kalingkong Proyek Gudang Pendingin, Kejari Muba Tetapkan Kadis Perikanan Tersangka

BerandaNewsKalingkong Proyek Gudang Pendingin, Kejari Muba Tetapkan Kadis Perikanan Tersangka

Published:

kejari Muba

Sekayu, localhost/server/gkx–“Setelah melalui pemeriksaan yang panjang dan detail, hari ini kita tetapkan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gudang beku terintegrasi skala kecil,” ujar Suyanto, Kepala Kejari Muba, Kamis (10/10)

 

 

Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (MUBA) menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gudang beku terintegrasi skala kecil pada Dinas Perikanan Muba tahun anggaran 2016.

 

Ketiga orang tersangka yakni AM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Muba, MR selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan RH pelaksana kegiatan atau kobtraktor.

 

 

Lebih lanjut Suyanto mengatakan, besaran anggaran dalam proyek pembangunan gedung yang berada di Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba tersebut senilai lebih kurang Rp 2.048 Miliar. Dimana berdasarkan hasil audit BPKP kerugian yang timbul sebesar Rp 500 juta.

 

“Anggaran pembangunan gedung ini berasa dari APBN, kerugian negara sebesar Rp500 juta itu hasil audit BPKP Perwakilan Sumsel,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, modus penyimpangan atau perbuatan melawan hukum yang digunakan para tersangka mulai dari tahap perencanaan. Dimana konsultan perencanaan satu atap dengan kontraktor pelaksanaan pengadaan mesin serta penyusunan HPS oleh PPK di mark up dan sudah mengacu pada merk atau pabrikan tertentu.

“Pada tahap pelelangan terjadi persekongkolan antara KPA, PPK, dan pelaksana pekerjaan untuk memenangkan perusahaan yang dibawa oleh pelaksana pekerjaan dan  pada saat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi serta RAB,” ungkapnya.

 

Sementara Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Muba, Arie Apriansyah mengatakan, pembangunan gudang beku (fisik), pengadaan mesin cold storage, dan air blast freezer bersumber dari APBN Tugas Pembantuan tahun anggaran 2016.

 

“Lambatnya penetapan tersangka ini karena lamanya keluar hasil audit BPKP. Kita meminta keterangan 27 saksi, 3 saksi ahli, serta mengamankan alat bukti berupa dokumen SK, DIPA, sampai dengan dokumen pencairan,” jelas dia.

 

Untuk Pasal yang disangkakan yakni Primer Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana yang telah diubah atau ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 

“Untuk subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana yang telah diubah atau ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” tandas dia

 

Sementara, Kadis Perikanan Muba, Abdul Mukohir tidak memberikan pernyataan apapun kepada awak media usai menjalani pemeriksaan tetutup di ruang Pidsus Kejari Muba. Bahkan, Mukohir yang mengenakam pakaian batik berwarna biru berusaha menghindar dengan melangkah begitu cepat kearah mobil.(apri & others)

Berita Terbaru

selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra