[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJtYXJnaW4tcmlnaHQiOiIyMCIsIm1hcmdpbi1ib3R0b20iOiIwIiwibWFyZ2luLWxlZnQiOiI2IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2N30=" toggle_hide="eyJwaG9uZSI6InllcyJ9" ia_space="eyJwaG9uZSI6IjAifQ==" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwaG9uZSI6IjIwIn0=" avatar_size="eyJwaG9uZSI6IjIwIn0=" show_menu="yes" menu_offset_top="eyJwaG9uZSI6IjE4In0=" menu_offset_horiz="eyJhbGwiOjgsInBob25lIjoiLTMifQ==" menu_width="eyJwaG9uZSI6IjE4MCJ9" menu_horiz_align="eyJhbGwiOiJjb250ZW50LWhvcml6LWxlZnQiLCJwaG9uZSI6ImNvbnRlbnQtaG9yaXotcmlnaHQifQ==" menu_uh_padd="eyJwaG9uZSI6IjEwcHggMTVweCA4cHgifQ==" menu_gh_padd="eyJwaG9uZSI6IjEwcHggMTVweCA4cHgifQ==" menu_ul_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4In0=" menu_ul_space="eyJwaG9uZSI6IjYifQ==" menu_ulo_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4IDEwcHgifQ==" menu_gc_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4IDEwcHgifQ==" menu_bg="var(--news-hub-black)" menu_shadow_shadow_size="eyJwaG9uZSI6IjAifQ==" menu_arrow_color="rgba(0,0,0,0)" menu_uh_color="var(--news-hub-light-grey)" menu_uh_border_color="var(--news-hub-dark-grey)" menu_ul_link_color="var(--news-hub-white)" menu_ul_link_color_h="var(--news-hub-accent-hover)" menu_ul_sep_color="var(--news-hub-dark-grey)" menu_uf_txt_color="var(--news-hub-white)" menu_uf_txt_color_h="var(--news-hub-accent-hover)" menu_uf_border_color="var(--news-hub-dark-grey)" f_uh_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_uh_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_uh_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_links_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_links_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_links_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_uf_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_uf_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_uf_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_gh_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_gh_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_gh_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_btn1_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_btn1_font_weight="eyJwaG9uZSI6IjcwMCJ9" f_btn1_font_transform="eyJwaG9uZSI6InVwcGVyY2FzZSJ9" f_btn2_font_weight="eyJwaG9uZSI6IjcwMCJ9" f_btn2_font_transform="eyJwaG9uZSI6InVwcGVyY2FzZSJ9" f_btn2_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9"]

“Sungai Komering  Ceriteramu Dahulu, Kini Terkontaminasi Limbah

BerandaNews"Sungai Komering  Ceriteramu Dahulu, Kini Terkontaminasi Limbah

Published:

Pamandangan permukaan sungai komering

Muaradua, localhost/server/gkx–Secara geografis daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan merupakan kawasan perairan. Teruntai jelas mulai dari hulu sampai dengan hilir sisi kiri dan kanan sungai merupakan kawasan pedesaan dan pemukiman dimana masyarakat banyak menggantungkan kebutuhan aktifitas sehari hari  pada sungai ini.

Dari pantauan awak media localhost/server/gkx dilapangan nyata nya sungai di wilayah ini banyak yang sudah terkontaminasi oleh limbah rumah khusus limbah rumah tangga dan industri industri rumahan(home industri) seperti industri tahu dan tempe ditambah system sanitasi masih kurang secara penataan, estetika berkesan kumuh tak elok di pandang.

Bantaran Sungai komering terlihat pemukiman penduduk sedari dulu menggantungkan hidup pada sungai itu

Lalu keindahan sungai komering dahulu kini berubah pekat air limbah dengan macam aneka sumber penyebanya.

Lihat saja di daerah bantaran sungai yang dekat dengan kota Muaradua, tempat sanitasi warga masih banyak yang langsung dibuang ke sungai, limbah industri kecil seperti limbah pembuatan tahu tempe diperparah dengan galian c yang menjamur di bantaran sungai wilayah ini akibat nya ekosistem terancam rusak

Pengaduan masyarakat akan dampak dari pencemaran lingkungan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan masih sangat minim. Itu terlihat dari laporan yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat sejak beberapa tahun terakhir, begitu diungkap Said Oktariano, SE, selaku Seksi Pengaduan Dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan, DLH OKU Selatan, saat ditemui di kantor nya, Rabu (15/10/2019).

Dilanjutkannya, “Memang sangat minim laporan yang masuk, bahkan dapat kami katakan tidak ada sejak beberapa tahun terakhir. Kita kurang tahu, apa memang tidak ada pencemaran atau sengketa lingkungan di wilayah kita ini”.

Ia meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi lingkungan dari pencemaran ataupun pengrusakan. Pihaknya juga menerima langsung pengaduan dari masyarakat  jika hendak melapor.

“Kami siap menerima aduan dan akan kita proses jika terbukti dari aduannya itu,” tambahnya.

Investigasi awal fisik aliran sungai komering

Said juga menambahkan, dalam menjaga lingkungan memang harus bersinergi antar sesama dan tidak dapat terlaksana oleh sekelompok atau golongan saja.

“Semuanya harus berpartisipasi agar lingkungan kita terjaga dengan baik,” katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak takut untuk melaporkan jika di wilayah tempat tinggal terjadi pencemaran terhadap lingkungan oleh pihak – pihak tertentu.

“Ragam dari pencemaran itu misalnya limbah, bisa jadi sungai dan udara,” pungkasnya, (Hendra)

hari pahlawan hari pahlawan hari pahlawan bantuan hukum grand fondo, danau ranau grand fondo, danau ranau sumpah pemuda, dinas pu sumpah pemuda, bappeda sumpah pemuda, bpkad hut kabupaten pasuruan hari jadi ke 1093 kabupaten pasuruan hari kesaktian pancasila peringatan kesaktian pancasila

Jendela Sastra