“Sungai Komering  Ceriteramu Dahulu, Kini Terkontaminasi Limbah

  • Bagikan
Bantaran Sungai komering terlihat pemukiman penduduk sedari dulu menggantungkan hidup pada sungai itu
Pamandangan permukaan sungai komering

Muaradua, gesahkita.com–Secara geografis daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan merupakan kawasan perairan. Teruntai jelas mulai dari hulu sampai dengan hilir sisi kiri dan kanan sungai merupakan kawasan pedesaan dan pemukiman dimana masyarakat banyak menggantungkan kebutuhan aktifitas sehari hari  pada sungai ini.

Dari pantauan awak media gesahkita.com dilapangan nyata nya sungai di wilayah ini banyak yang sudah terkontaminasi oleh limbah rumah khusus limbah rumah tangga dan industri industri rumahan(home industri) seperti industri tahu dan tempe ditambah system sanitasi masih kurang secara penataan, estetika berkesan kumuh tak elok di pandang.

Bantaran Sungai komering terlihat pemukiman penduduk sedari dulu menggantungkan hidup pada sungai itu

Lalu keindahan sungai komering dahulu kini berubah pekat air limbah dengan macam aneka sumber penyebanya.

Lihat saja di daerah bantaran sungai yang dekat dengan kota Muaradua, tempat sanitasi warga masih banyak yang langsung dibuang ke sungai, limbah industri kecil seperti limbah pembuatan tahu tempe diperparah dengan galian c yang menjamur di bantaran sungai wilayah ini akibat nya ekosistem terancam rusak

Baca Juga :  Ketua TP PKK Oku Selatan Gerak Cepat Implementasikan Program Kesehatan Bupati

Pengaduan masyarakat akan dampak dari pencemaran lingkungan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan masih sangat minim. Itu terlihat dari laporan yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat sejak beberapa tahun terakhir, begitu diungkap Said Oktariano, SE, selaku Seksi Pengaduan Dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan, DLH OKU Selatan, saat ditemui di kantor nya, Rabu (15/10/2019).

Dilanjutkannya, “Memang sangat minim laporan yang masuk, bahkan dapat kami katakan tidak ada sejak beberapa tahun terakhir. Kita kurang tahu, apa memang tidak ada pencemaran atau sengketa lingkungan di wilayah kita ini”.

Ia meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi lingkungan dari pencemaran ataupun pengrusakan. Pihaknya juga menerima langsung pengaduan dari masyarakat  jika hendak melapor.

“Kami siap menerima aduan dan akan kita proses jika terbukti dari aduannya itu,” tambahnya.

Investigasi awal fisik aliran sungai komering

Said juga menambahkan, dalam menjaga lingkungan memang harus bersinergi antar sesama dan tidak dapat terlaksana oleh sekelompok atau golongan saja.

Baca Juga :  Kelolah Sampah Serampangan, TPA Bendi Memprihatinkan Ganggu Pengguna Jalan

“Semuanya harus berpartisipasi agar lingkungan kita terjaga dengan baik,” katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak takut untuk melaporkan jika di wilayah tempat tinggal terjadi pencemaran terhadap lingkungan oleh pihak – pihak tertentu.

“Ragam dari pencemaran itu misalnya limbah, bisa jadi sungai dan udara,” pungkasnya, (Hendra)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan