Sederet Prestasi Putri Rahmadona,  Kini Taruni Poltekim Imigrasi Ternyata FK Unsri ia Tinggalkan

  • Bagikan

 

Putri Rahmadona dalam uniform Poltekim senyum sumringah terpancar

Muaraenim, gesahkita.com–

Gantungkan cita cita mu setinggi langit maka disana kau akan bebas memetik bintang. Persis yang dialami gadis cantik cerdas dan bertalenta ini.

Ia menjadi Taruna/Taruni Politeknik Keimigrasian tentu menjadi harapan banyak orang. Hal itu diketahui dari ribuan pendaftaran di Politeknik Imigrasi(POLTEKIM) Ikatan Dinas Kementrian Hukum dan HAM RI, hanya ratusan yang bisa diterima pada tiap tahunnya.

 

Yang demikian dirasakan salah seorang warga Kabupaten Muara Enim, Putri Rahmadona (19), gadis asal Tanjung Enim merasa bangga dirinya bisa berhasil, dan mampu bersaing dengan ribuan pendaftar se-Indonesia.

 

“Satu kebanggaan bagi saya sendiri selaku putri daerah Kabupaten Muara Enim bisa bersaing se-nasional. Di Politeknik Imigrasi, banyak dari Sumatera Selatan, dan dari Pulau Jawa, Kalimantan, dan lainnya,”ungkap Dona kepada koran ini, Senin (11/11/2019).

 

 

 

Putri Rahmadona baru saja mengikuti upacara serah terima dan pembukaan masa pembinaan awal calon taruna Poltekim di Kampus Depok Jawa Barat, (6/11/2019). Pada acara itu, kedua orang tua hadir, dia putri pasangan Handono SPd MSi, dengan Aprilainy Arif Hanif. Ditempat menempuh pendidikan tersebut, Putri mengaku senang mendapat teman baru dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Terungkap Minat Baca Masih Rendah,  Banyuasin Cerdas Butuh Inovasi

 

“Ini pengalaman berharga bagi saya karena bisa berteman dengan banyak orang dari berbagai daerah. (seakan) seperti waktu saya kecil,”kata Dona.

 

Putri Rahmadona merupakan alumni SMA Negeri 1 Lawang Kidul tahun 2017 lalu, dia sempat menempuh kuliah di Fakultas Kedokteran UNSRI selama 3 semester. Karena keinginan kuat masuk di Politeknik Imigrasi, Dona kemudian mendaftarkan sendiri pada tahun ini. Seleksi masuk Poltekim dimulai pada Mei hingga September kemarin.

 

“Ada sekitar 10 ribu pendaftar, diterima 620 orang se indoniesia. Ada 8 tahap tes SKD sistem CAT di BKN, kesehatan, samapta, psyco, wawancara, adm, pantuhir pengamatan fisik dan ktrampilan,”ungkap Dona lagi.

 

Ternyata, masa belajar di bangku SMA, Dona juara kelas dan aktif di berbagai kegiatan ektrakurikuler. Meliputi masuk tim Paskibra Kabupaten Muara Enim (2017), Duta Anti Narkoba(2018), Gadis Serasan (2018), Gadis Pariwisata (2019), dan Gadis Keprawatan FK UNSRI 2019.

Baca Juga :  Camat Tiga Dihaji Inspektur Upacara HUT PGRI 74 dan Hari Guru 2019

 

Handono SPd MSi, selaku orang tua dari Putri Rahmadona mengaku bangga kepada putrinya tersebut. Sebagai orang tua, pihaknya sangat mendukung cita-cita anaknya tersebut yang ingin mengabdi kepada negara di Kementrian Hukum dan HAM RI.

 

“Masa awal pembinaan siswa taruna selama 2 bulan markas marinir Jakarta selama tes berada di Jakarta Kampus BPSDM Kemenkum HAM Depok Jakarta ada dua jurusan Prodi ilmu kemasyarakatan dan ke imigrasi jurusan administrasi imigrasi, IT imigrasi, hukum imigrasi. Dia akan menempuh sekolah dinas selama 4 tahun,”kata Handono.(edward)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan