Dirut RSMH Palembang Laporkan  Korak Demo ke Polda Sumsel

  • Bagikan
papan nama RSMH Palembang
papan nama RSMH Palembang

Palembang, gesahkita.com–Ujung dari aksi demo yang dilakukan masa Aliansi Masyarakat Sumatera Se (AMSS) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Selasa (22/11/2019) lalu,

Direktur Utama (Dirut) RSMH Palembang melalui tim advokasi melaporkan Koordinator Aksi (Korak) ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (15/11) sore.

Seperti tertera dalam surat laporan bernomor : STTLP / 939 / XI / 2019 / SPKT Polda Sumsel tertanggal (15/11) sebagai terlapor Korak AMSS bernisial RI.

tim advocate dirut rsmh palembang

Menurut Ketua tim advokasi RSUP Moh Hoesin Palembang, M Edy Siswanto SH MH didampingi Husni Chandra SH MH dan Iir Sugiarto SH mengatakan, saat melakukan aksi demo, terlapor sudah menebar kebencian dan fitnah.

“Juga menuduh Dirut RSUP Moha Hoesin Palembang sebagai mafia proyek sehingga minta diadili dan ditangkap. Dari orasi yang disampaikan terlaporkan itu merupakan bentuk tuduhan bukan lagi dugaan,” terang Edy Siswanto kepada awak media.

 

Edy menambahkan, terlapor langsung menuduh, sehingga kliennya yakni Dirut RSUP Moh Hoesin Palembang yakni Dr Mohammad Syahril kehormatan dan harga dirinya terganggu.

Baca Juga :  PPKD dan BPD Lubuk Lancang Menggelar Rapat Pleno, Penetapan Kades Terpilih Rusdi Tamrin.

 

“Perlu diketahui yang dituntut dalam demo AMSS tersebut adanya pembangunan tahap tiga gedung. Belum dilakukan pembayaran satu rupiah pun kepada kontraktor. Kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan tersebut tidak meminta uang DP,” ungkap Edy.

 

Ditambahkan Edy, meskdi demikian kontraktor sudah melakukan pekerjaan. “Jadi kalau semua proses sudah berjalan sesuai dengan mestinya barulah setelah itu dilakukan audit oleh pengawas dan jika sudah memenuhi standar baru proses pembayaran dilakukan,” tutupnya.

 

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan laporan tersebut. “Kami terima dan segera kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu,” kata Superiadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS), Selasa (12/11) mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

 

Kedatangan massa AMSS meminta pihak Kejati untuk melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi pembangunan gedung baru RSUP Moh Hoesin yang diduga telah merugikan keuangan negara. (ifn)

Baca Juga :  BPBD OKU Sudah Melakukan Evakuasi Terhadap Warga Terisolir Banjir Baturaja.

 

 

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan