Beda dengan Susi, Edhy Prabowo Kapal Pencuri Ikan Jadi Rumah Sakit

  • Bagikan
Menteri KKP, Edhy Prabowo
Menteri KKP, Edhy Prabowo

Jakarta, gesahkita.com– Ada ungkapan ‘Many Man many Mind’ begitu hal nya yang terjadi dengan kementerian KKP bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan menghibahkan kapal ilegal berbendera negara asing, ke universitas atau dijadikan rumah sakit terapung.

Kebijakan Edhy Prabowo itu berbeda dari mantan Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang memilih menenggelamkan kapal ilegal.

“Saya lebih cenderung menyerahkan ke yang membutuhkan.”

“Mungkin diserahkan ke lembaga pendidikan, karena banyak kampus perikanan perlu praktik kapal tanker,” ujar Edhy Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, baru ini.

“Kemudian juga bisa diserahkan untuk rumah sakit.”

“Ada kapal yang luar biasa besar di Provinsi Aceh yang sampai 3 ribu GT, bisa jadi rumah sakit,” sambung Edhy Prabowo.

Meski nantinya dihibahkan, kata Edhy Prabowo, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memastikan kapal ilegal tersebut dimanfaatkan dengan baik, bukan untuk dijual ke pihak lain.

“Jadi nanti diserahkan dan pengawasannya akan melekat,” ucap polikus Partai Gerindra itu.

Edhy Prabowo menilai, proses penyerahan kapal ilegal tentu harus menunggu proses hukum dari pengadilan selesai sampai tuntas.

“Mereka akan kejar pelanggar illegal fishing di tengah laut, dan kami sudah buktikan, ada dua pelanggaran yang terjadi.”

“Melibatkan empat kapal, satu di laut Sulawesi, ada kapal dari negara tetangga kita masuk,” papar Edhy Prabowo.

“Satu lagi di Selat Malaka kemarin yang juga berbendera negara tetangga.”

“Mereka kita kejar dan menyerah, ya enggak perlu lagi tindakan represif kan?” imbuhnya.

Sebelumnya, Edhy Prabowo menegaskan tidak bakal ada lagi penenggelaman kapal, seperti di era pendahulunya, Susi Pudjiastuti.

Saat menjadi Menteri KP, Susi Pudjiastuti terkenal dengan aksi penenggelaman kapal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Namun Edhy Prabowo punya kebijakan lain.

Baca Juga :  Politisi Gerindra Setuju Keran Ekspor Benih Lobster Dibuka Menteri KKP

Hal itu ia tegaskan saat memimpin simulasi peledakan kapal di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Jembatan II Barelang Batam, Rabu (13/11/2019).

“Tidak ada lagi penenggelaman kapal. Kalau sudah ada kapalnya di pelabuhan, ya ngapain ditenggelamkan?”

“Lain cerita kalau kapalnya lari saat dikejar, ya maka kita tenggelamkan,” ujarnya kepada awak media.

Saat ditanya apakah benar-benar bakal tidak ada lagi penenggelaman kapal asing pencuri ikan, Edhy Prabowo menjawab dirinya tidak takut melakukan hal itu.

“Anda jangan pancing-pancing saya untuk melakukan penenggelaman, saya tidak takut! Jika harus ditenggelamkan maka saya tenggelamkan,” tegasnya.

Edhy Prabowo menilai upaya penenggelaman kapal oleh menteri sebelumnya merupakan terobosan bagus.

“Oh iya, penenggelaman kapal itu terobosan menteri sebelumnya itu, saya pikir bagus.”

“Namun menurut saya mengelola laut bukan hanya sebatas peledakan kapal, namun harus kita pikirkan setelah itu ada pembinaan,” tuturnya.

Pembinaan, katanya, bisa berupa pembinaan industri perikanan, perizinan, dan tangkapan yang dihasilkan nelayan.

“Kalau memang kita harus tenggelamkan, tidak ada masalah, maka akan kita lakukan sebagaimana perintah Presiden,” ucapnya.

Kata Edhy Prabowo, untuk saat ini ia akan fokus membina nelayan.

“Hal itu sebagaimana perintah Presiden bahwa saya harus membangun komunikasi dengan nelayan, memperbaiki birokrasi dan izin- izin yang sudah lama.”

“Saya tegaskan, jangan memusuhi nelayan. Kalau ada yang salah jangan langsung dipidana, harus dibina dulu, sehingga kita menjadi tempat mengadunya nelayan,” paparnya.

Tetapi sebaliknya, Edhy Prabowo menegaskan, pihak yang harus diwaspadai adalah pencuri kapal dan pencuri ikan oleh nelayan asing.

“Sejengkal air Indonesia harus kita jaga untuk kedaulatan negara kita, dan untuk warisan anak cucu kita,” ucapnya.

Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Batam dalam rangka apel siaga kesiapan anggota Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Jembatan II Barelang Batam.

Baca Juga :  Kementerian  KKP Dukung Sumsel  Citrakan Kembali Penghasil Ikan

Dalam sambutannya, Edhy Prabowo mengaku cukup bangga melihat kesiapan anggota PSDK Kota Batam.

“Sebagai wilayah kelautan, kita adalah tombak utama dalam menjaga laut kita,” cetusnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota PSDKP yang siap dalam segala tugas, demi menjaga laut dan sumber daya laut.

“Tugas di tengah laut bukan mudah, harus jauh dari keluarga, tinggal di tengah laut demi menjaga laut Indonesia. Saya bangga,” paparnya.

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti berharap semua kebijakannya dapat dipertahankan pemerintahan selanjutnya.

Menurutnya, kebijakan yang dibuat oleh kementerian yang ia pimpin terbilang bagus.

“Semuanya, semua kebijakan kita (KKP), karena kebijakan yang kita lakukan sudah bagus,” ujarnya di Kantor KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Salah satunya, ujar Susi Pudjiastuti, program menenggelamkan kapal dalam negeri maupun asing yang terbukti melakukan illegal fishing.

Ia menuturkan, cara tersebut ampuh dan membuat pemilik kapal jera untuk mengulangi perbuatannya tersebut, ketimbang menyita dan melelang kapal tangkapan.

“Ya mesti ditenggelamkan dong (kapal). Kalau disita, ditangkap lagi, kita berapa kali kita menangkap kapal yang sudah ditangkap.”

“Terus dilelang, dibeli sama yang punya, balik lagi, nangkap lagi, emang kita kurang kerjaan? Tenggelamkan saja,” tegasnya.

“Penalti tidak akan menyelesaikan persoalan, bisa dipakai untuk nyolong lagi,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, pernah beberapa kali meminta dan mengingatkan menteri asal Pangandaran itu, agar berhenti menenggelamkan kapal.

Namun Susi Pudjiastuti tak peduli. Sejak memimpin KKP, terhitung 556 kapal yang dimusnahkan, sebagian besar berasal dari Vietnam dan Filipina.

Rinciannya, 321 kapal berbendera Vietnam, 92 kapal Filipina, 24 kapal Thailand, 87 kapal Malaysia, Papua Nugini 2 kapal, RRT 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Berlize 1 kapal, dan 26 kapal Indonesia.

Baca Juga :  YL Oknum KPUD Dilaporkan Aliansi Indonesia Oku Timur Dugaan Suap 2,5 Miliar

Saat disinggung mengenai apakah ia tetap ingin menjadi pembantu Presiden, Susi Pudjiastuti enggan menerima pertanyaan dari awak media.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga berharap Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, terus dipertahankan.

Perpres 44/2016 mengatur tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Terbuka, dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

“Saya berdoa Presiden tidak merevisi Peraturan Presiden Nomor 44.”

“Karena itu bentuk komitmen beliau menjaga sumber daya untuk Indonesia,” ucapnya di sela konferensi pers di kantornya, Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Susi Pudjiastuti meyakini Perpres 44/2016 bakal menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Jika sampai direvisi, dia menilai hal ini sangat berbahaya bagi kedaulatan laut Indonesia.

Susi Pudjiastuti juga menyinggung pihak-pihak yang ‎kerap protes karena adanya pengaturan di bidang perikanan.

Menurutnya, peraturan yang dibuat itu semata-mata agar perikanan lebih produktif.

“Orang gila yang berpikir terlalu banyak larangan bikin ikan susah didapat.”

“Ikan justru makin banyak kalau jaring yang digunakan jangan terlalu kecil, menangkap dengan zonasi dan lainnya,” beber Susi Pudjiastuti.

Susi Pudjiastuti juga mengaku tidak habis pikir soal anggapan yang mengatakan para investor takut masuk ke Indonesia karena ada penenggelaman kapal.

Dia menegaskan, ‎Presiden Jokowi sudah menyatakan investor asing boleh masuk Indonesia, namun hanya untuk membeli dan mengolah ikan.

Sedangkan soal menangkap ikan, itu bagian dari nelayan Indonesia.

“Ada yang bilang investor takut sama penenggelaman kapal, memang yang investasi yang ditenggelami?”

“Kan yang ditenggelami ya yang mencuri ikan.”

“Investasi ‎asing memang oleh Presiden tidak diperbolehkan di penangkapan ikan, tapi lain-lainnya terbuka, 100 persen saham asing boleh seperti di pengelolaan,” paparnya.

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan