Menanti Kebijakan Seorang Nadiem Terkait Kemampuan Bahasa Inggris pada IPM Indonesia

  • Bagikan
Nadiem Makarem

Palembang, gesahkita.comMasih segar dalam ingatan kita akan di dunia pendidikan yaitu keputusan yang menghapus Mapel Bahasa Inggris pada kelas 1 hinga 3 SD. Lalu mata pelajaran ini masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, setara dengan pramuka atau unit kesehatan sekolah (UKS).  Karena hanya menjadi bagian ekstrakurikuler, bahasa Inggris disuguhkan dalam metode kreatif saja, dan bahkan ada sebagian sekolah sama sekali menghilangkan Mapel ini.

Banyak guru Bahasa Inggris dalam sebuah diskusi dengan ketus mengungkapkan ini merupakan ‘absent of mind’ dengan alasan pula kemampuan berbahasa termasuk kemampuan motorik berjenjang yang membutuhkan praktik nya dalam guiding, transfer dan training.

Dalam forum forum alumni penerima beasiswa Australia, Canada, Amerika dan Inggris menyayangkan penghapusan ini dilakukan mengingat dihargai nya mereka pada pergaulan internasional tak terlepas dari masa masa sekolah yang memang ditempa dan digojlok oleh pembiasaan yang baik pula dari para guru di sekolah kala itu akan pelajaran ini.

Baca Juga :  Tips How to Understand Bahasa Indonesia Easily for Expat?

Sebaliknya pada tingkat perguruan tinggi, kemampuan bahasa Inggris lebih diharuskan lagi semenjak 2011. Sebagian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mahasiswa tingkat akhir harus menyertakan bukti  TOEFL Test Prediction minimum 450 score sebagai syarat untuk mengikuti ujian skripsi.

Baru baru ini, Lembaga pelatihan Education First menyatakan Indonesia berada pada nomor 61 dunia dalam kemampuan berbahasa inggris.  Lembaga ini telah merilis indeks kemampuan berbahasa Inggris negara negara di dunia dengan tajuk English Proficiency Index (EPI).

Indeks ini mengukur bagaimana tingkat kemampuan bahasa Inggris di negara negara non penutur di seluruh dunia.  Seperti  mengutip dari businesss insider, peringkat pertama  adalah Belanda. Kemudian disusul oleh Swedia, Norwegia dan Denmark.

Sementara Singapura turun dua peringkat beradaa di posisi kelima. Negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina berada di posisi 20, Malaysia berada di posisi 26.  Bagaaimana Education First menilai indeks tersebut?  Mereka melihat pada nilai EF Standard English Test Score dari 2,3 juta orang di 100 negara di dunia. Rata rata skor tes Indonesia adalah 50,06. Sementara negara tetangga seperti Singapura ada di angka 66,82, Filipina 60,14 dan Malaysia 58,56.

Baca Juga :  English Idioms of the Body, Face and Head

Menurut Education First, kemampuan berbahasa  Inggris ini sangat penting, karena semakin tinggi kemampuan bagi penutur asing  maka semakin tinggi pula pendapatannya.  Negara  yang memilliki standar tinggi dalam bahasa Inggris  juga cenderung memiliki skor Indeks Pembangunaan Manusia (IPM) yang tinggi.

Dalam laporan  tersebut juga ditemukan bahwa lima industry dengan penutur asing bahasa Inggris terbaik adalah sektor farmasi, perbankan, teknologi, telekomunikasi dan konsultasi. Sementara sektor dengan kemampuan bahasa Inggris terendah adalah ritel, manufaktur, logistik, pendidikan, dan pemerintahan.

Adapun pekerjaan dengan penutur bahasa Inggris terbaik adalah di bidang hukum, keuangan dan riset, sementara yang terburuk adalah akuntansi, distribusi, dan administrasi.

Terakhir kita sama sama menanti jurus jitu apa kira kira jika Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengetahui terkait indeks kemampuan Bahasa Inggris SDM kita? Bagaimana sikap seorang Menteri Pendidikan yang notabene jebolan dari Harvard University US ini terkait Mata Pelajaran Bahasa Inggris yang berjenjang ini?(asj/asri/others)

Baca Juga :  Indonesian Grammar For Some Expat, Take A Look Here With Sample ..!

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan