Satu Ronde 4 Kebijakan Termasuk UN Nadiem Gebrak, 3 Yang Lain Disini…

  • Bagikan
Mendiknas Nadiem Makarim

Jakarta, gesahkita.com--Berbagai macam ungkapan reaktif  dari publik setelah Mendiknas Nadiem Makarim melakukan Gebrakan dinilai cukup berani dengan menghapus UN pada 2021 mendatang.

 

Kritik dan cercaan itu pun harus ia terimah dari berbagai kalangan, hingga Wapres ke 10 dan ke 12 Muhammad JK ikut menilai adalah hal yang terlalu beresiko akan implikasi kwalitas pendidikan Indonesia.

Dalam gebrakan itu, tak hanya satu seputar UN saja yang ia gelontorkan policy nya, empat perubahan langsung digeber Nadiem Makarim selama kurun kurang dari 2 bulan ia Jabat  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Bagi Nadiem, ini baru ronde pertama. Empat perubahan itu dipaparkan Nadiem di hadapan Dinas Pendidikan seluruh Indonesia. Dia menyebutnya sebagai ‘Pokok Kebijakan Merdeka Belajar’. Empat hal yang diubah Nadiem yaitu terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Baca Juga :  7 Kali Oku Selatan Terima WTP, Disebut Agar Tetap Bertahan Dan Pembangunan Agar Lebih Baik Lagi

Nadiem mengakui bahwa perubahan yang digagasnya ini bukannya tanpa tantangan. Perubahan pasti tidak nyaman tapi itu diperlukan untuk melakukan lompatan.

“Ini adalah ronde pertama ‘Merdeka Belajar’. Tidak ada perubahan yang nyaman-nyaman saja. Semua perubahan itu pasti ada tantangnnya. Semua perubahan pasti ada ketidaknyamanannya,” kata Nadiem di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019)

 

“Tetapi seperti yang kita tahu sudah waktunya Indonesia melompat ke depan bukan hanya melangkah,” sambungnya.

Tantangan yang dimaksud Nadiem sudah muncul. Tak semua setuju dengan gagasannya, termasuk tentang penggantian format Ujian Nasional. Meski demikian, ada juga yang mengapresiasi.

Berikut rangkuman tentang ‘ronde pertama’ Nadiem Makarim:

Gagas 4 Perubahan itu adalah:

Perubahan pertama yang digagas Nadiem ialah penggantian Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). USBN diganti dengan asesmen yang diselenggarakan oleh sekolah masing-masing. Ujian kompetensi bisa berupa portofolio hingga tugas kelompok maupun karya tulis.

Baca Juga :  Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM, Sang Jendral Berhati Emas

Kedua, Nadiem mengubah format ujian nasional mulai 2021. UN diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter dengan materi terkait literasi, numerasi, dan karakter. Asesmen ini juga akan dilakukan di tengah jenjang sekolah yaitu kelas 4 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Salah satu alasannya adalah karena UN dinilai menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua.

Hal ketiga yang diubah Nadiem yaitu soal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Formatnya disederhanakan menjadi satu halaman saja.

Keempat, Nadiem melonggarkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dia menaikkan kuota penerimaan siswa berprestasi dua kali lipat ketimbang kuota sebelumnya, dari yang tadinya 15{d16028d1ae91105ee2af888528e4abba9e896c46ed4da329dd7684c3747e71fa} menjadi 30{d16028d1ae91105ee2af888528e4abba9e896c46ed4da329dd7684c3747e71fa}.(donny/asj/others)

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan