Mental  Berpikir  Orang Kaya itu Seperti Apa?

  • Bagikan
Adam Richman (Credited Variety)

PALEMBANG, GESAHKITA COM-Banyak yang berpendapat dan  mengatakan bahwa hanya uanglah yang membuat orang kaya menjadi kaya.  Tentu saja bukan seperti itu, bukan hanya uang yang membuat orang kaya menjadi kaya walaupun tampaknya seperti itu.

Faktanya, mental yang baiklah yang menjadikan orang menjadi kaya. Terdapat perbedaan yang besar antara mental orang kaya dengan mental orang yang biasa saja/miskin yang pastinya banyak yang tidak menyadari itu.

Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk menjadi kaya aku harus melakukan hal ini dan itu. Namun mereka tidak pernah terpikir untuk merubah mental mereka yang sebenarnya menjadikan mereka tetap miskin walaupun sudah bekerja begitu keras.

Selama kamu memiliki mental seperti orang miskin maka tak akan ada gunanya seberapa banyak kesempatan-kesempatan yang diberikan padamu, semuanya akan binasa hanya karena kamu tidak memiliki mental orang kaya.

Itulah alasan yang tepat mengapa banyak orang memenangkan lotre dan kemudian bangkrut di kemudian hari.

Mereka mungkin akan memiliki gaya hidup ala Holywood dengan berjuta-juta uang di kantongnya namun pada akhirnya mereka akan kembali melarat seperti sedia kala.

Di sisi lain, para miliuner akan bangkrut untuk alasan bisnis yang pernah salah namun akan kembali bangkit menjadi miliuner beberapa tahun kemudian. Perbedaan itu disebabkan adanya mental yang berbeda yang dimiliki orang kaya dan orang miskin.

Kita ambil sebuah contoh sederhana. Coba bayangkan terdapat dua buah pohon, yang pertama pohonnya menghasilkan buah yang sungguh tidak enak dan pohon kedua menghasilkan buah yang rasanya sungguh enak.

Baca Juga :  Telan Kehidupan Pahit Di Lingkungan Keras Masa Lalu, Bentuk Eminem Sukses Mendunia

Bagaimana Sebenarnya Cara Berpikir Orang Kaya?

Dalam kasus ini kebanyakan orang hanya fokus pada buahnya saja, padahal seharusnya mereka fokus pada bibit karena buah hanyalah hasil dari bibit itu sendiri.

Buah akan terasa tidak enak bila memang bibitnya kurang bagus. Di sini bibitlah yang diibaratkan sebagai mental seseorang.

Mari kita bayangkan lagi contoh lainnya yang membedakan mental orang kaya dengan mental orang miskin yang sangat jauh berbeda.

Mental kaya lebih memilih untuk dibayar berdasarkan hasil sedangkan mental miskin lebih memilih dibayar berdasarkan waktu yang telah terpakai.

Mungkin banyak yang mengatakan bahwa aku pantas dibayar lebih karena aku telah bergelar master dari universitas-universita tertentu.

Dia berpikir bahwa dia harusnya dibayar karena sudah menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan gelar tersebut.

Sebaliknya, mental orang kaya akan berpikir bahwa orang tidak akan peduli seberapa tinggi sekolahku. Tidak ada yang perduli seberapa banyak aku telah menghabiskan waktu untuk medapatkan gelar itu. Hal yang terpenting adalah hasil akhir.

Mental kaya memiliki uang yang bekerja keras untuk mereka sedangkan mental miskin bekerja keras untuk uang.

Kebanyakan orang mencoba menemukan pekerjaan dengan gaji yang baik, mereka bekerja keras untuk dapat dipromosikan dan dengan demikian mereka memperoleh gaji yang lebih tinggi.

Dengan gaji lebih tinggi otomatis gaya hidup pun semakin tinggi. Begitulah kiranya mental orang miskin, jadi sebenarnya tidak ada gunanya juga karena uang akan habis-habis begitu saja.

Baca Juga :  Bina Darma University Involved 9 Press Companies Broadcasting The Campus Activity

Jika mereka pikir gaji itu tidak cukup maka mereka rela bekerja lebih lagi untuk menghasilkan tambahan uang.

Tidak ada yang salah dengan mental tersebut namun dengan cara ini kamu tidak akan menjadi multimiliuner terlepas sekeras apa kamu bekerja bahkan bila kamu dibayar ratusan ribu atau juta per jamnya. Kamu tidak akan menjadi multimiliuner karena waktumu terbatas.

Sebaliknya, orang dengan mental kaya raya memahami bahwa kerja keras tidak cukup untuk membuatmu kaya dan karena itu kamu memerlukan sesuatu untuk membantumu menghasilkan uang lebih. Coba tebak apa itu? Tentu saja uangmu sendiri!

Orang bermental miskin melihat uang sebagai sesuatu yang mereka bisa pakai untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan sedangkan orang bermental kaya memiliki sudut pandang yang berbeda akan uang.

Orang bermental kaya memandang uang sebagai bibit yang dapat ditanamkan untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi.

Tentu saja awalnya semua orang harus bekerja keras untuk itu namun yang membedakan adalah orang bermental kaya mengalami proses itu hanya secara temporer namun bagi orang bermental miskin hal tersebut menjadi permanen.

Orang bermental kaya memahami bahwa kamu harus bekerja keras hingga uangmu bekerja cukup keras untuk menggantikan posisimu.

Mereka paham bahwa semakin uangmu bekerja untukmu semakin sedikit kamu perlu bekerja dan waktu yang tadinya terpakai bisa digunakan untuk hal yang positif ataupun hobi yang kamu senangi.

Baca Juga :  Tips Belajar Anak Sehari Hari Perlu Diperhatikan, Ini Guide NYa

Orang bermental kaya akan terus menerus belajar dan bertumbuh sedangkan orang bermental miskin berpikir bahwa mereka sudah tahu semuanya.

Jadi tidak heran bila mereka tidak suka mencari tahu hal atau membaca buku yang membuat mereka terus bertumbuh.

Salah satu buku yang bagus tentang uang adalah Rich Dad Poor Dad oleh Robert Kiyosaki. Buku ini salah satu buku favorit kebanyakan yang mengajarkan pemahaman dasar akan uang yang selama ini dipandang berbeda oleh kebanyakan orang.

Bagi orang bermental miskin pasti dia akan memandang membaca buku tersebut hanya akan membuang waktu mereka atau lebih parahnya membeli buku tersebut hanya membuang uang mereka. Karna kembali lagi mereka merasa sudah memahami semuanya padahal faktanya tidak!

Sebaliknya, orang dengan mental kaya akan memahami bahwa membaca buku-buku bagus seperti itu akan menambah ilmu pengetahuan yang tidak bisa dicuri orang lain dari dirinya. Ilmu itu akan bisa dipakai kembali nantinya untuk menghasilkan uang.

Karena itulah orang kaya terus menjadi kaya karena mereka terus memperbaharui pengetahuan yang ada pada dirinya dan merasa haus akan ilmu-ilmu baru sedangkan orang bermental miskin merasa sudah tahu segalanya dan tak perlu lagi belajar.

Inilah beberapa perbedaan mental antara orang kaya dan orang miskin dan tentu saja masih banyak lagi namun semuanya pada dasarnya sama saja.

Jadi, jika kamu ingin menjadi orang kaya maka perbaharui dulu mentalmu dan cara berpikirmu dan semoga saja dengan itu jalan kebaikan menyambutmu.(hendra)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan