Belajar di Ponpes An-Nur Banyuasin, Anak Yatim Piatu Gratis

BerandaAgamaBelajar di Ponpes An-Nur Banyuasin, Anak Yatim Piatu Gratis

Published:

Banner Pondok Pesantren An Nur Bamyuasin

Banyuasin, localhost/server/gkx--Banyuasin Religius makin terlihat keseriusannya, terbukti dengan berdirinya Pondok Pesantren An Nur Mubin yang mempunyai Program Unggulan Tahfidz Al-Quran dan Kitab Kuning ( Kutub Turots).

Ponpes ini berdomisili di Desa Suka pindah Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Sumsel.Senin (03/02)

Harapan besar dengan adanya Ponpes ini dapat mencetak Generasi berakhlakul karimah penyumbang generasi penghafal Al-Quran.

“Iwan Rismansyah, Lc Al-hafizh selaku pembina mengatakan,Pondok Pesantren An-Nur adalah lembaga pendidikan Islam yang bernaung dibawah yayasan Nur Banyuasin, didirikan oleh Iwan Rismansyah, Lc. Al-Hafizh, dan KH. Nawawi Dencik Al-Hafizh (imam masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin II Palembang).

Pondok Pesantren An-Nur menggunakan kurikulum terpadu yang mengkombinasikan antara tahfizh Al-Quran, dirosah Islamiyyah (mengkaji kitab-kitab kuning/klasik) serta mengembangkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris secara intensif

“Pondok Pesantren An-Nur yg terletak di Desa Suka Pindah kecamatan Rambutan Banyuasin, berupaya untuk mencetak generasi Islami yang tafaqquh fiddin, hafal Al-Quran, sebagi kader ulama, pemimpin umat, mengupayakan terciptanya pendidikan yang berlandaskan kepada aqidah yang lurus, akhlak mulia dengan prinsip keteladanan serta kemandirian,”tegas nya.

Kami Mennyarankan kepada masyarakat Banyuasin untuk segera mendaftarkan anak-anaknya ke Ponpes An-nur, tahun ajaran 2020/2021,bagi anak yatim piatu gratis, bisa hubungi via handphon 081287535716,harap nya.

Begitu juga, Darul Qutni SE. Dewan Pengembangan Ponpes An-Nur mengungkapkan siap membantu perkembangan pendidikan Islam di Kabupaten Banyuasin.

“Saya siap insyallah mendukung, kegiatan positif seperti ini, siap mengembangkan kiprah Ponpes An-Nur ini ke masyarakat, sebab saya ingin Banyuasin menyumbang hafiz dan hafizoh untuk Sumsel khususnya, Indonesia umumnya, yang lebih penting pendidikan karakter remaja kita, bila mereka mempunyai ilmu agama, Insyah Allah bisa menyelamatkan kita di hari akhir nanti saat hari perhitungan, dan mereka bisa mendoakan kita dengan ilmu yang mereka punya,” Ucapnya.

Sementara itu Darul Qutni selaku Dewan Perwakilan Rakyat Banyuasin(DPR)), juga mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya tokoh NU Dr. Kh.Sallahudin Wahid yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan Islam, penhasuh Ponpes Tebuireng.ucap nya. (indera)

Berita Terbaru

selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra