Satpol PP Banyuasin ‘Gerbek’ Ruko Penjaja Sahwat Berkedok Warung Kopi

  • Bagikan
Satpol PP Banyuasin 'Gerbek' Ruko Penjaja Sahwat Berkedok Warung Kopi
Satpol PP Banyuasin 'Gerbek' Ruko Penjaja Sahwat Berkedok Warung Kopi

Satpol PP Banyuasin ‘Gerbek’ Ruko Penjaja Sahwat Berkedok Warung Kopi

Banyuasin, gesahkita.com– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin menggerbek salah satu Rumah Toko (Ruko) di Desa Pulau Punjung Kecamatan Sembawa, Kamis 13/02/2020 sekitar pukul 14.00 WIB. Pasalnya Ruko yang berkedok warung kopi itu menyediakan kupu-kupu malam.

Dari hasil penggrebekan tim penegak Perda itu mengamankan tiga wanita yang diduga pelayan hasrat sahwat lelaki, pemilik warung dan beberapa barang bukti seperti kondom, tisu penambah stamina dan barang bukti lainnya.

Dari pantauan Media ini, kemarin, Satpol PP langsung menutup usaha warung kopi tersebut dengan memasang segel.

Kasat Pol PP Banyuasin Drs H Indra Hadi MSi melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman H Supadi SPd MSi mengungkapkan penggrebekan dilakukan lantaran ada informasi dari masyarakat yang resah maraknya praktek prostitusi di wilayah tersebut.

“Dari laporan itu kita melakukan razia dan beberapa kali bocor. Terakhir kita melakukan pengintaiann ternyata benar, kita gerbek ada beberapa pasangan yang melakukan hubungan terlarang,” ujar Supadi.

Baca Juga :  Festival Palembang Darussalam XIX Tahun 2021: Disebut Gubernur Sangat Mendukung dan Tak Mau "Ecek Ecek"

Kata dia, saat ini pihaknya dengan tegas melakukan penutupan usaha warung kopi tersebut.

“Kita tutup, sebab pertama sudah kita ingatkan sudah buat pernyataan pemilik warung agar tidak membuka usaha prostitusi tapi kita buktikan masih membuka itu”, kata dia.

Menurutnya, pihaknya sudah dua kali menutup tempat prostitusi di Pulau Harapan Kecamatan Sembawa. Pertama kali di bulan November 2019 di depan SPBU Pangkalan Balai. “Terakhir hari ini Ruko Desa Pulau Punjung perbatasan Pulau dengan Langkan,” jelas dia.

Untuk ketiga wanita didata dan diberikan pembinaan dan pemilik dikenakan sanksi Perda kurungan maksimal 3 bulan denda maksimal 5 juta. “Tempat tempat usaha akan ditutup,” tegas dia.

untuk wanita di tes dilakukan tes urine test darah terus untuk mengetahui apakah ada indikasi penyakit HIV atau penyalahgunaan narkoba. “Kalau ada indikasi penggunaan narkoba maka akan dilakukan proses hukum di Polres Banyuasin,” tegas dia.

Baca Juga :  Pijat Plus Berkedok Warung Kopi, Digrebek Lagi Satpol-PP Banyuasin

A (30) salah satu wanita yang diamankan mengaku sekali kencan mendapat bayaran Rp 150.000 sekali kencan. “Rp 100.000 untuk aku, Rp 50.000 nya untuk bayar kamar yang disediakan bos,” pungkas dia. (Indera)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan