H Askolani Melihat Peluang Prosesing Wallet Mampu Kurangi Pengangguran

BerandaNewsH Askolani Melihat Peluang Prosesing Wallet Mampu Kurangi Pengangguran

Published:

suasana pemaparan peluang prosesing walet di hadiri Bupati Banyuasin

Banyuasin, localhost/server/gkx–Bupati Banyuasin H. Askolani. SH.MH merasa tertarik untuk mengembangkan dan mengelola rumah walet yang berada di kabupaten Banyuasin.

Hal tersebut diungkapkanya setelah melihat Paparan Pengembangan Investor Prosesing Sarang Burung Wallet Oleh Balai Besar Karantina Pertanian Palembang di Ruang rapat kantor Bupati jalan Sekojo kompleks perkantoran kelurahan Mulia Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Dijelakan H Askolani dari hasil paparan tersebut bahwa rumah-rumah walet yang ada di kabupaten Banyuasin jika selama ini dikelola dan dikembangkan dengan benar maka akan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dia, Bupati berpendapat lapangan pekerjaan tersebut tidak membutuhkan ijazah apa lagi pendidikan tinggi.

“Cukup mengandalkan kejujuran dan kerajinan”, tegas dia.

pose Bareng Bupati usai ikuti paparan terkait walet prosesing

“Dari Paparan itu, emak-emak pun bisa diperdayakan”, ucapnya.

“Bayangkan saja karyawan untuk cabut bulu dari sarang burung walet saja mencapai 1.500 orang, untuk kapasitas 28,46 ton per tahun sarang walet”, jelasnya.

“Nah Jika kita dapat terapkan di Banyuasin ini, sudah berapa ribu pengangguran bisa kita tolong, sehingga dapat menekan angka kemiskinan itu sendiri”, bebernya.

Menurut Bupati, Banyuasin baru menghasilkan sekitar kurang lebih 15 ton per tahun, sedangkan untuk Sumsel baru sekitar 150 ton sarang walet per tahun.

Dia juga menyebut bahwa industri ternak Sarang Walet selama ini tidak ada campur tangan pemerintah untuk urusan produktifitas para peternak. Maka Bupati melihat peluang lebih produktif lagi jika ada dorongan pemerintah.

Mentan Saat hadiri prosesing walet di salah satu fabrik d salatiga Jawa tengah (sumber foto tribun)

“Ini berarti kalau selama ini sarang walet milik masyarakat dan belum ada campur tangan pemerintah dapat ditata, di registrasi, setidaknya jumlah produksi sarang walet akan meningkat”, sebutnya.

Mentan saksikan langsung bagaiman operasi prosessing sarang walet jadi devisa negara dan kurangi pengangguran, Bupati Banyuasin melihat Daerahnya ada peluang itu mengingat potensi di Banyuasin (sumber foto media indonesia)

“Maka kami sangat mendukung, jika pabrik prosesing sarang walet ini ada di Banyuasin, nanti kita bantu melalui dinas terkait untuk mendata berapa banyak sarang walet yang kita miliki dan kita akan belajar bagaimana cara masyarakat dapat mengembangkannya, bahkan bisa masuk standar nasional”, pungkas H Askokani.(indera)

Berita Terbaru

selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra