Kami Datangi dan Bagikan Saat Semua Terlelap

  • Bagikan

 


Tentang REGTA Bagikan Sembako dan Masker di Kota Pelambang

Palembang , gesahkita.com--Dibawah tahun 2000 stigma negatif anak muda Palembang yang dikenal ‘beringas’ mungkin kini jarang didengar lagi. Buktinya saja Kurun waktu semasa Covid 19 ini merebak, bermunculan anak muda Palembang yang terketuk hati nya dengan ragam nama nya tetap satu tujuan yaitu gerakan kemanusiaan membantu sesama.

Lazimnya sebuah gerakan kemanusiaan yang tak tahan berdiam diri menunggu tak pasti kapan penderitaan dan kegetiran yang dirasa masyarakat sektor kaki lima akan berakhir.

Ditengah imbauan #dirumahaja disisi lain urusan perut #Nocompromise ( gak ada kompromi nya) hal itu mungkin susah untuk tercipta sinergi, Ya dua sisi yang berbeda jauh dari logika mana saja.

Bebeberapa anak muda malam itu bergerak menyusuri Jalanan kota Palembang. Sesampai nya di atas icon nya kota Palembang, Jembatan Ampera tepat menunjukan Pukul 23.00 menjadi saksi sejarah ditengah sebagian penghuni kota tetlelap. Mereka bergerak mendekati para tukang becak yang sedang terlelap kelelahan menunggu penumpang.

Baca Juga :  Pemdes Lubuk Lancang Lawan Corona dengan, "Kamek Pacak Pulek Mutus Covid 19,"

Tiga suku kata saja mereka namakan gerakan itu yaitu Relawan Gerakan Tanggap [ REGTA] Covid-19 yang malam itu sedang tunaikan nurani nya membagikan Sembako kepada para pekerja informal seperti tukang becak, ojek pangkalan, warung gerobak, tukang parkir dan sebagai nya yang malam itu tetap mengais rejeki buat menghidupi keluarga nya.

Gerilya REGTA malam ini di pimpin langsung oleh Muhammad Asri Lambo koordinator REGTA, pria berperawakan sedang itu bertutur kepada media ini malam ini dia dan teman teman membagikan paket sembako kepada para pekerja Informal,

“Alhamdulillah mereka yang kami sasar malam ini adalah Tukang Becak, Pedagang kopi malam, tukang parkir dan ada lagi Masyarakat yang tidur di gerobak tak kami abaikan mau juga terima pemberian kami ini,” ucap pria yang keseharian nya juga dipercaya ngurusi Serikat Tani Nasional Sumsel ini.

Dia yang akrab disapa Lambo ini pun menyampaikan diri dengan senang hati merasa terpanggil melakukan hal ini. ” Pun nilai nya seberapa namun perhatian kita ini bernilai berbeda,” singkatnya.

Baca Juga :  Alhamdulillah.. Mereka Dapat Melanjutkan Kehidupan Dengan Normal Di Luar Sana

Senada dengan Ki Edi Susilo selaku Juru bicara REGTA ketika dipertanyakan akan timing waktu larut malam bergerilya bagikan bingkisan itu. Ki Edi sapaan akrabnya ini bercerita ingin membuktikan laporan dari tim data REGTA.

“Masih cukup banyak masyarakat yang sampai larut malam masih mengais rejeki mencari nafkah di tengah wabah ini”

“Para tukang becak, manusia gerobak, para pedagang kopi malam mereka benar benar masih bekerja sebab ditengah mewabah Corona ini pendapatan mereka benar benar turun drastis,” Ki Edi menerangkan.

Dia berkeyakinan ketika sesuatu yang kita beri itu ke orang yang benar-benar membutuhkan, meski sedikit atau murah secara nilai, maka value menjadi tinggi. “Makanya kami pilih mereka para pekerja informal untuk di salurkan sembako dan merek pasti senang kata Ki Edi.

Selain di jalan, Ki Edi mengungkapkan REGTA Juga membagikan sembako di Rumah Rumah warga.

Baca Juga :  Jenis Tanaman Sayur Cocok Ditanam di Musim hujan

“Kalau ada yang bertanya kepada kami REGTA kenapa membagi di jalanan. Kan semua disuruh tidak keluar rumah. Ya kami juga membagikan di rumah rumah yang sudah di survei sama tim pendataan regta. Jadi kenapa kami membagikan di jalan ini juga ada pertimbangan nya. Tidak hanya asal membagikan. kenapa kami akhir nya memilih tengah malam membagikan nya”. Terang Ki Edi.

“Meski tidak banyak semoga bantuan yang di berikan oleh REGTA dapat membantu masyarakat. Sifat kami hanya membantu bergotong royong untuk NKRI” Tutup Ki Edi(goik).

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan