Kepala Bappeda Litbang Banyuasin Melihat Lebih Jauh Potensi Jembatan Rantau Bayur

  • Bagikan

Banyuasin,GESAHKITA.com- Menyadari betapa pentingnya infrastruktur jalan dan jembatan dalam pembangunan suatu daerah sebagai sarana konektifitas semua aspek kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya maka Banyuasin Bangkit menempatkan bagian ini sebagai vital poin dalam kerangka pembangunan wilayah ini.

Maka dari itu Erwin Ibrahim,ST,.MM.MBA. selaku Kepala Bappeda Litbang Banyuasinr perintahkan jajarannya untuk melakukan Survei Kondisi Jembatan Penghubung Rantau Bayur dan melihat Potensi Perekonomian daerah itu jika Jembatan ini dilaksanakan.Kamis (30 April 2020).

Pelaksanaan survei ini sesuai dengan instruksi Bupati beberapa hari yang lalu, terkait survei potensi konektivitas jalur perekonomian masyarakat dari pembuatan jembatan Rantau Bayur. Jum’at (08/05)

Survei yang diwakili oleh Staff Bidang Infrastrutur Pengembangan Wilayah BAPPEDA Banyuasin, Iwan Adi Ratmoko, S.Hut., M. Si, Angga Atmawardhana, SE, Andry Agustinus Umbara, SH, dan Noviansyah, ST telah selesai dilaksanakan dengan lancar. Dalam perjalanan survei terdapat diseberang jembatan (selatan) persis di depan jembatan terbentang lahan rawa yang sangat luas dan belum dimanfaatkan, kedalaman lahan rawa tersebut sekitar 3-4 Meter.

Baca Juga :  Begini Ucapan Pj.Kades Air Senggris Pada HUT Banyuasin Ke 18

“ini rawa yang belum dimanfaatkan, sangat disayangkan jika hanya dibiarkan seperti ini, nanti rencananya lahan rawa ini kedepan akan kita kaji lebih dalam agar bisa dijadikan berbagai macam peluang, ya misalnya lahan pertanian atau pariwisata.” Ungkap Erwin, melalui Iwan salahsatu staff bidang infrastruktur pengebangan wilayah bappeda.

Selain terdapat lahan rawa yang luas, jika dillihat ke sebelah barat dari jembatan terdapat jalan yang sudah dicor yang telah dibangun oleh program PNPM dan dana desa yang menghubungkan desa tebing Abang dan Desa Rantau Bayur juga ada beberapa ruas jalan yang rendah, dimana jika hujan akan terendam air.

Dari desa Rantau Bayur langsung menuju Desa Muara Lematang, Desa Sungai Rotan dan Desa Petar Luar Muara Enim dan beberapa Desa sampai simpang jalan raya Sukarami, serta dapat menuju ke Kabupaten PALI, kota Prabumulih dan Muara Enim. Setelah disurvei dan dilalui, mulai dari jembatan Rantau Bayur sampai ke jalan raya Sukarami dan juga jalan raya lintas Prabumulih sekitar 60 km.

Baca Juga :  dr Sri Fitriyanti Askolani : Kesehatan Mental Benteng Ampuh Terhindar Dari Virus

Untuk kesebelah timur jembatan rantau bayur menuju semuntul, kondisi jalan yang telah ada baru mencapai Desa Pagar Bulan yang kemudian terhenti karena ada anak sungai Musi yang membentang luas sekitar 20 Meter, dari Desa Pagar Bulan menuju Kemang bejalu dan Desa Semuntul diperlukan sekitar 4 jembatan penghubung yang rata rata panjang bentangnya sekitar 20 meter yang mungkin kedepan perlu dibuat kajian dan DED agar jembatan tersebut dapat diwujudkan, karena dari semuntul dapat menuju Palembang dan Ogan ilir.

Diantara Desa Pagar Bulan ke Kemang bejalu sudah ada jalan perusahaan yang dapat langsung menuju ke jalan raya Prabumulih dengan panjang jalan kurang lebih 25 km, dan ini dapat menjadi jalur transportasi yang sangat strategis jika jembatan penghubung jembatan Rantau Bayur-Pagar Bulan-Kemang Bejalu dapat diwujudkan.

“Pembangunan jembatan penghubung sangat efektif untuk di wujudkan, selain untuk mempermudah akses perjalanan tentunya dengan adanya jembatan penghubung ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. sekitar 4 jembatan penghubung yang rata rata panjang bentangnya sekitar 20 meter yang mungkin kedepan perlu untuk kita kaji, dan Insya allah kita akan usahakan dan akan kita ajukan hasil survei ini ke Bupati, mudah-mudahan dapat segera terealisasikan.” Pungkas Erwin. (Indera/bappeda)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan