4 Kelompok Relawan Covid 19 Palembang, Minta Pemkot Tutup JM Masih Operasi di Zona Merah

  • Bagikan

*Relawan Covid Minta JM Group Patuhi Protokol Covid – 19*

PALEMBANG, GESAHKITA.com–Sudah Sejak 17 April 2020 Kota Palembang Resmi ditetapkan sebagai Zona Merah Covid – 19. Bahkan  walikota Palembang saat ini sudah mengusulkan kepada Gubernur Sumatera Selatan untuk bisa menandatangani status PSBB di kota Palembang.

Terkait dengan Status Zona Merah dan rencana PSBB untuk kota Palembang ini seharusnya pusat pusat perdagangan wajib mematuhi protokol Covid 19 salah satu nya tidak membuat kerumunan yang itu tertera dalam maklumat Kapolri dan Gugus Covid 19 pusat dan Protokol kesehatan PBB yakni social distancing.

Diungkapkan Andreas OP Koordinator Gemas Lacona mengatakan kepada media ini bahwa saat ini JM Group menjadi Sorotan Para Relawan Covid yang selama ini bergerak di Kota Palembang, Pasalnya menurut dia JM tidak mematuhi Protokol Covid 19 dan itu bertentangan apa yang selama ini diimbau pemerintah pusat maupun daerah, Senin (11/05)

Mereka para relawan ini sudah dari awal bergerak mulai dari berkampanye menyeruhkan akan bahaya Covid 19, sosialisasi masker, semprot cairan disinfektan, bagi sembako dan masih banyak lagi.

Betapa kagetnya ketika mencuat ke permukaan dan sangat jelas dari pengamatan dan Investigasi Para Relawan,  JM Group tetap beroperasi selama zona merah.

Baca Juga :  Pelebaran Dilaksanakan Tahun 2021, Tim P2JN Tinjau Jalan Kota Pangkalan Balai,

“Padahal itu melanggar ketentuan Protokol Kesehatan selama Covid – 19 dan ditetapkan nya kota Palembang sebagai Zona Merah,” kata dia.

“ Andreas Menilai, sebagai salah  satu dept store yang terbesar di wilayah ini JM sepertinya semena mena tidak mematuhi ajuran protokol covid 19,  sehingga tetap beroperasi,” kata dia.

“Pemerintah sepertinya tutup mata dimana itu ketegasan social distancing, sementara JM buka, Apa tidak membentuk kerumunan,?” ketus dia.

Sementara itu, Ki Edi Susilo Juru Bicara REGTA Covid 19 juga menyampaikan hal yang sama dari pengamatan pihaknya JM melanggar protokol kesehatan karena dengan tetap dibuka nya di status daerah sudah Zona merah.

Ki Edi mengkhawatirkan akan terjadi penyebab terjadinya Tranmisi Lokal karena pasti akan ada kerumunan. “ Tim gugus  Tugas Covid 19 Kota Maupun Provinsi  sudah melarang kerumunan lebih 5 orang Polisi bisa tegas,” kata dia seraya juga menyebut Maklumat Kapolri juga mengatur itu.

” Jika selama Pandemi Covid – 19 tetap buka maka percepatan tranmisi lokal dan penularan Covid 19 akan terjadi dengan masif. Padahal kita semua sedang berusaha mencegah itu. JM harus mematuhi anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Vicon Dengan Mentan Panen Raya Nasional, H Askolani Sampaikan Banyuasin Surplus Pangan

“Belum lagi dari angka pandemi covid 19 di kota Palembang ini terus meningkat, bisa bisa  JM dapat diduga menjadi salah satu media transmisi lokal penyebaran covid 19,’’ Ki Edi menambahkan.

Selain itu Enho merupakan  Relawan Garuda Covid juga menyayangkan tetap beroperasinya JM Group ini. Menurut Enho JM Group telah membahayakan Pekerjanya jika tetap beroperasi.

” Apa yang di lakukan oleh JM, JM super market mengabaikan keselamatan para karyawan dan pengunjung karena telah memperkerjakan mereka di masa covid 19. JM harus patuhi aturan. Jangan bahayakan Pekerjanya” papar Enho.

Senada dengan tiga Kelompok  Relawan yang lain. Irwanto anggota relawan Covid – 19 juga menyayangkan kenapa JM Group (JM supermarket) selama Palembang ditetapkan sebagai Zona Merah tidak patuh anjuran pemerinta.

“JM harus patuhi aturan, Kami menyayangkan itu. Jika JM hanya mau mencari keuntungan saja. JM harus peduli juga dengan keselamatan warga dan masyarakat kota Palembang.

Jangan hanya mengejar keuntungan lalu mengabaikan keselamatan hidup warga Kota Palembang”. Tegas Irwanto.

Baca Juga :  Ustad Beni Apriadi Ungkapkan Keutamaan Infak Bangun Masjid

Diakhir untaian  pernyatan itu, Andreas selaku mewakili Empat Relawan Meminta Walikota Palembang, pertama untuk menindak tegas JM Group,  kedua meminta Walikota Palembang untuk menindak tegas menutup seluruh pasar swalayan yang membuka usahanya selain bahan bahan Sembako.

Pihak JM, Defriansyah ketika dikonfirmasi mengenai tuntutan dari 4 relawan tersebut, menjelaskan kenapa JM  Goup masih membuka usaha di saat zona merah  Covid-19 di Palembang kecuali yang di JM  Palembang  Square yang tutup. “Selama mereka membuka usaha,  JM telah mematuhi peaturan yang ada terutama   edaran dari menteri tenaga kerja,” katanya.

Menurut dia, dalam surat edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor M/3/HK.04/III/2020 ada disebutkan “Memerintahkan setiap pimpinan Perusahaan untuk melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 pada pekerja/buruh dengan melakukan tindakan- tindakan pencegahan seperti perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengintegrasikan dalam program K3, pemberdayaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja.

“Mendorong setiap Pimpinan Perusahaan untuk segera membuat rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan tujuan memperkecil resiko penularan di tempat kerja dan menjaga kelangsungan usaha, “terangnya. (*)

 

Pewarta: Ali Goik

Editor     : Arjeli Syamsuddin Jaridun

 

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan