Forum Dusun II Kualo Puntian Tolak PT KAM Bangun Jalan

  • Bagikan

TOLAK PEMBANGUNAN JALAN PERUSAHAAN PT KAM YANG MELALUI PARIT WARGA

BANYUASIN, GESAHKITA.com–“”Parit sebagai salah satu warisan budaya bugis yang mestinya harus di jaga dan di lestarikan sebagai sebuah kearifan lokal ternyata diabaikan oleh arogansi pengusaha yang dengan kekuatan modalnya , backing oknum aparat, jalur birokrasi yang di kuasai menjadi satu pemandangan yang sangat memillukan ketika rakyat harus dihadapkan dengan rakyat atas nama kepentingan pemodal semata. ”

Hal tersebut diungkap “Forum Masyarakat Dusun Ii Kualo Puntian Bersatu” dalam relis nya kepada GESAHKITA.com, Senin, (18/05)

Ditulisnya, ” hari ini warga dusun 2, sungai kenten kec kualo puntian Banyuasin menjadi contoh betapa kuatnya pengaruh para pengusaha sehingga suara rakyat pun tidak di dengar bahka adanya upaya kriminalisasi warga dengan melaporkan warga ke pihak kepolisiaan Bayuasin dengan tuduhan menghalang halangi pembangunan JALAN MILIK PERUSAHAN PT KAM.”

Baca Juga :  OKU Selatan Menjadi Tuan Rumah  Sejumlah  Kegiatan IMM Tingkat Nasional

Dan menurut nya, ini bisa dikatakan ini adalah upaya menakut nakuti warga yang menolah parit warga ( jalur lalulintas ) digunakan untuk kepentingan perusahaan semata tanpa memandang aspek sosial, budaya, ekonomis yang bakal terjadi jika jalaan perusahaan ini ttp dibangun melintasi parit warga .

Dan oleh itu, sambungnya, maka kami yang tergabung dalam FORUM MASYARAKAT DUSUN 2 KUALO PUNTIAN BERSATU menyatakan sikap :

“Menolak dengan tegas pembangunan jalan perusahaan PT KAM yang akan melintasi parit warga di dusun 2.”

“Meminta kepada Bupati dan jajaranya untuk tidak memberikan ijin pembangunan jalan perusahaan yang kami duga mal administasi dan akan berdampak terhadap ekosistem lingkungan kawasan,”

“Meminta kepada kapolda sumsel untuk dapat menarik anggota kesatuan yang bertugas di PT KAM yang disinyalir dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM,’

“Meminta kepada polres banyuasin untuk menghentikan pemanggilan/ pemeriksaan warga yang tidak bersalah yang mempertahankan hak mereka .”

Baca Juga :  Ampera Menolak Omnibus Law Dinilai Hanya Akomodir Obsesi Pengurus Negara

“Meminta kepada komandan Korps Brimob sumsel untuk dapat menarik pasukan organik yang mengitimidasi warga dan memback up perusahaan dalam melakukan pengerjaan pembangunan jalan perusahaan PT KAM di tanah warga”.

“Meminta kepada bupati dan Ketua DPRD banyuasin untuk dapat memfasilitasi mediasi warga dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi bersama”

“Meminta kepada DLH kab banyuasin untuk meninjau / menguji amdal pembangunan jalan perusahaan pt kam di dusun 2 Kualo Puntian Banyuasin.”

“Dari tuntutan diatas, sambungnya, “kami FORUM MASYARAKAT DUSUN 2 KUALO PUNTIAN BERSATU akan berjuang dengan sekuat tenaga dan upaya karena kami merasa bahwa penghormatan terhadap budaya diabaikan dalam pembangunan jalan perusahaan ini”.

“Dan kami juga tegaskan kami tidak menolak pembangunan tapi hargai adat kami, hormati budaya kami,”

“karena jika budaya dan adat istiadat pun sudah di lecehkan maka hancurlah bangsa ini.
Dengan di keluarkan rilis ini, kami menyatakan tekad untuk berjuang bersama seluruh warga, para aktivis, pengiat lingkungan, pakar hukum dan media untuk menelanjangi praktek kerja pengusahan yang arogan dan selalu menganggap rakyat bodoh dan bisa di takut takuti, dan kami juga akan menggelar aksi di Pemkab Banyuasin, Polda sumsel dan kantor Gubernur untuk mengetuk hati para pemimpin kami,” tutupnya. Ketua Forum ( Rudi kette ) Sekretaris ( ZAKARIA)
Pendamping Andreas OP.(*)

Baca Juga :  Ancaman Perpecahan, Trump Sudahi Pembahasan Teori Kritisi Rasis dan Istimewahnya Kulit Putih

Pewarta: Ali Goik
Editor. : Arjeli Sy Jr

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan