Mang Leman Nasib Mu Sebelum PSBB Hingga New Normal

  • Bagikan

PALEMBNG, GESAHKITA com--Leman (55) pria yang keseharian berjualan bubur kacang ijo di kawasan simpang Sungki kelurahan kertapati kecamatan Kertapati Palembang, lokasi berjualan kebetulan tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya tepatnya di Lr. Kibanten RT. 26 kertapati.

Selama ia berada di kawasan itu Mang Leman tidak pernah tau apapun bentuk dan jenis bantuan untuk orang miskin dampak Covid-19.

Bagi nya hidup sederhana bersama May (46) sang istri yang ia nikahi semenjak 20 tahun silam dan telah dikaruniai anak 2, kendati sedikit terseok berkat tekadnya sudah sampai juga pendidikan buah hati mereka pada SMA kelas XII bagi si sulung dan kelas X SMA bagi si bungsu.

Sekilas keluarga leman dan May terlihat cukup mensyukuri kehidupan yang apa adanya ini.

Atau mungkin memang keluarga Leman dan May dalam keadaan tak berdaya ini harus ditakdirkan untuk tak bisa bersuara, harus selalu menerima keadaan?.

Dari penelusuran awak media ini yang menelusuri lorong sempit di salah satu Kawasan padat penduduk itu, kediamaan leman yang berdinding papan tak bercat, beratap seng setinggi kurang dari 2,5 meter dan berlantaikan papan racuk yang tiang rumahnya sudah mulai rapuh dan mau roboh.

Baca Juga :  dr Sri Fitriyanti Askolani : Kesehatan Mental Benteng Ampuh Terhindar Dari Virus

Memang bahagia itu cukup sederhana rumusnya, mengerti dan tidak memaksa untuk dimengerti dan itu aku rasakan ketika ramah nya ia mempersilahkan aku masuk ke rumah nya.

Terbukti, dengan berpenghasilan 40 ribu hingga 50 ribu rupiah saja per hari ia peroleh keuntungan dari hasil berjualan bubur, bisa juga mencukupi penghidupan nya maka senyap la sudah keluarga itu tak tampak kegaduhan atau demo dan meraung raung datang ke kantor lurah dan kantor ledeng untuk minta keadilan.

Naas nya, semenjak gelombang pandemi ini merensek ke seluruh lini kehidupan masyarakat, menyusul Pemberlakuan PSBB di kota Palembang menambah beban mendalam bagi usaha usaha kecil yang kehidupan nya bak ayam (berkais dan mematok, red) dapat sehari habis sehari ini.

Leman dan keluarga mungkin tak sendiri, ya mungkin ribuan disana banyak Leman yang bernasib sama dengan Leman yang aku temui ini, Kamis, (27/05).

Baca Juga :  Sebelumnya Santunan Ahli Waris Covid 19 Didanai Kemensos, Kini Jadi Beban Pemprov Jatim

“Apo lagi zaman Corona ini dek, sulit nian, katek wong nak keluar, ” banyak la dak laku nyo bejualan mak ini ari,” kental logat Palembang dia sampaikan saat dimintai keterangan jika ada pengaruh nya dengan usaha yang ia jalani di tengah situasi ini.

Ia juga menuturkan tak hanya dirinya yang mengalami kesulitan dalam berjualan termasuk juga rekan rekan ia yang lain sesama para pedagang jajanan gerobak sejenis itu juga mengalami kemandekan.

“Ado dek belimo la, ado yang jual es, cilok dan macem macem macet galo,” polos tak banyak yang ia tutupi ungkapkan profesi ini harus dengan terpaksa menanggung zaman covid ditemukan pada 2019 ini.

Disinggung soal bantuan yang ramai dibicarakan dengan sebutan bantuan yang diperuntukan bagi masyarakat yang lemas ekonomi nya akibat wabah Terkenal mematikan ini yakni Masyarakat Miskin Baru atau Misbar, Mang Leman sapaan akrab nya ini mengatakan tak pernah mampir ke rumah dia bantuan itu.

Baca Juga :  Chairperson, Provincial The National Awakening Party, South Sumatra Agrees On Deploying 1000 Agriculture Agents To Increase Food Production

” Yo ado yang ngomong mak itu kato nyo ado bantuan duet dengan sembako, tapi entah men kami dak olah dapet, ” kata pria yang mengaku orang tuanya dahulu sudah lama menetap di wilayah itu dan bahkan dirinya pun lahir disitu.

Kemudian dia juga mengakui bahwa selain sesama teman temannya yang berjualan dengan gerobak dorong itu, pada seputaran rumah nya ada banyak janda janda tua yang belum menerima bantuan.

” Banyak dek disini yang dak dapet entah kapan kami dapet nyo ini pengen pulok raso nyo enjingok wong dapet,” Kata Mang Leman yang menceritakan awalnya berjualan bubur itu pasca kebijakan. manegemen PT KAI tak perbolehkan para pedagang makanan dan minuman berjualan di kereta pada belasan tahun silam.(*)

Pewarta: Ali Goik

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan