Menyeruput Kopi Hitam Bersama Yaser Arafat Sang Jurnalis, Penggagas BMG Danau Ranau

  • Bagikan

Menyeruput Kopi Hitam Bersama Yaser Arafat Sang Jurnalis, Penggagas BMG Danau Ranau

MUARADUA, GESAHKITA com–Rasa penasaran hati akhirnya lega bisa menapakkan kaki di Kebun Bukit Mutiara Garden (BMG) yang belakangan menjadi salah satu icon Destinasi Wisata Danau Ranau

Memang BMG sebagian kecil dari tempat para pelancong ketika datang ke wilayah ini, Namun ketika wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah yang haus akan tempat berwisata, nama BMG selalu terngiang dan terbayang menjadi buah bibir ketika mereka akan kembali lagi disini.

Bagiku jika hanya sekedar melepaskan kepenatan atas suasana keseharian maka bersahaja mengagumi keindahan alam karya maha pencipta ini maka akan sadar kerdil nya diri ini dan luluh semua ego tertanam tak terbayang kebesaran itu hanya dia yang memiliki.

Memang BMG telah tersirat diingatan para penikmat wisata alam serta tercatat juga sebagai sektor industri wisata alam cukup jadi andalan di Kabupaten Oku Selatan yang tak boleh dianggap receh.

Kendati itu, Kurun waktu terakhir sektor Pariwisata apa pun itu nama nya dan bentuknya sangat berdampak dari wabah Pandemik Covid-19 ini.

Betapa tidak dahsyat nya wabah itu yang mana sektor termasuk Sosial dan ekonomi menjadi lowbat atau lemah karena pergerakan manusia dibatasi, maka ekonomi terhenti dan parahnya lagi jutaan manusia menjadi korban atas merebak nya virus ini.

Terlintas di benak pikiran ini, mungkin saja aku tak sendiri bertanya tanya sampai kapan semua ini akan berakhir. Ya sejujurnya juga tak tahu kapan!Mungkin hanya sang maha mengetahui atas segala yang terjadi yang memiliki

Baca Juga :  4 Tips Buat Kamar Tidur Minimalis Nyaman

Bagaimana Seminung di balut awan ..!!!

Penasaran dengan hal ini mencoba menggali lagi dengan sosok di luar diri ini, sesungguhnya apa yang terjadi di salah satu sektor industri Pariwisata.

Sekilas tampak kedewasaan dan kemapanan terlihat ekspresi terpancar dari seorang Yaser Arafat siang jelang sore itu tak berubah dari hari hari sebelumnya, sebelum masa Covid 19 meransek hingga pelosok desa.

Aku pun berkesempatan sejenak berbincang dengan sosok seorang pejuang ekonomi menurutku di daerah ini dari sederet wirausaha handal dari sekian banyak pelaku usaha yang aku ketahui maka dia salah satu panutan yang miliki prinsip prinsip aku yakini berjuang apa yang dikenal zero to hero atau dari bukan apa apa menjadi apa apa,( semoga tak berlebihan, red)

Tanpa ragu ia Yaser Arafat bercerita kondisi usahanya disaat pandemik ini. Bagi dia yang ambil langkah vakum dari seorang jurnalis seperti diriku tak menolak untuk aku tulis ucapan demi ucapan keluar dari mulut sang Yaser sore ini peran pun sejenak berubah dahulu ia yang getol cecar pertanyaan ke siapa saja yang ia anggap penting untuk diwawancarai.

Seketika jua kami pun merasakan kelucuan dunia, dalam diriku mungkin juga hal yang sama suatu saat nanti, bahwa mungkin juga nanti nya diriku juga akan diburu para wartawan minta keterangan ku seperti yang aku lakukan pada sang senior yang sedang aku hadapi ini, waulahualam bishawaf.

Baca Juga :  Anggota Komisi IV DPR RI Menyoal Anggaran Terlalu Kecil Di KKP

Kedai ini dan seisinya jadi saksi itu, Yaser mengungkapkan tak banyak yang dapat dilakukan nya saat ini akan usaha kebun bunga yang ia rintis sejak setahun lalu, ia tak menampakan kemarahan atau kesal. ” Kita manut saja sesuai imbauan pemerintah dengan protokoler Covid-19 demi kebaikan bersama ” ucap nya datar.

Yaser menganggap yang terpenting daerah ini aman dan masih dalam status zona hijau dan ia mensyukuri itu.

“Alhamdulillah Oku Selatan zona hijau saya bersyukur akan hal itu, sehingga usaha saya bisa tetap dilakukan namun tetap dalam kaidahnya himbauan pemerintah, kita akan terapkan,” terang Yaser seperti menenangkan pertanyaan ku.

Meski dia berusaha untuk tutupi itu, secara samar aku juga memahi
sesekali intonasi keluar dari suara nya tak bisa ia tutupi, ia kembali menjelaskan kondisi usaha nya ini.

“Sepi sekali, hanya beberapa pengunjung saja,entah untuk sampai kapan suasana ini akan berakhir,” kata Yaser kali ini tak bisa ia tahan.

Ternyata ia pun mengungkapkan memang sudah menjadi prinsip dia bahwa dia akan menciptakan lapangan kerja di kampung nya ini.

Dengan membuka jasa penyedia pemandangan dan panorama yang dengan gagasan nya sendiri maka jadi lah kemasan yang apik, itu pun berkembang hingga ia rekrut beberapa pegawai disini.

Baca Juga :  Kopi Morning Dandim 0403 Letkol Arh Tan Kurniawan, Terungkap Sosok Asli Baturaja

“jalani saja la yang penting bisa cukup untuk memberikan penghasilan kepada karyawan disini,” ucapnya

Bincang sore itu cukup berkesan, banyak hal aku dapati dari dia dengan suguhan sambil sesekali aku dan dia menyeruput kopi hitam khas alam Danau Ranau ditemani dengan sejuknya udara serta penampakan kegagahan Gunung Seminung berdiri ditengah tengah Danau Kebanggaan, Danau Ranau.

Sumringah tawa lebar ketika ia cerita pengalaman demi pengalaman awal ia jatuhkan pilihan menjadi Jurnalis pada akhirnya ia hengkang juga, gelak tawa pun memecah hingga ke ujung hamparan bunga nan indah tertata rapi warna warni di kebun Kak Yaser kami biasa memanggilnya.

“iya, kehidupan ini akan dan tetap berjalan seperti secangkir kopi ketika habis jika ingin lagi maka akan kita buat kembali,”ungkap nya.

Sederhana memang tapi itu pun aku jadikan prinsip, mungkin sebagai penghargaan ku kepada nya sebagai sang guru, jauh dari situ,” Kita bisa saja menjadi apa yang kita inginkan tergantung dari usaha kita saja”.

“umur bunga ini hanya 6 bulan,maka nantinya akan kita perbaharui lagi, semoga saja situasi kembali normal ,” Kak Yaser Arafat sang perancang kawasan Danau Ranau menjadi gemerlap bunga bunga yang memikat kita semua.(Henafri)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan