REGTA  COVID 19 Soroti Anggaran PSBB dan Bantuan Sosial Covid 19 Pemkot Palembang

BerandaNewsREGTA  COVID 19 Soroti Anggaran PSBB dan Bantuan Sosial Covid 19 Pemkot...

Published:

*PRESS RELEASE*

PALEMBANG, GESAHKITA com–Relawan Gerakan tanggap [REGTA] Covid -19 adalah relawan kemanusian yang bergerak active di sumatera selatan selama wabah pandemi covid -19. Dalam kerja kerja kemanusian yang dilakukan oleh REGTA Selain melakukan penyemprotan disinfektan, pendistribusian sembako, edukasi masyarakat, dan kerja kerja kemanusian lainya.

Hal itu disampaikan Ki Edi Susilo selaku juru bicara dalam gelaran press Konferens, Palembang jalan Yudo, Rabu, (03/06)

Sudah menjadi tekad nya kata, Ki Edi, dan bahkan itu tertuang dalam visi dan misi REGTA yakni melaksakan PANCASILA sila ke 2 Kemanusian Yang Adil Dan Beradab juga Pancasila sila ke 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Tak sampai disitu juga, Ki Edi menerangkan, diantaranya yang menjadi titik perjuangan mereka sampai titik nadir pun yaitu ‘ ikut mengawal pemastian hak dasar rakyat di penuhi oleh Negara/ pemerintah. Terkait dengan dictum yang tertuang dalam visi misi ini maka Relawan Gerakan tanggap [REGTA] Covid -19 menggelar konfrensi Pers.,” Urainya tegas.

Selain itu yang menjadi sorotan gerakan Regta sekaligus sebagai tanah tumpah darahnya, sebut Edi,  disini juga lahirnya para pemuda pemuda yang Tanggap akan persoalan, apa lagi itu persoalan kemanusian maka Regta akan terus mencari dimana itu jalan buntu yang harus kita tembus,” tegasnya.

Regta tentunya tidak tinggal diam, sambungnya, ” akan persoalan Covid 19 di kota Palembang yang mana wilayah ini baru saja selesai melaksanakan PSBB dalam penanganan pandemic covid 19. Dan rencana nya akan di perpanjang hingga 16 Juni sesuai dengan pernyataan walikota Palembang H Harnojoyo. Berdasar rapat evaluasi pelaksaan PSBB tahap pertama.” Ungkap Ki Edi.

Terkait dengan selesainya PSBB Tahap pertama dari 21 Mei hingga 2 Juni 2020 kemarin, bagi Regta itu terkesan sangat adem ayem tidak ada gerak hanya sedikit yang bisa terlihat misalnya saja salah satu nya adalah pelaksanaan cek point di beberapa titik strategis di kota Palembang.

Dia kemudian menyebut  dana yang disediakan oleh pemerintah kota Palembang cukup besar yaitu 480 Milyar.

“Dari hasil investigasi tim Regta dan juga selama Regta turun memberikan bantuan kepada masyarakat di bawah,” ungkap nya,

“Maka didapati beberapa temuan salah satu diantaranya adalah selama massa PSBB Tidak didapati masyarakat yang menerima bantuan sosial dari pemerintah,” sebut Ki Edi.

Untuk itu, ia menambahkan, “Apakah pemerintah lalai atau mungkin ada pertimbangan lain..?”, Ucapnya.

Sementara itu Regta mencatat, sebelum PSBB pemerintah kota Palembang dengan active memberikan bantuan sosial kepada masyarakat bahkan dari pihak ke 3 pun juga banyak. Terkait dengan massa sebelum PSBB bahkan REGTA juga sempat menjalin kerjasama dengan gugus tugas covid 19 kota Palembang untuk mendistribusikan 150 paket sembako kepada masyarakat.

Menyoal hal itu, Regta memahami bahwa alokasi anggaran di ambil melalui refusing dan realokasi anggaran.

Namun meskipun begitu, ucapnya” jaminan terhadap hak dasar rakyat harus di berikan”, Ki Edi berujar.

Sejauh ini juga, kata Ki Edi, Regta melihat bahwa penganggaran yang besar tersebut pasti di bagi kedalam beberapa pagu anggaran baik itu untuk pencegahan atau bantuan sosial.

Apalagi di kota Palembang terjadi penambahan miskin baru yang jumlah nya tidak bisa di bilang sediki yaitu kurang lebih 33 ribu jiwa, ” sebut dia.

Dengan mengacu pada undang undang nomer 14 tahun 2008, jelasnya, “yakni tentang keterbukaan informasi public maka Relawan Gerakan tanggap [REGTA] Covid -19 menuntut kepada pemerintah kota Palembang untuk,

“Pertama, Memberikan transparasi anggaran kepada publik terkait penggunaan anggaran 480 M,” kata Ki Edi.

“Kemudian, kedua, lanjutnya, Menjelaskan dengan detail terkait komponen anggaran kepada masyarakat kota Palembang sebab  rakyat butuh mengetahui bahwa ada hak dasar rakyat yang harus di terima oleh rakyat di kota Palembang,” dia berpendapat.

Dia juga menyebut, ” jangan sampai beredar kabar bahwa ada anggaran 480 M tetapi rakyat tidak menerimanya,” tukas Ki Edi Susilo.

Sumber: Rilis
Editor/Publisher : Ali Goik

Berita Terbaru

selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra