Gubernur Sumsel Tak Mau ‘Sembrono’ Berlakukan New Normal

  • Bagikan

Herman Deru Gandeng BKPRMI, Forpes dan PMM Sosialisasikan Persiapan New Normal

PALEMBANG, GESAHKITA com- – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mempersiapkan menyongsong berlakunya kebijakan New Normal di Provinsi Sumsel, salah satunya yakni persiapan pembukaan kembali tempat ibadah dan segera aktif kembali pula pondok pesantren yang ada di provinsi Sumsel.

Untuk mendukung upaya tersebut, Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru melibatkan langsung Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Forum Pondok Pesantren Provinsi Sumsel dan PMM.

Herman Deru mengatakan, untuk penerapan kebijakan new normal harus ditata dengan maksimal dan tidak sembarangan dalam mengambil langkah. Terlebih, persiapan protokol kesehatan di tempat ibadah dan sekolah-sekolah, mengingat tempat tersebut merupakan tempat yang banyak dikunjungi masyarakat.

“Saya sengaja memanggil langsung, bapak-bapak sekalian ini untuk mendiskusikan peran masing-masing didalam kita mempersiapkan untuk menyongsong new normal. Kita tidak boleh sembrono dalam pelaksanaannya nanti, oleh sebab itu diperlukan persiapan untuk menyongsong hal tersebut,” ungkapnya saat menerima Ketua Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Ketua Forum Pondok Pesantren Provinsi Sumsel dan Ketua PMM di Ruang Tamu Gubernur (4/6) Kamis Siang.

Baca Juga :  POLSEK BETUNG LAKSANAKAN VAKSINASI COVID 19 TERHADAP ANAK USIA 6-11 TAHUN DI SDN 06 SUAK TAPEH

Dalam kesempatan ini pula Herman Deru mengajak masing-masing ketua lembaga turut andil dalam mensosialisasikan pembukaan kembali masjid dan pondok pesantren ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti, langkah-langkah yang nantinya dapat di terapkan untuk memasuki rumah ibadah pada masa new normal.

“Dari mulai hand sanitizer, thermal gun, dan masker. Saya tidak ingin dengar masjid justru menjadi tempat yang tidak teratur, jadi harus ditata dengan sebaik-baiknya. Seperti shaf yang berjarak, dan tidak usah pakai hambal dulu,” tuturnya

“Sementara untuk pondok pesantren, juga harus diatur bagaimana mengatur tempat tidurnya, diawasi betul dari mana asal santriwan dan santriwatinya, apakah dari daerah terpapar atau tidak, untuk menatanya ini adalah tugas forum pondok pesantren mengingatkan ini,” pungkasnya

Ketua Forum Pondok Pesantren Provinsi Sumsel Jamingan menambahkan, ini yang menjadi harapan besar supaya untuk persiapan menyongsong new normal ini cepat-cepat dilaksanakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mensosialisasikan keseluruh ormas-ormas terkait.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Tidak Transparan   Dana Publikasi Gran Fondo 2019

“Supaya dalam kesiapan menyongsong new normal ini cepat-cepat dilaksanakan dan satu harapan mudah-mudahan dengan adanya inicovid 19 ini cepat berlalu di Provinsi Sumsel,” tambahnya

Ia berharap, forum pondok pesantren khususnya pondok-pondok pesantren yang ada di Provinsi Sumsel ini bisa aktif kembali , karena pada umumnya pondok pesantren yang ada di Provinsi Sumsel itu didalamnya ada pendidikan-pendidikan formal.

“Harapannya supaya santriwan dan santriwati ini cepat berangkat ke pesantren kembali, karena ada laporan kebanyakan wali santri dan santriwati pada mengeluh, pertama mengeluh terlalu lama dirumah yaitu main hp tiap hari, mangkanya kalau bisa kembali ke pondok pesantren agar orang tua merasa nyaman,” tukasnya.(Goik)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan