Menu
Gesah Kita Dalam Bingkai Cerita

Sikapi Pilkada Ditengah Pandemi, KPUD Oku Tengah Siapkan Jurus Jitu

  • Bagikan
pilkada serentak, protokol kesehatan, pilkada 2020

BATURAJA, GESAHKITA com – Agenda Pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang membuat semua pihak, baik dari sisi penyelenggara dan para peserta kini semakin terasa geliat nya, hal itu dilakukan guna menciptakan kwalitas Pilkada itu sendiri agar berjalan makin baik.

Apalagi suasana Pandemi Covid 19 masih berlangsung tak merata, ada yang menurun, ada juga yang melandai bahkan ada yang makin parah.

Untuk itu penyelenggara tentu nya akan kerja ektra, dan penuh kehati-hatian sebab aktifitas apapun saat ini harus terlaksana secara produktif namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menjadi kenyataan, Anggaran kegiatan Pilkada dipangkas kecuali yang sudah terikat kontrak sebelum pandemi covid-19. Upaya ini dilakukan agar pelaksanaan Pilkada Serentak bulan Desember 2020 berjalan sesuai standar protokol kesehatam dimasa pandemi covid-19.

Ketua KPUD OKU Naning Wijaya ST yang ditemui diruang kerjanya yang juga didampingi Devisi Teknis Penyelenggaraan, Yudi Risandi SSos MSi menjelaskan komisioner dan jajaran KPUD OKU memang harus benar-benar jeli dan jitu dalam melakukan refocusing anggaran agar terselenggara Pilkada yang berkualitas sesuai harapan, Jumat (19/6/2020).

Komisioner KPU OKU mengaku bahwa yang paling menjadi pemikiran adalah pengadaan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap untuk petugas yang akan melakukan jemput bola kepada pemilih yang dicurigai terpapar pandemi covid-19.

Pihaknya sendiri dalam hal ini, selain APD juga akan menyiapkan baju Hazmat di setiap TPS yakni disediakan satu setel baju Hazmat dengan rincian jumlah TPS (tempat Pemungutan Suara) di OKU sebanyak 725 TPS.

Ditempat yang sama, Senada dengan yang disampaikan Yudi Risandi SSos MSi Selaku Devisi Teknis Penyelenggaraan, menurut dia untuk memenuhi standar protokol Kesehatan Covid-19 pada pelaksanaan Pilkada Serentak Desember 2020 mendatang telah dilakukan refocusing atau pergeseran anggaran dari yang telah direncanakan sebelumnya.

“Refocusing anggaran dilakukan menyesuaikan dengan Pilkada disuasana pandeme covid-19, semua yang berkaitan dengan protokol kesehatan harus disiapkan, seperti APD untuk PPK, PPS , KPPS hingga para pemilih pada hari pemungutan suara,” paparnya.

Dibutuhkan dana Rp sekitar Rp 3,2 miliar untuk pengadaan alat-alat APD dimulai dari penyediaan tempat cuci tangan – hand sanitizer, helm pelindung, sarung tangan plastik habis pakai (untuk semua pemilih), thermogun, hingga baju hazmat lengkap.

Khusus untuk tinta juga disiapkan tinta yang sudah bercampur alkohol untuk pemilih yang sudah mencoblos. Harga tinta akohol ini dua kali lipat harga tinta biasa.Kebutuhan dana untuk APD ini digeser dari anggaran kegiatan lain yang dianggap tdak lagi relevan dengan situasi Pilkada dimusim pandmei covid-19.

“Pokokya semua biaya kegiatan tahapan pilkada sudah dipangkas kecuali yang sudah terlanjur terikat kontrak jauh sebelum wabah pandemi covid-19 ‘ terang KPUD OKU.

Seperti diketahui sesuai MoU yang sudah ditandatangai bersama Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dana Pilkada KPU OKU sebesar Rp 40,5 miliar. Lebih lanjut dikatakan Naning, bahwa regulasi pengadaan barang dan jasa, saat ini sedang dalam proses. Baik mengenai aturan dan tempat belanja APD termasuk penentuan harga satuan. (Leo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan