Potensi Pariwisata Di Sekitar Wilayah Pelabuhan Tanjung Api Api Sumatera Selatan

 


PALEMBANG, GESAHKITA com– Semenjak dibangunnya pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) ternyata belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk Kawasan Ekonomi Ekslusif (KEK) untuk Provinsi Sumatera selatan.

Banyak pandangan masyarakat bahwa seharusnya pemerintah baik ditingkat Kabupaten tempat duduknya pelabuhan TAA yaitu Pemkab Banyuasin ataupun Provinsi Sumatera selatan bisa lebih jeli melihat potensi lainnya selain untuk pelabuhan saja.

Seperti hal yang disampaikan Ramlan Holdan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera selatan, saat dihubungi melalui sambungan telepone, Selasa (30/06/2020)

” Tujuan utama dari pembangunan pelabuhan TAA sebagai Kawasan Ekonomi Ekslusif (KEK) Provinsi Sumatera Selatan, pada kenyataanya sekarang hanya digunakan sebagai pelabuhan penyebrangan antara Provinsi Sumsel dan Provinsi Bangka Belitung, karena kegiatan transaksi bongkar muat peti kemas masih di pelabuhan Bom baru, jadi dimana sebenarnya nilai ekslusifnya,” kata Ramlan.

Ditambahkan Ramlan, Seharusnya seluruh elemen yang ada di wilayah Sumsel mulai dari Masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemkab Banyuasin mampu melihat potensi lain dari wilayah sekitar pelabuhan yang ternyata banyak desa dengan potensi wisatanya, mulai dari sektor pertanian, perkebunannya serta wisata airnya, ungkap Ramlan

Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD provinsi Sumsel periode 2014 – 2019 ini juga mengatakan, Pelabuhan TAA hanya berjarak sekitar 80 Km dari Kota Palembang dan memiliki potensi wisata yang sangat besar dibandingkan wilayah lainnya karena kekaayaan alamnya dari beberapa sektor tadi masih sangat besar, beberapa daerah di Indonesia saja mampu menjadikan wilayah pedesaannya sebagai destinasi wisata,” ungkapnya.

Bagi Ramlan, nilai ekslusif pelabuhan TAA harus diciptakan bukan menunggu siapa yang bakal datang untuk berinvestasi dan berusaha disitu. Menurut nya, itu gaya lama yang tidak bakal maju jika hanya menunggu.

Demi kemajuan Sumsel sendiri peluang itu harus diciptakan dan dibuat sedemikian rupa sehingga selain di bidang industri dan transportasi, setidaknya jangka waktu tertentu juga sudah ada gebrakan yang lebih signifikan.

Sementara di kesempatan yang berbeda ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sumatera Selatan Herlan Asfiudin saat di hubungi melalui media Whatsapp, mengatakan Untuk menjadikan suatu wilayah sebagai suatu daerah destinasi diperlukan beberapa persyaratan.

Herlan menyebut hal seperti Akses, baik itu transportasi ataupun infrastruktur, Amenitas atau fasilitas pariwisata diluar akomodasi wisatawan yang bisa digunakan seperti toko cendramata, restaurant dan fasilitas umum seperti, Sarana Ibadah, Kesehatan taman dan lain – lain, dan atraksi masyarakat untuk sadar potensi pariwisata di daerahnya itu harus tersedia.

Pria yang akrab di sapa Babe ini juga menguraikan, Saat ini daerah sekitar wilayah TAA belum bisa menjadi destinasi pariwisata dikarenakan infrastruktur jalan yang belum memadai.

” Jadi sarana pariwisata yang belum ada, ditambah lagi masyarakat yang lebih menjadi nelayan dan petani dibandingkan mengembangka Potensi Pariwisatanya, ” ungkap nya.

Babe berpendapat, Kehadiran Pemerintah baik itu Pemkab Banyuasin atau pun Pemprov harus memiliki a good will untuk mengembangkan potensi tersebut.

Selaku pelaku pariwisata ia juga menilai bahwa pemerintah provinsi Sumsel harus mampu menjadi pelopor pariwisata di wilayahnya, ” tandasnya. (Irfan)