SMK Dirancang Buat Kebutuhan Dunia Kerja, Ini Pesan Kemendikbud Buat Kepala Sekolah

JAKARTA, GESAHKKTA, com–Diendus Sebelum nya SMK atau sekolah jurusan nantinya tidak sama jenjang waktu belajar dengan SMA umumnya. Sebab SMK lebih diperuntukkan untuk mencetak tenaga tenaga yang terampil di bidang nya masing masing.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim punya harapan besar terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menteri punya harapan dan target agar SMK dalam lima tahun mendatang lebih banyak diminati oleh masyarakat.

Maka dari itu, ia punya pesan khususnya bagi kepala dan guru SMK se Indonesia dinukil tribun kaltim.

Ia mengimbau para kepala dan guru SMK untuk segera mempersiapkan diri dalam meningkatkan ‘pernikahan’ dengan dunia usaha dan dunia industri.

Hal tersebut disampaikan Mendikbud dilansir situs Kemendikbud pada lokakarya peningkatan kualitas kepemimpinanan kepala SMK di seluruh Indonesia secara virtual, Sabtu (27/06/2020) kemarin.

“Harapan saya, Pendidikan Vokasi Indonesia menjadi semakin mumpuni, semakin kuat dan akan menghasilkan talenta-talenta Indonesia yang berdaya saing dan berkualitas tinggi, menjadi daya dorong kemajuan bangsa, menguatkan Indonesia,” tutur Mendikbud

Sebagai manajer pada satuan pendidikan, kata Mendikbud kepala sekolah harus seperti CEO perusahaan.

Harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja.

Guru-guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja.

“Jadi penting sekali Kepala, Guru, Instruktur SMK terbuka pada perubahan, dan melihat peluang perubahan,” imbuhnya.

Ke depan, harap Mendikbud, pendidikan vokasi Indonesia menjadi center of excellence di dunia yang kualitas lulusannya tidak lagi diragukan.

Untuk mewujudkan hal ini, Ditjen Pendidikan Vokasi memiliki paket pernikahan massal yang harus diterapkan oleh seluruh SMK.

Paket Pertama, Kurikulum disusun bersama industri di mana materi pelatihan dan sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di sekolah.

Kedua, guru tamu dari industri rutin mengajar di sekolah.

Ketiga, program magang yang terstruktur dan dikelola bersama dengan baik. Keempat, komitmen kuat dan resmi pihak industri menyerap lulusan.

Kelima, program beasiswa dan ikatan dinas bagi siswa.

Selanjutnya Keenam, jembatan program di mana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para guru, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pihak industri.

Ketujuh, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh sekolah bersama industri.

Kedelapan, riset bersama yaitu riset terapan dengan guru yang berasal dari kasus nyata di industri.

Kesembilan, berbagai kegiatan atau program ‘pernikahan’ lainnya.

Selain Mendikbud dan Dirjen Pendidikan Vokasi, turut hadir menjadi narasumber utama pada lokakarya ini, yaitu Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbud, M. Bakrun; pakar Manajemen Perubahan/Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali; Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Antonius J Supit; Pemimpin Redaksi Koran TEMPO, Budi Setyarso; dan Kepala SMK Negeri 1 Batam, Lea Suroso. (*)

Penyunting : henafri
Publisher : Goik