Strategi Perpustakaan Mempromosikan Buku Langka Lewat Media

PALEMBANG, GESAHKITA com–
Perpustakaan merupakan fasilitas publik yang selalu menjadi daya tarik para pelajar atau masyarakat untuk berkunjung ke tempat ini.
Di perpustakaan banyak sekali berbagai jenis buku mulai dari buku cerita, majalah, buku pelajaran, agama dan buku sejarah.

Di era digital seperti sekarang ini kehadiran perpustakaan masih tetap eksis. Meskipun sudah ada berbagai kemudahan seperti Ebook yang ada di Google. Namun, Perpustakaan masih menjadi pilihan bagi masyarakat maupun siswa yang ingin belajar dan meningkatkan kemampuan. Berbagai jenis buku baru dan buku langka semuanya tersaji lengkap di perpustakaan.

Berbicara tentang buku langka pastinya sudah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari perpustakaan. Pasalnya kehadiran buku langka sangat membantu para sejarawan atau peneliti untuk mencari tahu sumbernya hanya lewat perpustakaan. Dengan cara ini peneliti bisa mengetahui informasi yang ingin digali.

Kehadiran perpustakaan di setiap kabupaten atau daerah bisa menjadi solusi bagi pelajar yang ingin membaca buku pelajaran mereka. Bahkan dengan banyaknya perpustakaan yang ada di daerah membuat promosi buku-buku semakin gencar. Apalagi promosi yang dilakukan dilakukan di berbagai media cetak maupun elektronik.

Media yang digunakan perpustakaan untuk mempromosikan buku memang sangat berperan penting dalam kemajuan perpustakaan. Terlebih perpustakaan mempunyai tujuan untuk mencerdaskan bangsa lewat buku-buu yang ditampilkan. Untuk strategi juga diterapkan dalam mengenalkan berbagai buku terutama buku langka yang saat ini semakin dicari oleh para sejarawan.

Seperti diketahui buku langka sangat populer dimasanya. Namun, dengan perkembangan zaman buku langka tidak lagi bisa dilihat ataupun dicari. Menurut Online Dictionary for Library and Information Science, koleksi langka adalah sebuah koleksi buku yang sulit ditemukan karena jumlahnya terbatas. Menurut beberapa pakar di Indonesia pengertian koleksi Langka adalah buku-buku yang sudah sangat sulit didapatkan di pasaran.

MENGAPA DISEBUT LANGKA?

Suatu koleksi disebut langka karena bibuat dalam jumlah terbatas karena keterbatasan teknologi dan sumber daya serta sulit ditemukan di pasaran. Selain itu ada beberapa alasan mengapa koleksi disebut sebagai koleksi langka, yaitu:

• Koleksi buku baru yang diterbitkan secara terbatas bisa disebut kategori koleksi langka dan menjadi buruan kolektor.

• Koleksi lama yang dicetak dalam jumlah besar dan mudah ditemukan maka iatidak akan disebut sebagai koleksi langka apabila sampai saat ini masih mudah ditemukan.

PROMOSI BUKU LANGKA

Promosi menekankan bagaimana cara mengkomunikasikan suatu produk kepada pelanggan / pengguna untuk membentuk suatu citra positif dimata para pembaca perpustakaan. Pemasaran perpustakaan termasuk proses penyusunan komunikasi terpadu untuk memberikan informasi dan penawaran mengenai jasa perpustakaan sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan ketertarikan masyarakat penggunanya.

MEDIA PROMOSI BUKU LANGKA

Untuk memudahkan promosi buku langka membutuhkan media yang digunakan supaya promosi buku langka lebih dikenal. Beberapa media yang digunakan untuk mempromosikan buku langka diantaranya :

1. Brosur dan Pamflet

Brosur adalah alat promosi yang terbuat dari kertas yang didalamnya terdapat sejumlah informasi dan penawaran mengenai jasa atau produk. Brosur bisa ditempel dimanapun dan diberbagai fasilitas umum.

2. Poster

Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Untuk perpustakaan gunakan poster bergaya persuasive dengan ajakan-ajakan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan.

3. Website korporasi.

Situs web (bahasa Inggris: web site) atau sering disingkat dengan istilah situs adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas-berkas gambar, video, atau jenis-jenis berkas lainnya.

4. Seminar dan Diskusi

Selain pameran dan buku kelas, perpustakaan juga dapat menyelenggarakan diskusi atau bedah buku koleksi langka yang diselenggarakan di perpustakaan atau area publik lain seperti pusat budaya.

Kegiatan seminar dapat menghadirkan pakar koleksi langka, filologer, atau ahli budaya.
Itulah beberapa strategi tentang pengenalan buku-buku langka yang sudah hilang dipasaran. Meskipun begitu keberadaan buku langka sangat berperan demi kemajuan perpustakaan.

Ditulis oleh Dina febriyanti
Mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Penyunting : Purwohadi
Publisher : heni