Wartawan Didiskreditkan, Gesahkita com Dicatut..!

  • Bagikan

PALEMBANG, GESAHKITA com–Terkait link berita di bawah ini,

http://surabayapagi.com/read/awas-wartawan-bodrek-berkeliaran

Laman media online surabayapagi.com  Hari Rabu,   01 Juli 2020 pukul 23: 36: 28 yang diberi judul luar ‘Awas Wartawan Bodrek Berkeliaran’, tetapi judul dalam nya, “PENAGIHAN” ditulis dengan hurup kapital atau besar.

Kemudian dibawahnya ditulis nama , “Nama: Purwohadi”.

Selanjut nya media surabayapagi.com menulis, “Mengaku bekerja di Tabloid Investigasi dan Gesahkita.com“.

Pada bagian bawahnya lagi media itu menulis bahwa pihaknya meminta mengembalikan uang Advetorial yang dibawa yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Kami minta untuk mengembalikan uang Advetorial yang dibawa yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi,”

Kemudian pada bagian akhir nya media surabayapagi.com menulis, ”
Kami mencoba menghubungi di nomor HP dan Whatsapp 0821-7221-0068, tapi tak pernah direspon,”.

Pada bagian photo gambar terpampang wajah sdr Purwohadi diambilnya sebagai objek pemberitaan dengan mengambil latar dibawah nya yaitu institusi negara yakni Badan Pemeriksaan Keuangan(BPK) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Hidup Bergotong Royong Kebiasaan Lama Terus Berkembang Di Desa Sukaraja

Selanjutnya, redaksi gesahkita.com menghubungi sdr Purwohadi pada hari Minggu,  (05/07/2020) yang merupakan ka.biro Gesahkita.com Jawa Timur terkait pemberitaan itu yang ditulis sebagai pengakuan sebagai wartawan.

Melalui redaksional ini juga disampaikan bahwa Purwohadi benar sebagai wartawan sekaligus ka.biro gesahkita.com Jawa Timur.

Selanjutnya melalui saluran telpon Purwohadi menjelaskan bahwa dirinya sempat membangun komunikasi dengan dengan pihak Surabayapagi.com untuk mendapatkan Iklan pemberitaan dengan salah satu dinas di Surabaya dengan mendapatkan jasa pembayaran dari dinas tersebut sejumlah Rp 2.500.000 per terbit yang ditayangkan di media cetak nya Surabaya pagi.

Sementara dari pihak Surabayapagi com dengan memberitakan itu seolah olah Purwohadi membawa lari uang sejumlah itu.

Dijelaskan Purwohadi dari hasil yang dia peroleh atas jasa dari anggaran sebesar Rp. 2.272.000 sudah dipotong pajak,  pihak surabaya pagi minta 1.500.000 dari dirinya setelah dibayar dari pihak dinas.

Purwohadi kemudian mengatakan dirinya baru ditransfer pihak dinas pada hari Jum’at kemarin, sementara berita diatas dipublikasikan tanggal 1 Juli 2020.

Baca Juga :  SMB IV Ziarah Ke Makam Aryo Dillah Pendiri Kerajaan Palembang

Dia pun mengaku baru mengetahui pemberitaan itu setelah pihak redaksi mengetahui berita itu pada Minggu Tanggal 5 Juli 2020.

Redaksi gesahkita.com  dengan  menulis sikap atas pemberitaan itu yakni,

1.  Pemberitaan yang masuk dalam laman surabayapagi com itu lebih ke arah pembunuhan karakter dan deskreditkan  karakter profesi dan wartawan, sebab judul berita itu, “( Awas Wartawan Bodrek Berkeliaran)”, sementara isi nya penagihan yang terkendala prosedural.

2.  Redaksional pemberitaan itu tidak mencerminkan berita, tetapi isinya penagihan,  malah lebih ke arah menghakimi seolah olah yang bersangkutan menjadi seorang tersangka.

Berasarkan UU pers media tidak boleh menghakimi akan tetapi surabayapagi com dengan semena mena secara kontekstual menyebut awas wartawan bodrek berkeliaran.

Sementara isi nya soal pribadi yang menurut hemat redaksi gesahkita.com itu merupakan rana pribadi antara yang bersangkutan dengan Surabayapagi.com tetapi gesahkita.com dicatut namanya.(*)

Sumber : Redaksi GESAHKITA com

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan