Doa Bersama PDI P Sumsel Refleksi Peristiwa ‘Kudatuli’

PALEMBANG, GESAHKITA com–
DPD PDI PERJUANGAN SUMSEL Doa Bersama untuk almarhum/mah peristiwa kudatuli. Kegiatan ini berlangsung setelah shalat magrib di kantor DPD PDI perjuangan sumsel yang terlebih dahulu di iringi dengan kegiatan nonton bareng peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996.

banner 17 agustus, Dirgahayu Republik Indonesia, Indonesia Merdeka

Acara doa bersama ini diprakarsai oleh wakil ketua bidang kehormatan DPD PDI PERJUANGAN SUMSEL Istiwan, kegiatan bertujuan untuk mengenang dan refleksi perjuangan serta mengingatkan bahwa partai ini pernah mengalami pasang surut peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 adalah peristiwa bagi partai, sehingga diperlukan pemahaman khusunya kepada kader-kader millenial agar jangan sampai terjerumus dalam hal yang sama.

Kegiatan doa bersama ini dihadiri juga oleh wakil ketua bidang ideologi dan kaderisasi DPD PDI PERJUANGAN SUMSEL. Susanto Adjis, dalam kesempatan ini dia mengatakan bahwa hal ini adalah bagian dari mancapkan nilai-nilai sejarah dan perjuangan Partai dari PDI menuju PDI PERJUANGAN serta menanamkan nilai -nilai kecintaan kepada Partai.

Baca Juga :  Kader PDIP Diimbau Tidak Terprovokasi

Acara doa bersama ini diprakarsai oleh wakil ketua bidang kehormatan DPD PDI PERJUANGAN SUMSEL Istiwan, kegiatan ini adalah untuk mengenang dan mengingat bahwa partai ini pernah mengalami pasang surut, sehingga diperlukan pemahaman kepada kader-kader millenial agar jangan sampai terjerumus dalam hal yang sama..

Selanjutnya acara diakhiri dengan pembacaan yasin dan do’a bersama, kegiatan ini bertujuan bahwa kita sebagai junior partai agar mendoakan para sesepuh dan senior partai yang sdh meninggal, sehingga kita menjadi sadar bahwa Partai yang hari ini kita tempati penuh dengan dinamika dan perjuangan para seior dan pendahulu kita. Untuk itu hendaknya kita jangan melupakan sejarah. Ungkapnya.(goik)

banner idul adha dprd okus
banner idul adha, akbp zulkarnain
banner idul adha, akbp danny
banner idul adha, ronaldo, davinci