Sekolah Berkewajiban Tumbuhkan Budaya Baca Siswanya

  • Whatsapp
Kampus UIN Palembang
Kampus UIN Palembang

PALEMBANG, GESAHKITA com–

Untuk menumbuh kembangkan minat membaca siswa, sekolah memiliki kewajiban membantu siswa untuk belajar membaca, dan pada saat yang sama menumbuhkan kesukaan siswa dan siswi untuk membaca. Untuk itu, sekolah perlu merancang program  membaca secara terencana, terjadwal, dan konsisten dilaksanakan.

Kegiatan rutin membaca yang dilakukan secara terus menerus maka dapat menjadi pembiasaan, yang akhirnya akan menjadi budaya membaca itu sendiri. Bila siswa sudah terbiasa membaca mereka akan  memiliki ketrampilan membaca yang baik, siswa dan siswi memiliki kemampuan membaca yang baik, biasanya mencapai hasil belajar yang baik pula.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan betapa pentingnya kemampuan membaca, dan membangun budaya baca, terutama mulai dari kelas awal saat anak baru mulai sekolah. Anak yang lamban membaca pada kelas awal, akan mengalami kegagalan yang semakin parah pada kelas -kelas berikutnya. Hal ini dikenal dengan istilah “Efek Matthew”.

Dalam ilmu ekonomi ‘ Efek Mattew” berarti, ‘yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin’. Dalam ilmu pendidikan, dalam hal ini berarti yang lambat mendapat hasil yang rendah sedangkan yang menengah dan cepat akan mendapatkan nilai yang lebih baik pula.

Jadi membaca adalah kunci dalam hal ini, bahwa kemampuan membaca , sangat penting untuk membangun  budaya kebiasaan membaca akan membuat siswa belajar meningkatkan kemampuan sejak awal, bukan saja  belajar dari kemampuan membaca, namun mereka mencintai membaca.

Dengan mencintai membaca maka keterampilan dan kemampuan mebaca akan terus berkembang.

Kiat Sekolah Agar Minat Baca Tumbuh

Lalu bagaimna cara yang efektif untuk mempasilitasi siswa agar mereka tumbuh minat bacanya ?

Berikut beberapa langkah dari hasil pengalaman pratik yang baik di sekolah yang sudah berjalan di beberapa sekolah  dengan metode ; (1 ) salah satu cara agar siswa dan siswi suka membaca adalah membawa mereka ke toko buku dan membebaskan memilih judul buku apa yang disukai (2 ) Memilih siswa dan siswi yang  dan rajin membaca ke perpustakaan sekolah ( 3 ) Petugas perpustakaan dan guru pendamping ikut serta mendampingi ke toko buku ( 4 ) Buku-buku yang dipilih adalah buku cerita, buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan umum, atau yang lain sesuai pilihannya.

Buku-buku tersebut adalah sesuai hasil pilihan siswa  dan siswi yang ditunjuk berdasarkan yang aktif dan rajin mengunjungi perpustakaan ,adapun dengan bentuk pembelian oleh sekolah dan menggunakan mata anggaran APBN bantuan  dana BOS sekolah dan yang sudah mengalokasikan anggaran.

Program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada siswa yang banyak membaca dan juga penting selain, yang rajin membaca dan program ini juga perlu dilakukan untuk siswa yang minat bacanya rendah , agar minat membaca siswa tersebut semakin tumbuh karena mendapatkan buku bacaanya yang disukai.

Disamping manfaat perpustakaan dalam rangka pembelajaran, perpustakaan sekolah menjadi media yang rutin digunakan guru dalam pembelajaran. Diharapkan di setiap kelas juga tersedia sudut baca yang koleksi buku bacaannya diganti setiap bulan. Ada juga program membaca bagi siswa dan siswi yang belum lancar membaca dan waktunya dilaksanakan di luar jam mata pelajaran.

Ada yang tak kalah penting bahkan bisa paling diharuskanuskan lagi untuk penambahan koleksi perpustakaan membuat acara kegiatan meliputi wakaf buku dengan acara pameran dan kegiatan membaca massal dan di ikuti seluruh siswa, guru, orang tua siswa, dan tamu undangan wajib membawa buku untuk tujuan membaca secara massal selama 15 menit dan hasilnya  setelah selesai membaca dan jumlah buku diserahkan secara sismbolis  kepada ketua Osis serta kepala sekolah.

Gerakan Literasi Sekolah Harus Dimulai

Dampak dari kegiatan membaca dan menulis inilah yang membuat banyak siswa lebih mudah menuangkan ide-idenya yang kreatif dalam tulisan. Progaram membaca ini diharapkan bisa menumbuhkan kembangkan potensi siswa dan siswi .Terutama pada kemampuan siswa dan siswi dengan membaca buku tersebut dengan kegiatan  budaya membaca  siswa dan siswi bisa berkembang.

Sejalan dengan perubahan waktu kemampuan literasi yang lebih luas yang mencakup literasi, ilmu-ilmu sosial, literasi matematika, literasi media, literasi informasi dan literasi memasak dan sebagainya.

Oleh sebab itu kemampuan literasi bidang ilmu menjadi kemampuan penting yang harus dikuasai siswa dan siswi agar bisa hidup dan berkehidupan pada abad ke-21, sesuai hasil surve yang dilakukan TIMSS dan PilLS yang dilakukan pada tahun 2011, siswa sekolah dasar Indonesaia masih menempati urutan bawah dibandingkan dengan lain dan juga siswa dan siswi jenjang SMP juga masih menunjukkan hasil yang sama.

Berpijak pada data empiris diatas, upaya peningkatan kemampuan literasi yang harus dilakukan sedini mungkin agar kompetensi para siswa meningkatkan agar  literasi siswa dan siswi semakin krusial untuk dilakukan dan meningkatkan  dengan program kegiatan Gerakan literasi (GLS ).

Maka dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi untuk siswa dan siswi yang pada akhirnya diberikan akses kepada siswa dan siswi untuk menumbuhkan minat bacanya. Siswa dan siswi menjadi lebih berkesempatan mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan minat atau kesukaanya. Program membaca diharapkan bisa menumbuhkan kembangkan potensi para siswa dan siswi. terutama pada kemampuan kegiatan membaca tersebut.

Dengan begitu, budaya membaca siswa dan siswi bisa berkembang  untuk menumbuhkan minat baca dapat menjadi  insan Indonesia yang multiliterat.

Untuk meraih itu semua dibutuhkan kerjasama, guru, pustakawan, komite sekolah ( perwakilan orang tua siswa ) dan pemerintah setempat.(*)

Penulis  Hesti Harta linda, Fakultas Adab dan Humaniora

Universitas  Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang

pempek palembang, jual pempek palembang

Tinggalkan Balasan