Alamat Di Papan Nama Usaha Mekaar Diduga Ditulis Tak Sesuai Hingga Keamanan Karyawan Disoroti

43
Papan Nama Usaha Mekar

BANYUASIN, GESAHKITA COM — Papan nama dan alamat Kantor yang bertuliskan mekaar, membina Ekonomi Keluarga Sejahtera Rantau bayur yang berada di Desa Petaling Kecamatan Banyuasin III membuat geram dan protes pemerintah Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur.

Pasalnya di papan nama kantor tersebut tertulis beralamatkan Jl. Raya Pengumbuk Rt. 012 Rw. 003 dusun 3 Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, tidak sesuai dengan dimana lokasi alamat tersebut.

Kejanggalan ini akhirnya diketahui juga oleh Kades Tebing Abang, Zainal Arifin yang tampak kurang senang setelah membaca dari papan nama tersebut.

“Saya tidak senang nama desa Tebing Abang ditulis di papan nama usaha tersebut, karena letak nya bukan di wilayah desa saya dan mereka tidak pernah meminta izin untuk berkantor di desa saya”, jelas Zainal Aripin.

Masih kata Zainal Aripin, Pemerintah Desa Tebing Abang akan berkordinasi dengan Polsek Rantau bayur untuk memangil pihak lembaga tersebut terkait dengan hal ini.

Selain itu, Kepala desa Tebing Abang ini juga mengaku,  dirinya baru mengetahui hal tersebut setelah ada kejadian perampokan terhadap 2 orang karyawan lembaga  Mekaar tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, Korban perampokan yang dialami oleh M. Afrizak dan Ririn Jumiati sedikit menjelaskan, bahwa saat itu sekira pukul 14:20 Wib dia berdua sedang menuju Desa Penandingan  untuk bekerja di Desa Penandingan tersebut,  namun baru mendekati desa tersebut mereka berdua dihadang orang dengan mengunakan senjata api. Akibat dari peristiwa ini terpaksa mereka harus kehilangan motor Revo fit dengan nopol BG 3132 AJB. dan mereka sudah melaporkan hal tersebut ke Polsek Rantau bayur, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, Tokoh masyarakat Desa Tebing Abang Ramadhoni kepada media juga menjelaskan bahwa diri nya sering melihat para karyawan mekaar tersebut pulang kerjanya larut malam.

Menurut Ramadhoni pihak pimpinan Mekaar seharusnya memperhitungkan akan keselamatan karyawannya tersebut.

“Apalagi Mekaar ini kan lembaga keungan simpan pinjam, “ katanya.

“Saya kasihan dengan adik – adik yang bekerja di lembaga mekaar ini, terlalu sering saya melihat mereka pulang kerja sampai larut malam,”

Sementara itu pihak lembaga mekaar tidak mau menemui awak media ini saat akan dikonfimasi, Selasa(27/10/2020).

Terpisah Kapolsek Rantau Bayur Iptu Kosumo SH Membenarkan kejadian perampokan tersebut.

“Ya benar ada kejadian perpokan terhadap karyawan Mekaar di Desa Penandingan, anggota telah menindak lajuti laporan dengan dengan melakukan olah TKP,” jelasnya melalui pesan WhatsApp nya.(Indera/tim Iwo)