PALEMBANG, GESAHKITA COM—Investasi Human Capital dalam bidang Pariwisata diharapkan dapat menciptakan Sustainable Tourism Development (Pengembangan Kepariwisataan Berkelanjutan) dengan terfokus pada hal hal yang terencana dalam Imagine (memiliki Visi atau Mimpi yang jelas).
Begitu diungkapkan Aufa Syahrizal, S.P., M.Sc yang merupakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan saat menjadi narasumber webinar diselenggrakan oleh Program Studi Sarjana Terapan (S1) Pengelolaan Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Bina Darma Palembang.
Tema talk show ini pun diberi tajuk, “Pentingnya Investasi Human Capital bagi Karyawan Hotel” berlangsung secara virtual dengan menggunakan aplikasi ZOOM dan Live Streamin di Channel Bina Darma TV, Senin, (23/08/2021)
Dijelaskan Aufa bahwa semua tak terlepas dari kata Focus yakni ada nya dukungan dari alokasi sumber daya berdasarkan prioritas.
Setelah itu Kadisbudpar Sumsel itu menyebutkan akan adanya Action (Tindakan). “Sebab, katanya, “Visi tanpa Aksi itu fantasi, Aksi tanpa Visi itu sensasi,” Tegas Aufa.
Pada akhirnya dalam paparannya itu Aufa menilai bahwa capaian Investasi Human Capital itu sesaat untuk mengutamakan : Knowlegde, Skills, dan Attitude.
Selain Aufa Syahrizal, S.P., M.Sc. (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan) yang dihadirkan menjadi pembicara Webinar ini juga turut dihadiri Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par., CHE (Direktur Poltekpar Palembang), Dr. Dino Leonardo, S.E., M.M., CBM (GM Marriot International Hotel), dan Wahyu Indro Widodo, S.S.T., M.Par. (Komisaris PT. PP Properti).

Wakil Rektor Universitas Bina Darma bidang Akademik, M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D menyampaikan dalam kata sambutan yang mewakili rektor dan sekaligus membuka kegiatan webinar ini,bahwa webinar ini sangat perlu dilakukan seiring dengan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan dan mempertahankan serta mencapai jabatan tertinggi khususnya di bidang perhotelan.
Selain itu yang menjadi latar belakang kegiatan ini juga diketahui bahwa sudah menjadi kenyataan saat ini, dalam menghadapi era modern dimana setiap karyawan termasuk karyawan hotel harus mampu bersaing untuk mempertahankan pekerjaannnya.
Bukan hanya itu bahwa untuk mencapai promosi jabatan dengan mengutamakan pelatihan dan keahlian dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasioonal Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga Pendidikan formal seolah olah terlupakan oleh karyawan hotel.
Sebab dari data yang dihimpun masih banyak karyawan hotel yang jenjang pendidikannya Diploma 3 (D3) ataupun berjenjang pendidikan SMA/SMK.
Sementara itu, Ketua Pelaksana webinar yang sekaligus menjadi moderator yaitu Dr. H. Sholahuddin, M.Si yang menjelaskan peserta dari webinar ini berasal dari berbagai institusi dan berbagai provinsi di Indonesia.
“Kegiatan webinar ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa perhotelan dan karyawan hotel untuk pentingnya meningkatkan jenjang pendidikan, “ungkap Sholahuddin.
Oleh karena itu, dia menilai webinar ini baik untuk membuka wawasan karyawan hotel agar dapat berinvestasi di bidang Pendidikan guna mendapatkan pekerjaan yang diimpikan di masa datang.
Ditambahkannya, “Kegiatan ini sebagai media promosi program studi Sarjana Terapan (S1) Pengelolaan Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Bina Darma dan kegiatan ini telah berlangsung dengan baik dan lancar”.
Selama berlangsung nya acara menurutnya, Para narasumber tersebut membagikan bagaimana sebenarnya kondisi persaingan didunia pariwisata khususnya perhotelan.
Sebelum nya saat pembukaan dari webinar ini, para peserta yang merupakan mahasiswa perhotelan, karyawan perhotelan dan umum bisa mendapatkan wawasan pengalaman dan ilmu dari narasumber webinar ini.
Terakhir, Wahyu Indro Widodo, S.S.T., M.Par. (Komisaris PT. PP Properti) menambahkan pernyataan yang dikutip dari Dave Bookbinder (Senior Director of Pine Hill Group) yaitu The value of a business is a function of how well the financial capital and the intellectual capital are managed by the human capital. You’d better get the human capital part right.
(Nilai Sebuah Binis akan berfungsi melihat dari sebaik apa modal keuangan dan modal intelektual diolah sedemikian rupa oleh Sumber daya Manusia. Maka Anda akan dihargai sebagai bagian dari human capital)
Peserta sangat antusias mengikuti webinar ini dikarenakan materi yang disampaikan oleh para narasumber sangat berbobot sehingga banyak peserta bertanya melalui fitur chat aplikasi Zoom.
Adapun beberapa pertanyaan dari peserta antara lain:
KMAy. Kunti Galuh bertanya sejauh manakah inovasi dari Quintiple Helix/ multiple helix tersebut untuk mengembalikan tingkat angka hunian pariwisata di masa pandemi ini?, yang pertanyaannya di tujukan kepada Pak Aufa Syahrial.
Muhamad Fahri bertanya sejauh mana pihak pemerintah dalam menggalakkan program CHSE dari Kemenparekraf pada saat masa pandemi kepada sektor pariwisata ?, yang pertanyaannya di tujukan kepada Pak Aufa Syahrial.
Amirudin Syarif bertanya bagaimana engagement international chain hotel dengan Supply chain food industry misalnya. apakah ini jadi peluang atau akan menjadi ancaman bagi local industry? mengingat belum mampunya local industry beroperasional dengan efektif dan efisien, yang pertanyaannya di tujukan kepada Pak Dino.
Selain itu ada pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Wahyu yaitu untuk menghadapi perkembangan zaman (digital distruptin), bagaimana kita dapat menchallange mahasiswa agar bisa survive di industri Pariwisata khususnya wisata bahari.
Webinar ini di ikuti sangat antusias oleh peserta sehingga peserta bertahan di ruang zoom sampai akhir acara.(ril/irf)









