PALEMBANG, GESAHKITA COM—Dedi Irwanto Raih Penghargaan Patani Sumsel berkat getol nya  dia dalam meneliti dan mempublikasikan sejarah di Sumatera  Selatan (Sumsel).
Hal tersebut lah yang  mengantarkan Dr. Dedi Irwanto, M.A. meraih penghargaan dalam bidang  sejarah dan budaya selain sebagai sebagai tokoh pemerhati dan penggali sejarah dalam acara Festival Panti Asuhan 2022 oleh Pandu Tani Indonesia (Patani)  Sumatera Selatan (Sumsel) di Transmart Palembang City Center di Jalan Radial Kel 26 Ilir Kec. Bukit Kecil Palembang, Minggu (17/4).
Dr. Dedi Irwanto, M.A. yang juga dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya ini dinilai konsisten dalam mengkaji dan menuliskan sejarah di Sumatera Selatan.
kata Ketua Patani Cabang Kota Palembang M. Reza AR, SH, MM,
Dr. Dedi Irwanto dari segi pendidikan mulai dari sarjana sampai doktor menempuh pendidikan sejarah di Universitas Gadjah Mada.
 “Sebuah hal yang mengagumkan ditengah-tengah generasi millenial saat ini memilih jurusan yang jauh lebih bergengsi dibandingkan menekuni sejarah, ” kata Reza disela acara penyerahan Anugrah tersebut.
Selain itu menurut nya ilmu pengetahuan yang didapat juga ia (Dedi) tekuni mengajarkan sejarah ke mahasiswanya dengan mengabdikan diri di Universitas Sriwijaya.
Reza juga menyebutkan, bahwa Dedi juga banyak menggali fenomena sejarah masa lampau di Sumatera Selatan dan nasional dari berbagai arsip dan sumber sejarah untuk dipublikasikan secara luas.
” Atas dasar itulah Dr. Dedi Irwanto kami beri panghargaan ini”, singkatnya.
Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Rosidin Hasan mengapresiasi penghargaan yang di raih Dedi Irwanto.
Dia berharap dengan diberi penghargaan ini, Dr. Dedi Irwanto akan semakin termotivasi dalam menggali dan mempublikasikan sejarah di Sumatera Selatan.
 “Kita memang membutuhkan sejarawan seperti beliau. Karena sejarah di Sumatera Selatan belum banyak yang digali. Semoga beliau bisa membantu kita menuliskan banyak peristiwa sejarah Sumatera Selatan sehingga semakin memperkaya dunia sejarah Sumatera Selatan”, sebutnya.
Dalam tulisannya Dedi mengungkapkan sebagai motivasi nya yakni adanya Kegelisahan terhadap minimnya tulisan sejarah di Sumatera Selatan.
Sebab itu lah  membuat Dr. Dedi Irwanto banyak melakukan peneliti dan menulis sejarah. Karya-karyanya dipublikasikan secara nasional seperti Uluan dan Ilir:
Termasuk juga Dikotomi dan Dinamika dalam Sejarah Kultural Palembang, Venesia dari Timur: Memaknai  Produksi dan Reproduksi Simbolik Kota Palembang, Metodologi dan Historiografi Sejarah, Oedjan Mas di Bumi Sriwijaya, dan lain sebagainya.
Termasuk juga, tulisan lain dalam benttuk artikel tersebar dalam jurnal dan seminar, baik nasional maupun internasional dengan tema-tema sejarah di Sumatera Selatan yang belum banyak  disuarakan secara luas.
Kepatutan dan kelayakan nya sebagai tokoh pemerhati dan penggali sejarah ini juga tidak lepas dari dorongannya dalam mengorganisasikan dan menyatukan para peminat dan pecinta sejarah dengan menjadi Direktur Pusat Kajian Sejarah Sumatera Selatan (Puskass) dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kota Palembang.
Saat ini Dr. Dedi Irwanto sedang giat mengkaji sejarah masa lampau kehidupan sistem politik marga di Sumatera Selatan dengan terjun keberbagai wilayah-wilayah eks marga di Sumatera Selatan.
Beberapa daerah yang sudah diteliti dan akan dibukukan seperti Politik Rawa Lebak: Relasi Antar Marga di  Kabupaten Ogan Komering Ilir, Identitas Komering: Memahami Sejarah Politik  Kultural Marga-Marga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Dari Gunungke Lembah: Resolusi Etnisitas Politik Marga-Marga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.
Selain Dedi, sejumlah tokoh Sumsel dan tokoh di sejumlah kabupaten kota juga meraih penghargaan dalam Festival Panti Asuhan tahun 2022 kali ini serta juga dimeriahkan dengan pembagian tropi dan pembagian hadiah .
Kakanwil Patani Sumsel  H Ahmad Aman Astra Ramli memastikan komitmen lembaganya untuk tiap tahun menggelar kegiatan ini.
Dan siap berkolaborasi dengan Pemprov Sumsel dalam membangun kemandirian pangan di Sumsel.
Juga dihadiri 315 anak dari 28 panti asuhan yang ada di Kota Palembang.
Berikut ini Peraih PATANI Awards bidang Sejarah dan Budaya dari masa ke masa:
1. Dudi Oskandar (2017)
2. Kemas A. Rachman Panji (2018)
3. Mgs. Jufri Al Falimbani (2019)
4. Vebri Al Lintani (2020)
5. Tahun 2021 ditiadakan krn pandemi
6. Dedi Irwanto (2022).
(agk)
- Advertisement -