Editorial: Redam Habis Perwujudan Mentang Mentang

BerandaSastraOpiniEditorial: Redam Habis Perwujudan Mentang Mentang

Published:

Editorial: Redam Habis Perwujudan Mentang Mentang

JAKARTA, GESAHKITA COM–Kendaraan roda dua bertype Blade berwarna hitam melaju kencang menelusuri jalan Soekarno Hatta pagi 3 menit jarum panjang gergeser dari pukul 6 pagi.

Udara tidak lebih baik dari sejuk sebab terasa hinga ke tulang. Aromah Kenzo batang tidak cukup mampu menutupi dengusan bau sesuatu yang coba ditutupi meski isu dicoba dirangkai rangkai.

Mulai sengketa lahan, kekerasan sexual, komplotan jahat menggeruk uang negara, cukong tanah selalu memakai kopiah malu malu rakus, pungutan coba coba dikelabuhi, teriakan orang kena PHK, Dana Desa empuk selalu diuntit untit bahkan hingga rakyat merengek kecil sambungan listrik negara kurang daya nya.

Dan 15 menit pun berlalu, memang singkat daya tempunya, namun kenyataannya keruetan macet saban pagi pun selalu menjadi momok bagi pengantar (delivery) dan pertarungan posisi antara roda 4 dan roda 2 selalu terjadi dimana bahwa menjadi gambaran sosial ditengah bumi ini masih terjadi bahwa ,” besar menggencet Kecil, Kecil melawan dengan sisa kekuatan yang ada”.

Jika sekolah menciptakan kesenjangan sosial makin melambung dan jelas jelas melanggar Sila -Kemanusiaan yang Adil dan beradab. Terapkan aturan yang sesungguhnya, redam habis perbentukan, “Mentang Mentang”.

Berita Terbaru

selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra