Suara Sumbang Masyarakat lagi Ke Bendungan Tiga Dihaji Kembali Menyoal Jalan

BerandaNewsSuara Sumbang Masyarakat lagi Ke Bendungan Tiga Dihaji Kembali Menyoal Jalan

Published:

MUARADUA, GESAHKITA COM–Proyek Pembangunan Waduk Tiga Dihaji kembali menuai suara sumbang dari masyarakat terlepas dari tujuan yang sangat bagus untuk kemajuan daerah ini ada ada saja  yang dipersoalkan.

Setelah beberapa waktu lalu, ulah kontraktor disororti akibat  sungai keruh kemudian sungai kering terus berlanjut jalan desa berlumpur dan masih banyak lagi.

Beberapa waktu lalu diendus media bahwa selama proyek Bendungan Tiga Dihaji dibangun ternyata masih mengunakan jalan masyarakat. Sehingga warga kesulitan sebab jalan rusak oleh keluar masuk alat berat dari proyek bendungan yang makan anggaran triliunan rupiah tersebut.

Bahkan Publik tidak mengetahui bahwa Bendungan dibangun ternyata jalan akses menuju lokasi baru belakangan  direncakan membangun untuk saat ini pun masih menggunakan jalan masyarakat.

Untuk jalan di kecamatan Tiga Dihaji satu satu yang di gunakan delapan desa sebagai penghubung kecamatan tiga Dihaji menuju kota Muara dua sekarang baru saja dikerjakan dalam bentuk peningkatan jalan.

Namun sangat disayangkan pengerjaan tersebut terkesan asal asalan atau asal jadi. Hingga masyarakat sangat kecewa dengan pengerjaan jalan tersebut mengingat anggaran tersebut sangat fantastis.

Salah satu tokoh warga ML dibincangi awak media yang menyampaikan jalan di kecamatan tiga dihaji ini memang masih hitungan bulan sudah rusak dan sekaran sudah pengerjaan perawatan, pasal jalan tersebut sampai saat ini baru empat bulan,” tearngnya.

Seperti diketahui, Jalan di kecamatan Tiga Dihaji ini sempat viral di beberapa media online terkait pembangunan asal jadi.

Nyoman yang merupakan Pihak kontraktor PT. NANDYA KARYA melalui Whatsapp menjelaskan ternyata ada nya status pinjam pakai jalan akses warga yang digunakan untuk kepentingan proyek.

Menurut Nyoman adanya kerjasama  antara pihak PU BBWS VIII dengan BUPATI OKUS.

“jadi dalam hal ini kontraktor hanya sebagai pelaksana dari keputusan kesepakatan tersebut”tulis nya dalam pesan whatsapp.

Dia malahan melempar masalah tersebut ke PU sebab menurut dia pihaknya bekerja dibawah perintah PU BBWS VIII,

“SOP kami jelas pak proyek nasional kami di bendungan, bukan di jalan akses warga tersebut, silahkan bapak protes PU..karena status pekerjaan tersebut di bawah perintah PU BBWS VIII,” singkatnya.(tim/dedi)

Berita Terbaru

hari kesaktian pancasila peringatan kesaktian pancasila selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra