[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJtYXJnaW4tcmlnaHQiOiIyMCIsIm1hcmdpbi1ib3R0b20iOiIwIiwibWFyZ2luLWxlZnQiOiI2IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2N30=" toggle_hide="eyJwaG9uZSI6InllcyJ9" ia_space="eyJwaG9uZSI6IjAifQ==" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwaG9uZSI6IjIwIn0=" avatar_size="eyJwaG9uZSI6IjIwIn0=" show_menu="yes" menu_offset_top="eyJwaG9uZSI6IjE4In0=" menu_offset_horiz="eyJhbGwiOjgsInBob25lIjoiLTMifQ==" menu_width="eyJwaG9uZSI6IjE4MCJ9" menu_horiz_align="eyJhbGwiOiJjb250ZW50LWhvcml6LWxlZnQiLCJwaG9uZSI6ImNvbnRlbnQtaG9yaXotcmlnaHQifQ==" menu_uh_padd="eyJwaG9uZSI6IjEwcHggMTVweCA4cHgifQ==" menu_gh_padd="eyJwaG9uZSI6IjEwcHggMTVweCA4cHgifQ==" menu_ul_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4In0=" menu_ul_space="eyJwaG9uZSI6IjYifQ==" menu_ulo_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4IDEwcHgifQ==" menu_gc_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4IDEwcHgifQ==" menu_bg="var(--news-hub-black)" menu_shadow_shadow_size="eyJwaG9uZSI6IjAifQ==" menu_arrow_color="rgba(0,0,0,0)" menu_uh_color="var(--news-hub-light-grey)" menu_uh_border_color="var(--news-hub-dark-grey)" menu_ul_link_color="var(--news-hub-white)" menu_ul_link_color_h="var(--news-hub-accent-hover)" menu_ul_sep_color="var(--news-hub-dark-grey)" menu_uf_txt_color="var(--news-hub-white)" menu_uf_txt_color_h="var(--news-hub-accent-hover)" menu_uf_border_color="var(--news-hub-dark-grey)" f_uh_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_uh_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_uh_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_links_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_links_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_links_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_uf_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_uf_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_uf_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_gh_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_gh_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_gh_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_btn1_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_btn1_font_weight="eyJwaG9uZSI6IjcwMCJ9" f_btn1_font_transform="eyJwaG9uZSI6InVwcGVyY2FzZSJ9" f_btn2_font_weight="eyJwaG9uZSI6IjcwMCJ9" f_btn2_font_transform="eyJwaG9uZSI6InVwcGVyY2FzZSJ9" f_btn2_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9"]

Hubungan Antara ‘Pikiran Tenang’ dan Kapasitas Pengendalian Diri 

BerandaNewsHubungan Antara 'Pikiran Tenang' dan Kapasitas Pengendalian Diri 

Published:

“Orang dengan kontrol diri yang lebih besar memiliki pikiran yang lebih tenang, yang dengan sendirinya menghasilkan lebih sedikit gangguan dari rangsangan”

JAKARTA, GESAHKITA COM—Orang yang memiliki “pikiran yang lebih tenang” yaitu, proses saraf mereka rata-rata memakan waktu lebih lama dan berputar lebih sedikit daripada yang lain yakni memiliki pengendalian diri yang lebih besar.

Demikian temuan Dr. Tobias Kleinert, Prof. Dr. Markus Heinrichs dan Dr. Bastian Schiller dari Departemen Psikologi di University of Freiburg, bersama Prof. Dr. Kyle Nash dan Dr. Josh Leota dari University of Alberta /Kanada, dan Prof. Dr. Thomas König dari Rumah Sakit Universitas Bern/Swiss.

Penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science . Makalah telah diterima dan sudah tersedia online sebagai pracetak.

“Perilaku mengendalikan diri penting untuk mencapai tujuan jangka panjang misalnya ketika kita melakukannya tanpa makanan berkalori tinggi untuk menurunkan kelebihan berat badan,” jelas Schiller.

Mengapa ini lebih mudah bagi sebagian orang daripada bagi orang lain? Apakah perbedaan individu ini didasarkan pada organisasi otak yang berbeda secara fundamental?

Schiller mengatakan, “Hasil kami menunjukkan bahwa orang dengan kontrol diri yang lebih besar memiliki pikiran yang lebih tenang, yang dengan sendirinya menghasilkan lebih sedikit rangsangan yang mengganggu.”

Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, para peneliti Freiburg mencatat aktivitas listrik di otak lebih dari 50 peserta yang santai namun terjaga di laboratorium.

Para ilmuwan juga mencatat kapasitas peserta untuk pengendalian diri dengan cara lain: laporan evaluasi diri, tugas perilaku dan aktivitas otak yang direkam saat mereka melakukan tugas-tugas ini. Hasil studi yang dilakukan di Universitas Freiburg dikonfirmasi dalam studi kooperatif kedua yang berlangsung di Universitas Alberta/Kanada, dengan lebih dari 100 subjek.

“Di kedua sisi Atlantik, kami dapat membuktikan hubungan yang kuat antara pemrosesan saraf yang tidak bergantung pada tugas dan kapasitas untuk pengendalian diri,” jelas Kleinert.

Schiller mengatakan, “Hasil kami menunjukkan bahwa orang dengan kontrol diri yang lebih besar memiliki pikiran yang lebih tenang, yang dengan sendirinya menghasilkan lebih sedikit rangsangan yang mengganggu.”

Heinrichs menambahkan bahwa “temuan ini sangat signifikan untuk pemahaman yang lebih baik tentang gangguan klinis yang terkait dengan proses pengendalian diri yang kurang.”

Sumber: Universitas Freiburg
Alih bahasa gesahkita

hut kopri ke 51 hari kopri hari pahlawan hari pahlawan bantuan hukum grand fondo, danau ranau grand fondo, danau ranau sumpah pemuda, dinas pu sumpah pemuda, bappeda sumpah pemuda, bpkad hut kabupaten pasuruan hari jadi ke 1093 kabupaten pasuruan hari kesaktian pancasila peringatan kesaktian pancasila

Jendela Sastra