Debu Jalan Dihasilkan Oleh Truk Tanah Timbun Merah kelurahan Air Batu Meresahkan Warga

BerandaSumselBanyuasinDebu Jalan Dihasilkan Oleh Truk Tanah Timbun Merah kelurahan Air Batu Meresahkan...

Published:

BANYUASIN, GESAHKITA COM—-Keluhan masyarakat akibat dampak dari Pertambangn dan penggalian  tanah merah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Palembang seperti tidak ujung nya atau dengan kata lain seperti tambal sulam.

Dengan artian Ketika persoalan serupa muncul di satu tempat lalu diselesaikan dengan cara apa saja yang penting riak tidak bergemah, pengangkutan dan penggalian tetap dilanjutkan.

Media ini sebelumnya juga memberitakan hal serupa terjadi di Kecamatan Gandus Kota Palembang dan kali ini muncul ke permukaan  yang sebenarnya sudah lama berlangsung di seputar Kab Banyuasin kecamatan Talang Kelapa Kelurahan Air Batu.

Sepanjang jalan dari titik gali menuju jalan protokol keluar ke jalan Utama sepanjang lebih kurang 5 KM, ditelusuri media ini bahwa jalan yang dilalui truk truk pengangkut tanah merah tersebut pada kiri kanan jalan merupakan pemukiman warga.

Lazim nya pemukiman kampung, pada kiri kanan jalan warga dan anak anak bermain di jalan, ibu ibu membuka outlet berjualan usaha usaha UMKM adalah kehidupan nyata dapat disaksikan keseharian dengan penuh ketentraman.

Namun begitu kehadiran roda 6 jangkjung seperti ‘hewan besi” menapaki jalan Kampung warga, keberadaan mereka pun berduyun duyun membuat jalan kampung tersebut seperti hujan debu sangat mengusik kehidupan warga.

Rakyat kecil yang tidak bisa bersuara keras keras menuntut keadilan tentu menjadi pemandangan memprihatinkan bahwa yang nama nya galian dan pertambangan, terlepas apa kah legal atau tidak nya bahwa ada aktifitas ekonomi dan pembangunan yang menginjak rasa keadialan warga pemukiman kelurahan Air batu tersebut.

Dituturkan salah satu perempuan yang sedang menggoreng jualannnya tepat nya bahu jalan depan rumah nya bahwa keluhan dan tidak nyaman sudah lama di rasakan ketika aktifitas penggalian yang mana truk truk melewati depan rumah warga.

Menurut perempuan yang tidak mau namannya disebutkan itu, awal nya ada penyiraman namun hanya sebentar saja.

“itu lama sekali sekarang tidak ada lagi penyiraman pak, ” singkat nya, Selasa 20/09/2022

Polos dan sederhana saja permintaan warga bahwa kembalikan kehidupan berjualan mencari nafkah mereka jangan diusik dengan debu debu jalan tumpah dalam kuali jualan mereka.

“Iya pak kalo bisa bo ya disiram apo, Mano kami nak bejualan debu masuk makanan. Kami nak bejualan, “kata salah satu Perempuan berjualan gorengan. (Bersambung)

(Ken/andre)

Berita Terbaru

selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha selamat hari raya idul adha

Jendela Sastra