[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJtYXJnaW4tcmlnaHQiOiIyMCIsIm1hcmdpbi1ib3R0b20iOiIwIiwibWFyZ2luLWxlZnQiOiI2IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2N30=" toggle_hide="eyJwaG9uZSI6InllcyJ9" ia_space="eyJwaG9uZSI6IjAifQ==" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwaG9uZSI6IjIwIn0=" avatar_size="eyJwaG9uZSI6IjIwIn0=" show_menu="yes" menu_offset_top="eyJwaG9uZSI6IjE4In0=" menu_offset_horiz="eyJhbGwiOjgsInBob25lIjoiLTMifQ==" menu_width="eyJwaG9uZSI6IjE4MCJ9" menu_horiz_align="eyJhbGwiOiJjb250ZW50LWhvcml6LWxlZnQiLCJwaG9uZSI6ImNvbnRlbnQtaG9yaXotcmlnaHQifQ==" menu_uh_padd="eyJwaG9uZSI6IjEwcHggMTVweCA4cHgifQ==" menu_gh_padd="eyJwaG9uZSI6IjEwcHggMTVweCA4cHgifQ==" menu_ul_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4In0=" menu_ul_space="eyJwaG9uZSI6IjYifQ==" menu_ulo_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4IDEwcHgifQ==" menu_gc_padd="eyJwaG9uZSI6IjhweCAxNXB4IDEwcHgifQ==" menu_bg="var(--news-hub-black)" menu_shadow_shadow_size="eyJwaG9uZSI6IjAifQ==" menu_arrow_color="rgba(0,0,0,0)" menu_uh_color="var(--news-hub-light-grey)" menu_uh_border_color="var(--news-hub-dark-grey)" menu_ul_link_color="var(--news-hub-white)" menu_ul_link_color_h="var(--news-hub-accent-hover)" menu_ul_sep_color="var(--news-hub-dark-grey)" menu_uf_txt_color="var(--news-hub-white)" menu_uf_txt_color_h="var(--news-hub-accent-hover)" menu_uf_border_color="var(--news-hub-dark-grey)" f_uh_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_uh_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_uh_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_links_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_links_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_links_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_uf_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_uf_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_uf_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_gh_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_gh_font_size="eyJwaG9uZSI6IjEyIn0=" f_gh_font_line_height="eyJwaG9uZSI6IjEuMyJ9" f_btn1_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9" f_btn1_font_weight="eyJwaG9uZSI6IjcwMCJ9" f_btn1_font_transform="eyJwaG9uZSI6InVwcGVyY2FzZSJ9" f_btn2_font_weight="eyJwaG9uZSI6IjcwMCJ9" f_btn2_font_transform="eyJwaG9uZSI6InVwcGVyY2FzZSJ9" f_btn2_font_family="eyJwaG9uZSI6IjUyMyJ9"]

Pelaku Pembunuhan sadis mahasiswa PTS Palembang Dibekuk, Motif nya Seperti Ini..! 

BerandaNewsHukum & KriminalPelaku Pembunuhan sadis mahasiswa PTS Palembang Dibekuk, Motif nya Seperti Ini..! 

Published:

PALEMBANG, GESAHKITA COM— Pembunuhan sadis terhadap Febri Setiawan (20), merupakan mahasiswa semester lima salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Palembang, yang jenazahnya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di Desa Girimulyo, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur, Rabu (23/11).

Kemudian pelaku diketahui bernama M Haidar Dzakir (20) pun berhasil ditangkap pada Rabu (23/11) malam di daerah Martapura, Kabupaten OKU Timur saat akan melarikan diri, namun pelaku mencoba kabur sehingga diberikan tindakan tegas.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa pelaku berhasil ditangkap saat hendak melarikan diri, tapi saat akan dilakukan penangkapan oleh anggota Polres OKU Timur pelaku mencoba kabur sehingga diberikan tindakan tegas.

“Motif pelaku yang tidak lain merupakan teman korban ini, dari informasi yang kita dapatkan sudah direncakan oleh pelaku dengan harapan pelaku bisa menguasai mobil milik korban,” ujarnya di ruang kerjanya, Kamis (24/11).

Dirinya menjelaskan, bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa atau sudah dibunuh pelaku sehari sebelum ditemukan tepatnya pada Selasa (22/11) di Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kemudian oleh pelaku, korban dibawa ke dikediamannya si Desa Tegal Rejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur. “Saat itu korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dari informasi yang kita dapatkan bahwa pelaku memadukan jenazah korban ke dalam bagasi mobil dan di parkirkan di depan rumah pelaku dan dibiarkan selama satu malam,” bebernya.

Setelah menginap selama satu malam, lanjut Kombes Pol Supriadi mengatakan, pelaku kemudian membawa korban ke tempat lokasi pembakaran dan ini sudah direncakan secara matang oleh pelaku untuk menguasai mobil korban.

“Kita juga mendapati kalau pelaku ini sudah membawa senjata tajam (sajam), untuk melakukan aksinya dari rumahnya dan mengajak korban bertemu di OI hingga terjadinya aksi pembunuhan disertai pembakaran yang dilakukan pelaku,” tutupnya.

hari pahlawan hari pahlawan hari pahlawan bantuan hukum grand fondo, danau ranau grand fondo, danau ranau sumpah pemuda, dinas pu sumpah pemuda, bappeda sumpah pemuda, bpkad hut kabupaten pasuruan hari jadi ke 1093 kabupaten pasuruan hari kesaktian pancasila peringatan kesaktian pancasila

Jendela Sastra