Oknum Debt Collector Kembali Berulah Kali Ini Sasaran Nya “Ibu Ibu” Kena Hina Dan Maki

0 0

MALANG, GESAHKITA COM—-Penagih Hutang (debt collector) dari salah satu Perusahaan Finance mendatangi rumah salah satu debitur dan dengan tega membentak mencaci maki seorang ibu dengan kata kata umpatan yang kasar nama ( Binti ) yang mana ibu ini telat bayar angsuran mobil 3 bulan langsung didatangi debt coletor tersbut.

“Saya loo mas dibilang keluarga maling sama mereka (debtcoletor), saya memohon kepada aparat setempat, untuk segera menindak lanjuti lontaran kata kata keluarga maling,¬† “kata ibu tersebut.

Aksi kasar penagih hutang atau debt collector inisial (VN) dan kelima teman temannya terjadi di rumah saudara ibu (Binti) yang beralamat di perum sokun pondok indah blok D 5 kabupaten malang Cekcok mulut pun terjadi dan tidak terelakkan antara ibu selaku debitur dengan para debtcoletor. Peristiwa tersebut terjadi pada hari minggu ( 27/11/2022 ) lalu dan berlanjut mencaci maki lewat chat watshap.

Video berdurasi 2 menit itu memperlihatkan bagaimana ke lima orang penagih utang nama inisial ( VN) mendatangi toko usaha milik ibu binti. Ibu itu pun menyampaikan kepada awak media kalau para debtcoletor itu sering datang dengan tidak kenal waktu.

“Kadang juga malam pas kita lagi istirahat Lo mas, “ujar Ibu tersebut.

Di tempat yang sama Rudi selaku awak media mengatakan kepada b. Binti, melalui sambungan WatshAp. Penarikan atau penyitaan kendaraan bermotor karena menunggak atau gagal pembayaran cicilan merupakan tindakan perusahaan pembiayaan atau multifinance yang sering terjadi di masyarakat.

Penyitaan tersebut kata Rudi sering menjadi perdebatan karena masyarakat atau nasabah merasa terindimidasi, bahkan mendapat tindak kekerasan dari debt collector atau penagih.

Untuk mengetahui aturan dan prosedur penyitaan kendaraan tersebut, Rudi menjelaskan semua harus memahami terlebih dahulu Undang-Undang No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Rudi memaparkan UU tersebut menerangkan fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Sedangkan jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia.

“Sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya, “sambung Rudi.

Masih dalam penjelasan Rudi, “Dalam perjanjian fidusia setidaknya terdapat dua pihak, yaitu pemberi fidusia adalah orang perseorangan atau korporasi pemilik benda yang menjadi objek jaminan fidusia dapat disebut debitor. Pihak kedua, penerima fidusia adalah orang perseorangan atau korporasi yang mempunyai piutang yang pembayarannya dijamin dengan jaminan fidusia, kreditor”.

Lebih jauh dijelaskan Rudi dalam kesempatan tersebut bahwa UU Jaminan Fidusia mengatur eksekusi benda yang menjadi objek jaminan fidusia.

“Saat debitur atau pemberi fidusia cidera janji maka eksekusi terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia dapat dilakukan dengan eksekutorial oleh penerima fidusia, penjualan benda jaminan atas kekuasaan penerima fidusia, penjualan bawah tangan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima fidusia jika dapat memperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak, “papar Rudi lagi.

Lalu menambahkan, “Bila mana penagih ataupun debtcoletor tetap ngeyel dan membawa unit dengan paksa. Itu dikategorikan masuk pasal pidana dan bisa dilaporkan ke APH aparat penegak hukum yaitu kepolisian,, ” ucap Rudi.

(tim GK)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan