selamat hari raya, idul fitri 2023, idul fitri 1444h banyuasin bangkit,gerakan bersama masyarakat

Kepala Kampung Kwoor Buka Suara Tuduhan Tambang Tradisional Pakai Alat Berat

SUASANA TAMBANG RAKYAT MANUAL (FOTO ISTIMEWAH)
SUASANA TAMBANG RAKYAT MANUAL (FOTO ISTIMEWAH)

TAMBRAUW, GESAHKITA COM—-Kepala kampung kwoor inisial SV yang  merupakan pemilik hak ulayat di lokasi tambang rakyat dengan tegas membantah berita yang beredar di media masa yang diungkapkan oleh oknum-oknum tertentu yaitu inisial OY, NM dan PB dengan mengatasnamakan masyarakat  Suku Besar Abun di Kabupaten Tambrauw dan secara sepihak melakukan wawancara terhadap salah satu media masa.

Menurut dia Kegiatan tambang yang terjadi di distrik kwoor dikerjakan oleh mayoritas masyarakat kampung / penduduk asli pribumi yang tinggal di Kampung Kwoor, Barar dan Orwen, Senin (19/03/2023)

Dia bahkan  meminta kepada pihak penegak hukum (kepolisian) untuk memproses hukum oknum-oknum yang menyebarkan  HOAX berkaitan dengan tambang legal dimana kegiatan tambang yang menurut pemberitaan bahwa merupakan kegiatan illegal tidak benar.

“Sebab masyarakat pribumi melakukan kegiatan pertambangan dengan menggunakan alat  tradisional dan bukan dikelolah menggunakan alat berat yang bisa merusak lingkungan seperti pertambangan emas di wilayah lain yang menggunakan alat berat di Kab  Tambrauw juga, “kata SV dalam keterangan nya ini.

Ditegaskan SV dirinya sebagai Kepala Kampung yang juga anak asli Suku Abun dengan often Yehovan dengan tegas membantah berita tersebut.

“Sehingga saya menyatakan dengan tegas bahwa Pertama,  Oknum yang bernama inisial OY dan rekan-rekannya yang membuat balino dan dipancang di Kampung Kwoor Distrik Kwoor dan Kampung Bondek Distrik Sausapor itu perlu di ketahui kebenarannya oleh publik bahwa itu hanya kegiatan untuk kepentingan sekelompok orang saja yang mengatasnamakan masyarakat Suku Besar Abun, “kata SV masih dalam keteragan nya ini.

SV menambahkan bahwa faktanya adalah bahwa tidak ada forum musyawarah Suku Besar Abun yang dimediasi oleh LMA Suku Abun maupun Kepala Suku Abun untuk membahas tentang penambangan emas yang ada di Kampung Kwoor, Barar dan Orwen Distrik Kwoor sehingga dan musyawarah itu menghasilkan satu keputusan tentang ditutup atau diberhentikan kegiatan penambangan emas yang dikerjakan oleh masyarakat

Pada Pernyataan  SV bagian kedua, bahwa Tidak ada oknum Aparat baik dari TNI dan POLRI yang terlibat dalam kegiatan Tambang yang dikelola oleh masyarakat PRIBUMI yang ada di Kampung Kwoor Barar dan Orwen Distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw.

“Namun perlu diketahui oleh publik bahwa itu adalah murni dan atas dasar kesepakan bersama dan Ottouyenguin murgataḥmie Ketua LMA distrik kwoor festus mengatasknamakan tokoh pemuda detrik kwoor dan mengatasnamakan masyarakat di Kampung Kwoor, Barar dan Orwen serta masyarakat dari Kampung Kampung tetangga yang ada disekitar Distrik Kwoor bersama dengan pemilik hak ulayat, “beber nya.

Selanjutnya pernyataan SV ketiga mengatakan bahwa  Aktifitas Kegiatan tembang di Kampung Kwoor, Barar dan Onwen saat ini tidak lagi diskukan sebab telah dihentikan oleh Polres Tambrauw sejak hari Sabtu tanggal 11 Maret 2023 dan bukan dihentikan oleh OY bersama Rekan-Rexanya.

“Dengan telah dihentikanya kegiatan tambang di Kampung Kwoor Barar dan Onwen maka kami Masyarakat Pribumi yang bermukim di Kampung Kwoor, Barar dan Orwen tidak lagi memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari oleh sebab itu Kami Meminta kepada Pemerintah Daerah Kab: Tambrauw untuk membantu masyarakat PRIBUMI dalam mengurus perijinan pertambangan Rakyat sebagaimana terkandung dalam UU OTSUS perihal Perfindungan Hak Hak Masyarakat Adat, “sebutnya.

Pada akhirnya pernyataan nya SV kemudian juga mengetahui bahwa kegiatan tambang di Kampung Kwoor, Barar dan Orwen bukan wilayah Konservasi sebagaimana diatur dalam PERDA No.5/36 Tahun 2018 tentang Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi.

“Namun perlu diketahui oleh publik bahwa itu adalah murni dan atas dasar kesepakan bersama dan Ottouyenguin murgataḥmie Ketua Land than distrik koor festus yestrat muy atomnatars tokoh Demuda detry add tinal yewen meng utos namun kan keluargon besar distort masyarakat di Kampung Kwoor, Barar dan Orwen serta masyarakat dar Kampung Kampung tetangga yang ada disekitar Distrik Kwbor bersama dengan pemik hak ulayat, “beber nya.

(rk)

Tinggalkan Balasan