hut kopri, bappeda litbang oku selatan hut ri ke-78, 17 agustus 2023, hari kemerdekaan, banner 17 agustus selamat tahun baru islam, tahun baru islam 2023, banner tahun baru islam selamat hari raya, idul fitri 2023, idul fitri 1444h banyuasin bangkit,gerakan bersama masyarakat

Musrenbang Sumsel : Apresiasi Kemendagri Atas Capaian, Koordinasi dan Kolaborasi Perlu diperkuat

PALEMBANG, GESAHKITA COM—Provinsi Sumatera Selatan telah fokus pada tujuan dan proses, sehingga masuk pada tren positif capaian indikator makro se-Sumatera. Atas capaian itu, Kemendagri memberikan apresiasi dan meminta agar capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Hal tersebut terungkap pada Musrenbang Sumsel yang mana dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diwakili oleh Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni.

Dia memberikan arahan pada rangkaian acara Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) RKPD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024, di Hotel Novotel Palembang pada tanggal 13 April 2023.

Menurut Fatoni,  Musrenbang RKPD ini mempunyai arti penting dalam rangkaian penyusunan dokumen perencanaan tahunan daerah, karena melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan penajaman.

“Termauk juga penyelarasan, dan klarifikasi atas program, kegiatan, dan sub kegiatan yang diusulkan untuk ditetapkan dalam RKPD Tahun 2024,” papar Fatoni.

Dia menilai capaian dan prestasi, Provinsi Sumatera Selatan telah fokus pada tujuan dan proses.

Atas capaian itu, kata dia, Kemendagri memberikan apresiasi dan meminta agar capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Kemendagri menilai perlu peningkatan capaian melalui langkah kolaborasi, sehingga target dapat dicapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebab menyangkut pada capaian indikator makro yang lainnya. Seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, dan tingkat kemiskinan.

Dijelaskan juga pada pengusulan Major Project  memerlukan penguatan strategi, diantaranya, perlunya informasi data yang detail dan rinci. Selain memang diperlukan  penguatan akreditasi layanan yang akan diberikan, serta Penguatan kesiapan struktur pendukung yang dapat mempercepat pemantapan program.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Fatoni menekankan sejumlah poin penting. Diantaranya yang pertama, perlunya melakukan pengoptimalan kebijakan satu data daerah melalui pengoptimalan e-walidata dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah sebagai bagian dalam menciptakan perencanaan pembangunan yang berkualitas berbasis data.

Kedua, melaksanakan prinsip utama sinkronisasi kebijakan perencanaan melalui sinkronisasi kebijakan dengan Aspasial Nasional (RPJPD dengan RPJPN dan RPJMD dengan RPJMN) dan Dokumen Spasial baik dengan RTRW Nasional serta RTRW Provinsi (Amanat SE Mendagri Nomor 100.4.4/110/SJ Tahun 2023 tentang Penyelarasan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah dengan RTRW).

Ketiga, Melakukan penguatan SDM Perencana melalui bimbingan teknis peningkatan kapasitas utamanya dalam menyajikan Dokumen Jangka Menengah dan Panjang yang berkualitas.

Keempat, Menyiapkan exit strategy dalam substansi RPJPD 2025-2045 untuk menjaga keberlanjutan momentum Indonesia Emas 2045.

Pada akhirnya dalam Musrembang tersebut ditegaskan pula akan pentingnya Kolaborasi berbagai pihak termasuk non pemerintahan.

“Dengan komitmen yang tinggi dalam pembangunan dapat diwujudkan dengan kerjasama dengan pembagian peran yang jelas menjadi kunci penyelesaian permasalahan dan isu pembangunan yang kompleks” Papar Fatoni dihadapan seluruh peserta Musrenbang.(fan)

Tinggalkan Balasan