PALI ,GESAHKITA.COM – Pembangunan jembatan Desa Muara Sungai Menuai Kritik Keras masyarakat Kabupaten PALI karena dianggap tidak sesuai prosedur yang diamanahkan Undang – Undang

 

- Advertisement -

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Aka Cholik Darlin tokoh masyarakat Kabupaten PALI Sekaligus ketua Fakar Lematang Sumatera Selatan dirinya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di desa Muara Sungai dianggap tidak sesuai prosedur

 

” Terkait pembangunan jembatan di desa Muara Sungai, jelas tidak memiliki standar prosedur yang sesuai diamanahkan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional “, kata Aka Cholik Darli, Rabu (27/06/2024)

 

Dilanjutkannya, ada beberapa tahapan dalam pembangunan jembatan yang sesuai Undang – Undang dan sepertinya diabaikan oleh pihak pelaksana diantaranya Survey data teknis jembatan, Acuan dasar perhitungan dan dimensi awal, terus perhitungan dan analisa mekanik dan yang terakhir Visualisasi hasil perhitungan.

 

Dalam kesempatan ini Aka Cholik Darlin yang juga mantan Wakil Ketua Komisi l DPRD PALI juga mengatakan bahwa ada kejanggalan pada proses awal.

 

” Pada proses awal pun kita dapat melihat ada kejanggalan pada pengerjaan proyek jembatan ini, seperti penutupan jalan yang terlebih dahulu tanpa memberikan akses jalan buat masyarakat, sehingga inilah titik awal berbagai indikasi – indikasi pelanggaran hukum dalam penyelenggaran pembangunan tersebut”, tegas Aka Cholik Darlin

 

Tidak hanya memberikan kritik pedasnya Aka Cholik Darlin juga menegaskan jika hal ini memang tidak segera dibenahi, maka dengan terpaksa dirinya bersama masyarakat akan membawa hal ini ke jalur hukum.

 

” Jelas jika melihat pada fakta dilapangan, kami bersama masyarakat akan bertindak tegas dengan melaporkan hal tersebut ke jalur hukum “, Ucap Ketua Fakar Lematang Sumsel ini.

 

Ditempat yang berbeda Frengki ketua Kecamatan Fakar Lematang Tanah Abang mengatakan pihak pelaksana diharapkan jangan menutup akses jalan sebelum ada jembatan darurat.

 

” Kami sebagai masyarakat dengan tegas meminta pihak pelaksana segera membangun akses jalan darurat untuk jalur transportasi, jangan pembangunan jembatan justru menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat “, tandas Frengki (Irfan)